
Seperti biasanya, di kamar Zain dan Cahaya Jan 4 subuh kembar sudah membangunkan Ayah dan Bunda mereka. seperti biasanya Cahaya bangun dari tidur dan melihat ke kembar dan ternyata mereka risih dengan popok nya yang sudah penuh, dengan telaten Cahaya mengantikan popok kembar satu persatu, setelah mereka kembali bersih. Cahaya menyusui kembar bergantian. Setelah kembali kenyang dan nyaman kembar kembali terlelap.
Karena sudah mau adzan Subuh, Cahaya membersihkan diri di kamar mandi. Sedangkan Zain pun akhirnya bangun dari tidur nya.
"Sayang, kamu pasti bangun kembar rewel. kenapa tidak bangunin hubby" Ucap Zain yang sekarang sudah melihat ke arah boks kembar yang sudah berganti pakaian yang berbeda dari tadi malam.
Zain menunggu Cahaya selesai mandi sambil duduk di depan boks kembar dan menepuk-nepuk kembar bergantian.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Cahaya keluar dari kamar mandi.
"Hubby sudah bangun" Ucap Cahaya yang melihat ke arah Zain
" Sayang jika kembar rewel bangunkan hubby ya, biar hubby bisa membantu mu "
"Cahaya tidak tega by bangunin. Hubby tidur nya nyenyak dan juga pagi ini kan Hubby harus berangkat kerja"
"Tetap Saja Sayang, besok-besok bangunkan hubby ya. Kita kerja bareng menjaga dan merawat kembar kan buat nya berdua" Ucap Zain dengan senyum menggoda
"Ih Hubby, jika nggak berdua gimana ada kembar, Cahaya bukan Seperti Ibunda nya Nabi Isa siti Maryam yang Allah pilih" Ucap Cahaya
"Iya sayang, ya sudah hubby mau ambil air wudu dulu, ntar salat nya kita jama'ah ya"
"Iya by"
Zain masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Cahaya berganti pakaian di ruang ganti.
Setelah beberapa menit berlalu, kini Zain dan Cahaya sudah bersiap untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah.
Di kamar Sarah dan Dimas
Sarah dan Dimas juga baru saja bangun dari tidur mereka.
"Chagi ayo wudu, udah azan Subuh loh" Ucap Sarah
"Iya Sayang," Jawab Dimas
Sarah dan Dimas masuk ke dalam kamar mandi bersama, mengambil air wudu bergantian setelah mereka membersihkan wajah dan gosok Gigi tentunya.
Setelah selesai ambil air wudu,Dimas dan Sarah bersiap untuk menunaikan shalat Subuh.
Setelah selesai shalat, Dimas mencium puncak kepala Sarah dan Sarah menyalami tangan Dimas sebagai tanda hormat pada Dimas sebagai imam di dalam rumah tangga mereka.
Di kamar Dimas dan Sarah sangat romantis begitupun dengan kamar Zain dan Cahaya. Berbeda dengan Riki yang bangun tidur sendiri, shalat juga sendiri.
__ADS_1
"Hmm, ya Allah betapa indahnya ya shalat berjamaah bersama dengan istri" Pikir Riki dalam hati.
Setelah selesai shalat, Riki langsung menyibukkan diri nya untuk olahraga sebelum berangkat ke kantor.
Setelah selesai olahraga, jam 5:30 Dimas, Riki dan Zain sudah berada di dalam ruang olahraga.
"Bos, Dim bagaimana rasanya bangun tidur ada temannya dan shalat bisa berjamaah dengan istri?" Tanya Riki pada kedua sahabat nya.
"Rik, jika kamu bertanya bagaimana rasanya, itu tidak bisa di utarakan dengan kata-kata, cuma Aku hanya merasa sesuatu yang dulu nya kosong dan hampa sekarang lebih terisi dan itu subhanallah Nikmat nya. Apalagi jika sedang beribadah kepada Allah SWT bersama dengan orang yang kita cintai"Jelas Zain
"Kamu Dim gimana?" Tanya Riki
"Setelah mendengar ucapan Sah dari para saksi nikah itu membuat ku memiliki tujuan yang pasti dan itu adalah membahagiakan istri kecilku dan keluarga kecil kami nantinya, selain dari keluarga besar. Dan untuk rasa bahagia nya bangun ada yang temani dan shalat bisa berjamaah dengan istri hal itu banyak membawa berkah bagi ku Rik, walaupun Aku ya masih baru dalam rumah tangga namun sudah merasa berbeda dari sebelum nya menikah" Jelas Dimas
"Hmm, kalian sudah menikah lah aku masih jomblo bro" Ucap Riki prustasi.
