
Di Jambi
Anam dan yang lainnya sudah berada di dalam pesawat pribadi milik nya menunggu Jogja.
Di pesawat
Sarah duduk di kursi samping Tika. Tika termasuk orang yang banyak diam nya hanya sesekali berbicara jika di tanya.
"Yuk Tika kok bisa bertemu dengan Abi dan Umi?" Tanya Sarah
"Hmm itu kemarin pas Ayuk jualan minuman di lampu merah bertemu dengan Abi dan Umi"
"Oh gitu, Orang tua Ayuk di mana?"
"Orang tua ayuk sudah meninggal dunia, Ayuk hanya sendiri"
"Maaf ya yuk Sarah dak bermaksud untuk membuat Ayuk sedih"
"Iya tidak apa-apa"
Sarah tersenyum mendengar ucapan dari Tika.
******
Di Jogja
Mension Zain
Dimas sudah menyiapkan semuanya untuk menyambut kedatangan Sarah, baik dari segi kamar dan juga lainnya karena memang Sarah tidak di perbolehkan bawa barang apapun. Karena Dimas sudah menyiapkan semuanya.
Cahaya di bantu oleh Tina dan Witri membawa kembar ke ruang tamu
Karena Zain dan Riki sudah berada di perusahaan.
Di Ruang tamu
"Kak Dimas!" Panggil Cahaya ketika melihat Dimas yang sedang duduk di kursi ruang tamu
"Iya Cahaya"
"Kak, Cahaya dengar dari hubby jika Umi dan Abi bertemu dengan seorang perempuan di Jambi ya"
Zain memberikan kabar pada Cahaya tentang Tika sebelum Umi dan yang lainnya sampai ke Jogja.
"Iya, Kakak saja baru tau dari Sarah barusan"
"Oh gitu, apa sudah di periksa indentitas nya kak?"
"Seperti nya Abi sudah menyuruh Mafioso untuk menyelidiki nya"
"Oh gitu, Cahaya hanya tidak ingin kejadian kemarin terulang kembali"
"Iya Cahaya, Kamu Tenang saja Abi bukan lah orang yang mudah untuk percaya pada orang yang baru di kenal"
"Bagus lah gitu, oh ya kak Sarah tinggal di Jogja berapa lama?"
"Kakak juga kurang tau, tapi sepertinya cukup lama karena untuk dari KUA nya kita bawa dari Jogja, supaya pengurusan berkasnya mudah nantinya"
"Oh gitu baiklah"
__ADS_1
Dimas hanya tersenyum mendengar ucapan dari Cahaya.
Dimas mendekat ke arah troler si kembar. Ketika Dimas sudah berada di depan troler kembar, mereka bertiga langsung mengangkat kedua tangan nya seperti sedang meminta di gendong oleh Dimas.
"Ponakan uncle mau di gendong ya, tapi uncle hanya bisa gantian ya di gendong nya" Ucap Dimas pada ketiga ponakan nya tersebut.
Cahaya dan yang lainnya menyaksikan tersebut hanya tersenyum.
Dimas menggendong Syafira terlebih dulu, setelah beberapa menit berpindah ke Ziyad dan setelah itu baru Zahid yang terakhir di gendong oleh Dimas.
Setelah beberapa saat kemudian, Dimas dan para Mafioso sudah bersiap ke Bandara Yogyakarta internasional airport untuk menjemput Abi, Umi dan Sarah tentunya.
Sedangkan Zain dan Riki juga sudah kembali ke mension bertemu dengan kembar.
Yang menjemput di bandara hanya Dimas dan juga beberapa Mafioso yang mengamankan kedatangan keluarga Anam tersebut.
Bandara Yogyakarta internasional airport
Baru saja pesawat pribadi milik Anam tersebut landing 🛬.
Sarah juga sudah bersiap siap untuk turun dari pesawat. Di ikuti Tika di belakang nya.
Sedangkan Abi dan Umi turun terlebih dulu.
Kedatangan Anam dan yang lainnya sudah di tunggu Dimas dan juga para Mafioso yang siap siaga mengamankan kedatangan tuan besar dan nyonya Anam kembali ke Jogja.
Dimas berjalan menuju Nisa dan Anam dengan tersenyum senang.
"Assalamualaikum Bi, Umi" Ucap Dimas
"Wa'alaikumussalam, Sudah lama nunggu nya?" Tanya Nisa
"Tidak kok Mi, Baru juga sampai,
"Sayang, kamu satu mobil dengan abang ya, biar Umi dan Abi di mobil pertama" Ucap Dimas pada Sarah
"Iya Bang" Jawab Sarah tersenyum senang
Setelah Anam dan Nisa masuk kedalam mobil pertama, Kini Sarah berjalan mengikuti Dimas ke mobil satunya lagi.
