
Mension Jogja
Setelah mendapat telepon dari Mafioso A di Jambi, Zain memutuskan untuk mencari tau informasi tentang masa lalu dari kedua adiknya itu sendiri.
"Riki, Dimas ikut Aku ke ruangan rahasia" Ucap Zain sambil menggenggam lembaran foto yang Riki bawa dari Tailand.
"Baik Bos" Jawab Dimas dan Riki bersama.
Cahaya dan Sarah serta Zean dan Brian yang melihat hanya bisa menghela nafas melihat kegugupan dari Dimas dan Riki.
"Sayang, Hubby ke ruangan rahasia dulu ya mau mencari tau tentang identitas mereka ini" Ucap Zain pada Cahaya
"Iya by "
Setelah mendengar jawaban dari Cahaya, Zain langsung mencium ketiga buah hati nya dan meninggalkan mereka semua di ikuti Dimas dan Riki ke ruangan rahasia.
Setelah kepergian Zain dan lainnya, Cahaya dan Sarah serta kembar, Zean dan Brian masih di sana sambil memakan buah yang sudah tadi Cahaya kupas.
Cahaya melihat ke arah Zean yang masih sedikit kagok karena dia tidak mengerti bahasa Indonesia.
"Zean, sini duduk dekat dengan adik-adik nya"Cahaya menyuruh Zean untuk duduk mendekat kearah kembar dengan bahasa Inggris
"A apakah boleh?" Tanya Zean
"Boleh dong, kak Zean kan kakak mereka" Jawab Cahaya
Mendengar jawaban dari Cahaya, Zean langsung menggeser duduknya dan duduk di Samping kembar yang sedang belajar untuk duduk itu
"Zean, kakak harap kamu bisa menjadi kakak untuk mereka yang bisa menjaga mereka nantinya ya" Ucap Cahaya
"Baik kak, oh Ya kak siapa nama mereka?" Tanya Zean
"Yang warna matanya coklat itu Ziyad sedangkan yang sedikit kebiruan itu Zahid dan yang putri tercantik itu Syafira " Jelas Cahaya
Memang hanya warna mata dari ziyad dan Zahid yang sedikit membedakan antara mereka berdua yang sudah terlihat segnifikan.
Sedangkan di Jambi
Ilham dan ketiga sahabatnya sudah di perjalanan ke kota Jambi untuk berbelanja persiapan ndaki mereka.
"Ham, bukan nya kamu bilang jika memiliki adik selain dari istrinya kak Dimas?"Tanya Sean
"Iya benar, dia sekarang lagi sekolah di asrama lebih tepatnya di pesantren, kenapa?"
"Oh tidak apa-apa hanya tanya saja "
" Oh gitu kirain ada apa " Ucap Ilham
Sedangkan di ruangan rahasia Mension
__ADS_1
Zain, Dimas dan Riki baru saja memasuki ruangan tersebut.
Zain duduk di kursinya sedangkan Dimas dan Riki berdiri di samping Zain yang sedang membuka komputer yang sangat besar besar layarnya dan memasukkan gambar yang ada di genggamannya tadi.
Setelah Zain memasukkan gambar tersebut Zain langsung menekan tombol cari. setelah beberapa saat kemudian terlihatlah informasi yang cukup di paparkan di sana.
Dimas dan Riki langsung menatap layar dengan sedikit mulutnya terbuka karena terkejut dengan apa yang baru saja mereka lihat.
"Bos, apakah mereka ini keluarga kami?" tanya Dimas pada Zain
"mungkin iya, dan mungkin juga bukan" Jawab Zain
"Tapi kenapa bisa kami berada di panti asuhan Amerika, jika mereka itu bukan berasal dari sana " Ucap Dimas bingung
"Apa kalian benar-benar tidak mengingat sesuatu gitu?" Tanya Zain
"Kami benar-benar tidak tau apa pun bos, karena Ibu pengasuh panti mengatakan jika kami berada di sana semenjak kami bayi dan hanya ada satu foto yang ada bersama kami saat itu " Jelas Dimas
"Sekarang sedikit sulit untuk mengetahui sebenarnya, apa hubungannya kalian dengan dua keluarga terkaya di dunia (Qatar) itu, Apalagi panti asuhan itu sudah lama tutup. Salah satu cara kita harus menangkap Mafia itu hidup-hidup " Jelas Zain
"Benar Bos, Tapi kenapa mereka tidak mencari keberadaan kami jika memang kami bagian dari mereka?" Tanya Dimas
"Bisa jadi mereka tidak mengetahui keberadaan kalian, seperti yang terjadi pada Zean " Ucap Zain santai
"kamu benar Bos, tapi seandainya mereka memang sengaja tidak mencari tau kami dan mereka sengaja membuang kami bagaimana?" Ucap Riki
"Bos benar, Toh ada Abi dan umi serta bos dan juga istri kecilku" Ucap Dimas
Sedangkan Riki ikut mengangguk kepala nya tanda menyetujui perkataan Dimas barusan.
