Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
POSITIVE


__ADS_3

Kembali ke rumah sakit, lebih tepatnya diruang kandungan.


Sarah yang masih bingung dengan apa yang ada di layar tersebut.


“Dok, Maksudnya apa itu ya?” Sarah bertanya dengan wajah bingung


Sebelum Dokter Risa menjawab, Dimas yang sudah memahami keadaan langsung mencium puncak kepala Sarah.


“Sayang sebentar lagi kembar akan memiliki adik” Ucap Dimas


Mendengar Ucapan dari suaminya, Sarah masih tidak menyangka di umurnya yang baru memasuki 16 tahun dan akan 17 tahun akan menjadi seorang ibu, namun begitu Sarah sangat senang akan kabar ini.


Sarah melihat ke arah Dokter Risa meminta penjelasan.


“Benar Nona, Anda saat ini tengah mengandung, di layar tersebut sudah sangat terlihat dari buah hati Anda, dan kemungkinan usianya baru memasuki 2 minggu” jelas Dokter Risa


Tanpa sadar air mata Sarah mengalir...


“Chagi, Ini benaran kan ?” Sarah masih bingung dengan apa yang baru saja ia dengar dan lihat


“Benar Sayang, Kenapa kamu menangis hmmm?”


“Sarah hanya tidak menyangka aja Chagi, Allah sudah memberi kepercayaan pada Sarah secepat ini”


“Sayang, Chagi yakin kamu pasti bisa, bukan kita pasti bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak kita “


“Aamiin”


Dimas melihat ke arah dokter Risa


“Dok, tolong nanti hasil USG nya di print ya” Ucap Dimas


“Baik Tuan”


“Hmmm, oh ya dok istriku setiap pagi dia selalu mual, apa yang harus di lakukan supaya dia tidak merasakan mual lagi?”


“Hal tersebut suatu yang biasa terjadi ketika ibu yang tengah mengandung apalagi dengan usia kehamilan yang masih sangat muda, tapi tuan tenang saja nanti saya kasih resep untuk mengurangi mual yang di rasakan nona Sarah” Dokter Risa menjelaskan


“Oh ya Dok, bagaiamana dengan usia istri saya? Apakah akan berdampak pada anak kami?”

__ADS_1


Sebelum menjawab pertanyaan Dimas, Dokter Risa tersenyum dan berpikir dalam hati “Sudah tau istrinya masih dibawah umur udah di nikahi”....tapi itu hanya bisa diucapakan dalam hati.


“Inn Sya Allah tidak akan apa-apa Tuan, asalkan nona Sarah tidak mengerjakan hal yang membuat kandungannya tergoncang, dan juga untuk hubungan suami istri di tahan dulu”


“Baik Dok, Terimakasih”


“Sama-sama Tuan”


Setelah selesai pemeriksaan Dimas dan Sarah meninggalkan rumah sakit, sedangkan semua vitamin dan obat untuk memperkuat kandungan juga suda di bawa mereka.


Tanpa mereka tau, di sekolah Sarah tengah ramai oelh sebuah vidio


Kembali ke Dimas dan Sarah, di perjalanan pulang Sarah hanya diam tapi tangannya memegang perutnya yang masih rata.


“Chagi, Kita mampir dulu ya cari rujak” Ucap Sarah tiba-tiba


“Baik Sayang, ada lagi?”


“Hmmm itu aja, ntar Sarah mau makan buatan bang Zain jika sudah sampai rumah”


“Sayang, kamu benaran mau makanan yang dibuat oleh bos?”


“Boleh dong sayang” Dimas menjawab dengan pasrah, dan berpikir dalam hati “kenapa Istrinya ngidam masakan bos bukan masakan dirinya yang notabennya suaminya”....


Setelah beberapa saat kemudian Dimas memberhentikan mobilnya di samping penjual rujak.


“Sayang, kamu tunggu di mobil aja ya, biar Chagi yang beli. Oh ya mau apa aja buahnya?”


“Apa aja Chagi dan banyakin magganya ya...”


“Baik sayang”


Dimas turun dari mobil dan langsung menghampiri penjual rujak.


“Pak, rujaknya seporsi ya jangan terlalu pedas dan banyakin mangganya dan juga jangan da buah nanas nya ya pak”


“Istrinya hamil ya tuan?” penjual rujak langsung bertanya


“Alhamdulillah iya pak”

__ADS_1


“Selamat ya Tuan, semoga ibu dan anak anda sehat selalu”


“Aamiin, terimakasih pak” Ucap Dimas sambil menyerahkan uang dan mengambil rujak yang sudah disiapkan untuknya.


“Kebanyakan tuan uangnya?”


“Ambil aja pak sisanya”


“Terimaksih Tuan”


“Sama-sama”


Dimas langsung kembali ke mobil dengan satu bungkus rujak di tangannya.


“Sayang, ini rujaknya” Ucap Dimas sambil menyerahkan rujak pada Sarah


“Terimaksih Chagi”


“Sama-sama”


Dimas langsung mengendarai mobilnya dan menuju mension. Sedangkan Sarah juga langsung menyantap rujaknya.


“Sayang apa tidak masam?”


“Ngak kok Chagi mlah enak banget, Chagi mau?”


“Ngak sayang, Chagi ngak mau. Kamu makanlah pelan-pelah tapi ya”


“Oke Chagi jangan nyesal loh jika rujaknya sudah habis ntar”


Dimas hanya menggelengkan kepalanya ketika mendengar apa yang baru saja istri kecilnya itu ucapkan.


Setelah perjalan kurang lebih 10 menit dan rujak Sarah juga sudah habis, mpbil yang di kendarai Dimas memasuki gerbang mension.


Ternyata mension sudah ramai kembali, Nisa dan Anam, Hasan dan Zainab suda kembali, begitupun dengan Ilham dan ketiga temanya.


Mereka tengah duduk di ruang tamu menunggu kabar yang dari Dimas dan Sarah tentunya. Tapi sebelum itu tiba-tiba.... Sarah yang hendak turun dari mobil membuka handpone nya langsung menjerit.....aaaaa......


...****************...

__ADS_1


Maaf ya sahabat author semuanya sudah sangat jarang update tapi inn syaa Allah kedepannya author akan sering update....dan mohon doanya untuk author dan semoga sahabat author semuanya juga dalam keadaan sehat semuanya.. Aamiin


__ADS_2