Di Mobil pertama
"Tika Sayang, pasti kamu bertanya-tanya, Siapa laki laki tadi" Ucap Nisa setelah tadi melihat wajah Tika sedikit kebingungan melihat Dimas
"I Iya Umi, " Jawab Tika gugub
"Nanti Umi ceritakan lengkap nya tapi yang harus kamu tau sayang bahwa tadi namanya Dimas dan dia anaknya kedua nya Umi dan Sarah adalah Calon istri nya" Jelas Nisa
"Oh gitu, Umi tapi sepertinya Sarah masih sangat muda Umi ya?" Tanya Tika sedikit Pelan
"Iya sayang, tapi umur bukanlah penghalang untuk sebuah hubungan"
Tika hanya mengangguk kan kepalanya mendengar penuturan dari Nisa.
Sedangkan di mobil kedua
Dimas hanya menatap wajah Sarah dalam dalam, Matanya memancarkan kerinduan disana.
"Bang, jangan lihat Sarah seperti itu" Ucap Sarah merasa tidak enak karena di lihatin dari tadi oleh Dimas
__ADS_1
"Abang hanya melihat ke arah Calon istri sendiri. Apa tidak boleh?"
"Iya tapi jangan gitu juga bang, Sarah kan jadi malu"😚...
"Kamu sangat menggemaskan Sayang jika seperti itu, tapi jangan bersikap seperti itu ya pada laki-laki lain"
"Iya bang, Sarah tau batasan kok"
"Terimakasih Sayang sudah mengerti Abang"
"Sama sama bang"
Tidak berapa lama kemudian mobil mereka memasuki kawasan Mension Zain.
Tika sedikit bingung ketika melihat keliling nya hanya di penuhi hutan tapi yang begitu terawat.
10 menit berlalu kini mobil mereka berhenti di depan gerbang Mension mewah Zain.
Tika di buat terkejut ketika melihat di depan nya ada sebuah mension yang begitu indah dan mewah terkesan elegan.
Setelah di deteksi Mobil mereka dan di persilahkan untuk masuk ke dalam halaman mension.
Di depan mension sudah ada Zain, Cahaya dan Riki serta kembar yang berada di dalam gendongan Mereka bertiga.
"Assalamualaikum, Abi" Ucap Cahaya
"Wa'alaikumussalam Nak, sini biar Abi yang gendong Zahid" Ucap Anam ketika melihat Zahid yang sedang di gendong Cahaya.
Cahaya dengan tersenyum memindahkan Zahid ke dalam gendongan sang Opa.
Mereka semua masuk ke dalam mension.
Di ruang tamu juga sudah di siapkan beberapa Snack, Cake dan minuman menyambut kedatangan mereka.
Cahaya duduk di samping sang adik
"Bagaimana perjalanan tadi?" Tanya Cahaya pada Sarah
"Alhamdulillah yuk tidak ada kendala"
"Alhamdulillah"
"Oh ya Yuk kembar gemuk banget ya sekarang" Ucap Sarah ketika melihat kembar tambah gemuk
"Iya Alhmadulillah, mereka sangat cepat pertumbuhan nya baru saja satu bulan lebih umur nya"
"Iya yuk"
Setelah beberapa saat kemudian mereka kembali terdiam.
Tika dari tadi hanya diam, bingung bercampur iri melihat keharmonisan keluarga yang ada di hadapannya itu tanpa di sadari Tika meneteskan air mata yang sudah tak terbendung ketika teringat Ayah dan Ibu nya sudah tiada.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Nisa pada Tika
"Tidak ada apa-apa Umi, Tika hanya terharu melihat keharmonisan keluarga ini dan teringat Ayah dan Ibu nya Tika" Jawab Tika pelan karena air mata nya masih saja menetes
"Sayang, jangan sedih lagi karena sekarang kami adalah keluarga mu jadi kamu tidak sendirian lagi"
"Terimakasih banyak Umi sudah mau menerima Tika, walaupun sebenarnya kita tidak saling mengenal"
__ADS_1
"Sama sama Sayang, oh ya semuanya Umi ingin memperkenalkan Perempuan Cantik Tersebut bernama Tika Putri dan Sekarang akan menjadi bagian dari keluarga Anam dan akan menjadi adiknya Riki, Dimas, Zain. Dan ingat sayangi dia sebagai adik kalian"
"Baik Umi" Jawab Zain,Dimas dan Riki bersamaan.