
Di kediaman Hasan
Setelah selesai makan bersama, keluarga dari pihak laki-laki di persilahkan untuk istirahat di rumah Subki yang memang di siapkan untuk mereka ketika menginap di desa.
Karena waktu sudah menunjukkan pukul 12:20, para kaum laki-laki bersiap untuk shalat Dzuhur berjamaah di masjid, sedangkan kaum wanita shalat Dzuhur nya di rumah.
Di kamar Cahaya
Karena kembar sudah bangun, jadi Cahaya membawa mereka untuk ke luar kamar. supaya sanak saudar yang hadir di sana bisa melihat kembar dengan leluasa.
Di ruang TV
"Cahaya, anak-anak mu manggil mu dan bang Zain apa?" Tanya Husna
"Bunda dan Ayah, tadi nya sih pengen Abi dan Umi. Tapi kan Abi dan Umi sudah ada di keluarga Hubby" Jelas Cahaya
"Oh gitu, Subhanallah ya Cahaya mereka sangat mengemaskan" Ucap Husna lagi
Cahaya mendengar penuturan dari sahabat nya itu hanya tersenyum.
"Sarah ikut Umi ke rumah Abang ya Bu?" Tanya Cahaya pada Zainab
"Iya nak, tadi itu sebenarnya Mau kamu yang anter Umi dan yang lainnya tapi kan Kembar tadi masih tidur" Jawab Zainab
"Iya sudah tidak apa-apa Bu, ada Bang Sak juga di sana"
"Iya"
Cahaya beralih pada sahabat dan saudaranya yang sedang duduk di depannya sambil mengelus kepala kembar
"An, kapan balik dari pondok?" Tanya Cahaya
"Kemarin, Yuk"
"Owalah, enak ya sekarang jika Izin nikahan di perbolehkan pulang. Dulu pas Cahaya tidak di perbolehkan pulang" Ucap Cahaya
"Sebenarnya tidak di perbolehkan juga Yuk, cuma bayar denda satu hari nya satu sak semen. Alhamdulillah nya di bayarin sama Bang Dimas lewat Mekdo ( Zainab)" Jelas Ana
"Owalah. Sama aja berarti. Ya sudah tidak apa-apa yang penting bisa berkumpul kita".
"Iya Yuk, Alhamdulillah. ya itung-itung sedekah sama pondok bang Dimas nya"
"Iya, oh ya besok mau kuliah?" Tanya Cahaya pada Ana
"Rencana nya gitu Yuk, tapi lihat biaya kuliah sekarang mahal. belum lagi biaya kos kosan nya"
"Oh gitu, kamu tenang saja. Hubby dan yang lainnya ada proyek asrama khusus mahasiswa di Jambi, biayanya gratis. "
"Benaran yuk?"
"Iya beneran. Yang penting sekarang kamu selesai kan mondok nya. Jika sudah ntar kasih kabar ke Ayuk."
"Terimakasih Yuk"
"Sama sama. kita kan saudara jangan sungkan."
"Iya Yuk"
Kini Cahaya beralih pada Miftah yang usianya sama seperti Ana cuma miftah tidak mondok di pesantren melainkan SMA di desa seberang
"Kamu gimana Mif?" Tanya Cahaya
__ADS_1
"Belum kepikiran Yuk. Soalnya otak ku kyk nya tidak sanggup mau kuliah. mungkin langsung kerja aja"
"Oh gitu ya sudah tidak apa-apa"
Cahaya tersenyum mendengar ucapan dari Miftah.Karena memang IQ semua orang tidaklah sama.
"Nak, kamu Shalat saja dulu. Biar kembar Ibu dan yang jagain mereka" Ucap Zainab pada Cahaya
"Baik Bu. Kalian pada tidak shalat?" Tanya Cahaya pada Ana, Husna dan Miftah
"Shalat Yuk, Kami shalat di kamar Sarah saja" Jawab Ana dan Husna berbarengan, Sedangkan Miftah sedang tidak shalat
"Ya sudah gantian saja shalat nya" Ucap Cahaya
"Ya Yuk"
Cahaya akhirnya masuk ke dalam kamar, untuk menunaikan shalat Dzuhur di kamar nya. Sedangkan Ana dan Husna juga berdiri dari duduknya berjalan ke kamar Sarah untuk shalat Dzuhur.
