
Di Markas
"Dim, Aku barusan tadi bertemu dengan perempuan yang sangat menarik tetapi dia sangat muda usianya" Ucap Riki akhirnya
"Owalah, karena perempuan toh. Bagaimana rupanya?"
"Hmm dia itu cerewet tetapi sangat imut" Ucap Riki tanpa sadar
Dimas hanya tersenyum mendengar penuturan dari Riki. Sedangkan Sarah hanya menjadi pendengar di sini.
"Tapi Aku tidak tau dia siapa Dim" Ucap Riki polos
"Aduh duh, adik ku Sayang. kenapa jadi bodoh. Kami kan bisa cari dari CCTV tempat di mana kamu bertemu dengan nya" Ucap Dimas tersenyum
"Eh ya ya Dim. oh ya sudah sangat lama kamu tidak memanggil ku dengan kata adik. Udah sadar ya kamu itu lebih tua dari ku" Ucap Riki
"Idih hanya beda satu tahun doang, ya sudah Aku mau ke lab dulu melihat proyek serta mengenalkan Sarah dengan yang ada di sana" Ucap Dimas
"Oke Dim, thanks ya Saran nya"
"Sama sama semoga jodoh"
"Aamiin"
Sarah dan Dimas meninggalkan Riki sendiri..
"Chagi, ini kenapa cukup serem ya " Ucap Sarah melihat sekeliling mereka yang nuansa nya gelap..
"Memang seperti inilah Markas Mafia Sayang, tapi jika di pikir pikir Markas Black Lion itu terbersih dari Markas Mafia lainnya karena Bos sangat suka kerapian "
"Oh gitu, memang markas mafia lainnya gimna?"
"Hmmm gimana ya sayang jelasinnya, Kamu Taukan jika Mafia itu dunia hitam dan gelap yang mana di dalamnya ada yang mereka memperdagangkan manusia dan organ nya dan ada juga yang memperjual belikan narkoba dan sejenis masih banyak lagi terutama jika perbudakan perempuan di Mafia itu sudah biasa. Jadi seperti itu lah " Jelas Dimas
"Sadis amat, Apa black Lion tidak seperti Chagi?"
"Tidak akan Sayang, karena black Lion itu di pimpin oleh orang yang sangat anti akan hal itu jika ada di antar kami atau Mafioso yang lainnya melanggar akan di hukum dengan racun ataupun di tembak di tempat " Jelas Dimas
"Oh gitu bagus deh, oh ya Chagi kan black Lion itu besar dan di mana-mana, bagaimana caranya untuk memantaunya?"
"Sekarang teknologi canggih sangat, dari sanalah informasi setiap jam nya kami bisa mengetahui dan memantau mereka baik itu di Indonesia maupun di luar negeri "
"Oh gitu, Jika di setiap negara ada Black Lion kan Chagi tidak semua nya muslim toh jadi bagaimana Black Lion mentoleransi nya?"
"Untuk itu, keyakinan seseorang tidak bisa di paksa sayang, jika itu tidak melanggar janji dan motto dari Black Lion sendiri tidak akan mempermasalahkan nya "
"Oh gitu oke deh Chagi..Sarah cerewet ya?"
"Tidak apa-apa Sayang, Justru Abang Senang bisa bercerita dan jika ada sesuatu yang kamu inginkan ketahui bertanyalah Abang pasti akan menceritakan pada mu apa Abang ketahui "
"Terimakasih Chagi "
"Sama sama, ya sudah kita sudah sampai di laboratorium"
"Waw... Canggih bener itu alat-alat nya. " Ucap Sarah kagum melihat ke arah banyak nya tabung dan peralatan lainnya yang terdapat di laboratorium tersebut
__ADS_1
Dimas hanya tersenyum melihat Sarah yang kagum.
"Selamat datang Bos " Ucap kepala staf yang bertugas di laboratorium
"Hmm, ini perkenalkan Sarah istri Saya jadi mulai sekarang kalian harus menghormati nya"
"Baik Bos"
"Bos apa tidak mengadakan resepsi pernikahan di jogja atau di negara A, para Mafioso yang di berbagai negara pasti menantikan itu "
"Itu pasti di laksanakan setelah Sarah lulus dari SMA nya "
"Baik Bos, selamat pernikahan nya "
"Hmm "
Dimas dan Sarah berjalan meninggalkan laboratorium menuju belakang Markas
Sesampai di belakang Markas, Banyak dari para Mafioso yang sedang berlatih menembak dan sebagainya.