"Sudahlah karena informasi ini berkaitan dengan dua keluarga ini, ini juga sudah menjadikan satu arah untuk mencari informasi lagi " Ucap Zain
"Iya bos "
"ya sudah, Kita kembali ke ruang tamu mau bermain dengan kembar " Ucap Zain dan berdiri dari duduknya dan meninggalkan ruangan rahasia tersebut, Dimas dan Riki juga begitu.
Sedangkan di ruang tamu
Cahaya bersama dengan Sarah dan Zean tengah bermain dengan kembar.
"Yuk, Bagaimana kuliah enak nggak?" Tanya Sarah
"Enak, kenapa?"
"nggak Papa, Sarah sedikit malas nantinya untuk kuliah kan otak Sarah tidak sepintar Ayuk"
"Terserah kamu, tetapi saran Ayuk ya kamu harus kuliah setidaknya S1, Karena Ayuk tidak ingin nantinya kamu akan di bandingkan dengan orang di luaran sana, Ayuk yakin kal Dimas tidak mempermasalahkan itu apalagi dengan Abi dan umi, tetapi kita harus berusaha untuk bisa berdiri di samping suami kita ya sangat luar biasa itu sedikit sebanding"
"Iya sih yuk, tapi lihat aja nanti masih satu tahun setengah lagi " Ucap Sarah
__ADS_1
"MMM, oh ya Sar Apa kamu sudah membicarakan Anak dengan kak Dimas?"
"Belum sih, tapi Chagi pernah bilang tidak memaksa untuk memiliki anak untuk waktu dekat ini, Apalagi Sarah masih sekolah "
"Bagus lah jika ada pembicaraan, Ayuk harap apapun yang akan terjadi terutama kamu harus selalu terbuka untuk kak Dimas, saling terbuka apapun itu "
"IYa yuk "
Tanpa mereka sadari Zain, Dimas dan Riki sudah berdiri di belakang mereka dan Dimas mendengar pembicaraan antara adik kakak itu.
Dimas tersenyum mendengar pembicaraan mereka, apalagi dengan sikap yang Cahaya lakukan pada adik nya itu sangatlah dewasa.
Dimas juga tersenyum karena Sarah sudah mulai mendewasakan diri untuk hidup bersama nya.
Zain langsung duduk di samping Cahaya, Cahaya yang melihat Zain tiba-tiba duduk di sampingnya sedikit terkejut.
"Hubby!" Ucap Cahaya
"IYa sayang ini Hubby, kenapa?"
"tidak apa-apa hanya sedikit terkejut, bagaimana by dengan hasilnya?"
"Alhamdulillah sayang, sudah sedikit ada titik terang nya"
"Alhamdulillah"
Sedangkan Dimas juga duduk di Samping Sarah.
"Chagi" Ucap Sarah
"IYa sayang" Jawab Dimas dengan tersenyum
Cahaya tiba-tiba teringat jika hari ini bukan hari libur sekolah, kenapa sang adik tidak sekok.
"Sarah kenapa kamu tidak sekolahn?" Tanya Cahaya
"Izin Yuk, Soalnya tadi tu lihat Chagi moodnya Kurang baik" Jawab Sarah seadanya
"Owalah, tapi jangan di ulangi jika mau cepat selesai sekolah nya"
"Iya Yuk"
"mmmm"
Dimas juga bary sadar ketika Cahaya mengingatkan Sarah kenapa tidak sekolah. Dimas langsung melihat ke arah sang istri
"Terimakasih Sayang" Ucap Dimas gemas dan mencium pipi Sarah sekilas.
Mendapat serangan mendadak Sarah langsung terdiam tanpa menjawab perkataan Dimas
__ADS_1