Setelah beberapa saat kemudian
Zain dan Hasan di ikuti Ilham di belakang nya baru pulang dari Masjid
"Assalamualaikum" Ucap Hasan ketika hendak masuk rumah
"Wa'alaikumussalam" Jawab Zainab
Zain, Hasan dan Ilham masuk ke dalam rumah
"Ibu, Zain masuk ke dalam kamar dulu ya" Ucap Zain dengan sopan
"Iya Nak, Cahaya juga baru masuk kamar hendak shalat Dzuhur" Jawab Zainab
Zain berjalan masuk ke dalam kamar nya, berlalu meninggalkan Zainab dan Miftah yang menunggu kembar
Sesampai di dalam kamar, Zain langsung merapikan sejadah dan Sarung yang di pakai nya untuk shalat dan berganti menggunakan celana.
Setelah selesai berganti pakaian, Zain duduk di atas kasur sambil memainkan handphone nya, selingi dengan melirik Cahaya yang tengah shalat.
Setelah beberapa saat kemudian, Cahaya sudah selesai shalat Dzuhur nya.
"Hubby, sudah lama pulang nya?"
"Tidak juga Sayang, Oh ya Sayang nanti malam di rumah ada acara?"
"Tidak ada seperti nya bang, mungkin besok ada. Para pemuda-pemudi nya menyiapkan kayu bakar dan lainnya"
"Oh gitu, Hubby mau membicarakan tentang data yang hendak kerja di proyek jambi itu Sayang".
"Oh gitu, oh ya By. Cahaya ingat bahwa Ana itu pingin kuliah, Namun dengan kendala biaya nya "
" Sayang, kamu tenang saja. Nanti sekalian kita bicarakan bersama dengan yang lainnya di untuk masalah itu. Hubby juga kan sudah menyiapkan Asrama gratis untuk mahasiswa." Jelas Zain
"Oh gitu ya by, Cahaya seneng banget punya Suami yang sangat pemurah seperti Hubby" Ucap Cahaya
"Sayang, hubby itu juga masih banyak belajar. Malah hubby banyak berubah ketika kenal dengan mu"
"Kita sama sama memperbaiki diri saja by. Biar bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita"
"Iya Sayang"
"Ya sudah by, Kita keluar yok. Kembar di luar bersama Ibu dan Miftah tadi"
__ADS_1
"Iya sayang"
Akhirnya Zain dan Cahaya keluar dari kamar nya menuju ruang TV tempat di mana kembar berada
"Bagaimana Bu, mereka nangis nggak?" Tanya Cahaya pada Zainab
"Nggak kok Sayang, Mereka anteng banget malah"
"Alhamdulillah jika seperti itu. Ibu jika mau shalat Dzuhur silahkan. Kembar sudah Cahaya dan hubby saja yang jaga"
"Baiklah nak"
Akhirnya Zainab berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar nya
Kembar akhirnya bersama Ayah dan Bundanya.
Ada Miftah juga duduk di sana
"Sayang nya Ayah, Anteng banget" Ucap Zain sambil tersenyum kepada ketiga buah hatinya
"Iya dong Ayah, kan kami anak shaleh dan shalehah" Ucap Cahaya yang menjawab ucapan dari Zain
Zain hanya tersenyum
Setelah beberapa saat kemudian Ana dan Husna juga bergabung bersama Cahaya dan Zain serta Miftah.
"Yuk, Bang Kami pulang ke rumah dulu ya" Ucap Ana
"Iya Na." Jawab Cahaya
Sedangkan Zain hanya tersenyum
Ana akhirnya meninggalkan rumah orang tua Cahaya tersebut.
Sedangkan Husna masih di sana bergabung dengan Zain dan Cahaya
"Bang, Ini Husna sahabat nya Cahaya yang ikut kita makan bakso itu loh ingat nggak?" Tanya Cahaya pada Zain
"Iya Sayang, ingat kok" Jawab Zain
Cahaya tersenyum mendengar ucapan dari Zain
" Cahaya, Aku sama Miftah pulang dulu ya" Ucap Husna
"Oh gitu ya sudah. Tapi tadi sudah makan siang kan?"
"Alhamdulillah sudah tadi bareng bareng dengan yang lainnya juga"
"Oh gitu ya sudah. terimakasih Ya sudah mau membantu ngerewangi"
"Sama sama "
Akhirnya Husna dan Miftah pun pulang ke rumah masing-masing.
Tinggallah Zain dan Cahaya bersama kembar di ruang TV
kediaman Hasan memang sudah sepi tidak seperti sebelum waktu Dzuhur tadi masih ramai akan warga yang membantu merewangi.
Sedangkan di rumah Subki
Sarah yang masih di sana menemani Umi dan Tika, juga sudah harus kembali ke rumah nya, setelah Subki, Riki dan Dimas pulang dari masjid.
__ADS_1