"Selamat datang bos " Ucap mereka kompak
"Hmm, lanjutkan latihannya " Ucap Dimas
"Baik Bos " Jawab mereka lagi.
Sarah kembali terkagum-kagum melihat dari mereka yang sangat berani menggunakan berbagai senjata.
Dimas dengan cepat menutupi mata Sarah dengan telapak tangan nya karena dari sebagian Mafioso ada yang tidak menggunakan baju saat latihan.
Dimas tidak menjawab melainkan ia malah memandang Devils pada para Mafioso yang berlatih tanpa baju tersebut.
Setelah memperingati mereka dengan tatapan tajam, Dimas langsung membawa Sarah untuk ke ruang istirahat nya yang ada di Markas.
Setelah kepergian Dimas dan Sarah, para Mafioso tersebut langsung takut karena telah membuat sang bos marah.
"Jadi bagaimana ini, Bos pasti marah besar" Ucap salah satu dari Mafioso
"Kalian juga, sudah tau Bos datang bersama dengan nona Sarah kalian malah latihan tidak menggunakan baju dan juga mulai dari sekarang nona Sarah dan queen akan sering ke Markas untuk latihan juga" Jawab dari mereka lainnya
"Iya tapi gerah jika latihan menggunakan baju"
"lebih baik gerah atau tidak ada kepala?"
"Iya mendingan gerah"
"Nah itu tau, lebih baik nanti kalian diam dan minta maaf pada bos"
"Baiklah"
Sedangkan Dimas dan Sarah sudah sampai di ruang istirahat Dimas
"Chagi sebenarnya ada apa?"
"Tidak apa-apa Sayang, Abang hanya tidak ingin mata Suci mu melihat yang bukan halal untuk kamu lihat"
__ADS_1
"Memang tadi ada apa?"
"Tidak apa-apa Sayang, bagus deh jika kamu tidak sempat melihat nya "
"Oh kirain ada apa "
"Ya sudah sayang, kamu istirahat saja dulu ya. Abang masih ada pekerjaan"
"Iya Chagi "
Dimas meninggalkan Sarah di ruang istirahat.
Dimas berjalan dengan cepat menuju tempat latihan.
Sesampai di sana ternyata ada Riki juga di sana.
"Kalian tau apa kesalahan yang kalian perbuat?" Tanya Dimas dengan nada Tajam
"Kami mengerti Bos, "
"Bagus, karena Sarah tadi tidak sempat melihat nya untuk itu ini adalah peringatan untuk kalian semuanya mulai saat ini latihan nya harus menggunakan baju jika boleh saja tidak menggunakan nya asal tidak ada istri ku dan queen di sini. Beruntung hari ini adalah Aku dan istri ku seandainya tadi itu king dan terjadi pada queen maka tidak ada ampun untuk kalian" Ucap Dimas
"Baik Bos, kami berjanji tidak akan mengulangi nya lagi "
"Bagus " Ucap Dimas
setelah mengucapkan itu Dimas meninggalkan tempat latihan dan berjalan kembali ke ruang istirahat karena hari sudah semakin sore. Mereka harus kembali besok pagi Sarah harus sekolah pagi hari
Riki yang sangat mengerti apa yang di rasakan oleh Dimas karena kejadian ini, karena Riki pun akan melakukan apapun untuk orang yang membuat istri nya melihat yang bukan halal di lihat nya. Apalagi Sarah masih sangat muda dan masih polos.
Sesampai di ruang istirahat.
"Dim, kalian sudah mau pulang?" Tanya Riki
"Iya bro, sudah sore"
"Ya sudah bareng aja, Aku juga sudah mau pulang ke Mension"
"Ya sudah Aku panggil Sarah dulu".
"Oke"
Dimas berjalan masuk ke dalam ruang istirahat
"Sayang, Ayo kita pulang" Ucap Dimas
"Sudah pekerjaan nya?"
"Sudah sayang, ayo".
"Iya Chagi"
Dimas dan Sarah keluar dari ruang istirahat dan berjalan keluar Markas tempat mobil terparkir di mana Riki sudah menunggu mereka.
Akhirnya mereka pulang bersama ke mension.
__ADS_1