"Yang sabar ya Rik, kamu pasti bertemu dengan jodoh mu, dan mungkin jodoh mu juga tengah menanti di saat bertemu dengan mu. yang sabar" Jelas Zain
"Iya bos" Jawab Riki pasrah
"Udah sekarang lebih baik kita mandi sudah mau jam berapa Sarah juga mau ke sekolah, dan Bos serta kamu Rik ayo kembali Cahaya dan yang lainnya pasti sudah menunggu di ruang makan" Ucap Dimas
"Oh ya ya sudah ayo" Ucap Zain
"Sayang, kembar di mana?" Tanya Zain yang kembali dari kamar dan tidak melihat adanya kembar di boks mereka
"Di taman belakang by, biasa mereka di bawa bi Tina dan bi Tiwi bermain dengan Tiger dan lainnya ( hewan kesayangan Zain)" Jelas Cahaya
"Owalah, oh ya Sayang kamu ke kampus hari ini?" Tanya Zain
"Nanti by, sekaligus menyerahkan proposal skripsi"
"Oh gitu ya sudah, ntar kamu tidak apa-apa di antar Sama supir?"
"Tidak apa-apa by, toh nanti setelah dari kampus kan Cahaya dan kembar ke Perusahaan "
"Ya sudah Sayang, berarti Hubby tunggu kedatangan kalian ya"
"Siap by"
Setelah selesai makan, Zain dan Cahaya kembali ke kamar mereka, begitupun dengan Dimas dan Sarah kembali ke kamar nya dan Riki juga begitu.
Di kamar Dimas dan Sarah
__ADS_1
"Sayang, kamu bisa menggunakan kartu ATM?" Tanya Dimas pada Sarah
"Belum bisa Chagi, kan Sarah belum punya KTP dan belum bisa memiliki nya"
"Ya sudah nanti Abang ajarkan mengunakan nya ya, untuk sementara waktu uang saku sekolah nya Abang kasih ces aja ya"
"Apa di sekolah Sarah bisa mengunakan kartu?"
"Bisa dong Sayang, sekolah mu itu sekolah elite. Nanti kamu bisa menyaksikan sendiri. Oh ya cincin pernikahan kita jangan pernah di lepas ya sayang".
"Ya Chagi, Sarah tidak akan pernah melepaskan nya. Ya sudah Chagi Sarah mau ganti baju dulu"
"Iya Sayang"
Sarah berganti pakaian sedangkan Dimas menunggu nya sambil memainkan handphone di atas kasur.
Dimas sudah rapi dengan stelan jaz nya, sedangkan Sarah pergi ke sekolah menggunakan baju kemeja dan celana jins namun tidak ketat di gunakan, serta sepatu berwarna putih dan jilbab yang senada.
"Chagi Sarah tidak apa-apa ke sekolah dengan pakaian seperti ini?" Tanya Sarah
"Tidak apa-apa Sayang, Oh ya apa Cahaya tidak apa-apa kamu menggunakan jins?"
"Tidak apa-apa, toh tidak ketat Chagi. menurut Chagi gimana?"
"Tidak apa-apa Sayang, Abang tidak membatasi pakaian mu yang penting itu masih tertutup terkecuali jika hanya kita berdua boleh jika kamu mau yang terbuka" Dimas menggoda
"hmmm, udah ya jadi berangkat nggak ni?".
"Ya sudah Ayo sayang"
Dimas mengandeng Sarah turun dari lantai 2.
Sesampai di ruang tamu, Zain dan Riki juga sudah rapi di sana.
"Sarah berangkat sekolah dulu ya bang, Ayuk dan bang Riki" Pamit Sarah pada semua nya
"Iya sekolah yang beber dan belajar yang rajin" Ucap Cahaya
Sedangkan Zain dan Riki hanya tersenyum mendengar Sarah berpamitan berangkat sekolah dengan mereka.
Setelah beberapa saat kemudian Zain dan Riki berangkat ke perusahaan, Dimas dan Sarah pun berangkat ke sekolah nya Sarah.
Tinggallah Cahaya dan kembar yang masih di ruang tamu tersebut setelah kepergian yang lainnya
__ADS_1