
Ketika adzan isya berkumandang di kota Yogyakarta, Di saat itulah Pesawat pribadi milik Zain landing di Bandara Yogyakarta internasional airport.
Sesampai di di Jogja, kembar sangat nyenyak dalam tidur mereka, Zain dan Cahaya di bantu oleh Tina dan Tiwi yang sudah menunggu kedatangan mereka di bandara tersebut dengan membantu mengendong kembar, sedangkan Riki serta para Mafioso membaw beberapa koper milik mereka.
"Terimakasih bi" Ucap Cahaya pada Tina dan Tiwi yang membantu nya
"Sama sama nyonya"
Kini mereka sudah di dalam mobil menuju mension.
Sedangkan di Jambi
Sarah dan Dimas masih berkeliling di rumah sanak-saudara yang harus di kunjungi sebagai pengantin baru seperti yang di lakukan oleh Zain dan Cahaya satu tahun lalu.
Kembali ke Jogja
Setelah menempuh perjalanan cukup dari bandara menuju mension, Akhirnya mobil yang membawa mereka sampai juga. Cahaya bernafas lega ketika mobil mereka memasuki gerbang mension.
Desa di mension, Cahaya di bantu oleh Tina dan Tiwi membawa kembar masuk ke dalam kamar mereka dan di ikuti oleh Zain tentunya. Sedangkan Riki juga menuju kamar nya.
Setelah kembar sudah anteng di dalam boks mereka, Tina dan Tiwi keluar dari kamar king dan queen mereka. Kini tinggallah Zain dan Cahaya di sana.
"Sayang, hubby mandi duluan atau mandi bareng ni?" Tanya Zain pada Cahaya sambil tersenyum menyeringai
"Hubby mandi duluan aja, Cahaya masih mau merapikan pakaian koper" Jawab Cahaya tersenyum
"Hmm, baiklah Sayang" Jawab Zain sedikit kecewa
Cahaya yang melihat raut wajah sang suami berubah menjadi lesu, Cahaya tak enak hati dan merasa bersalah karena Cahaya tau apa yg sebenarnya suaminya inginkan saat ini.
Setelah Zain masuk ke dalam kamar mandi, Cahaya yang tadinya berniat untuk membereskan sesuatu, tapi di urungkan nya. Dan kini Cahaya bersiap untuk mandi, namun bukan mandi bareng suami nya di kamar mereka melainkan di kamar mandi di kamar sebelah kamar mereka.
Setelah beberapa saat kemudian Zain keluar dari kamar mandi dan melirik ke arah keseluruhan kamarnya tidak melihat adanya Cahaya di sana. Zain tidak banyak pikir karena mungkin Cahaya sedang ke dapur.
Setelah selesai berganti pakaian tidur, Zain langsung berbaring di atas kasur menunggu kedatangan Cahaya.
Namun setelah beberapa saat kemudian, Cahaya baru saja muncul dari luar dengan badan yang masih di bungkus oleh baju mandi khusus milik Cahaya yang tertutup rapi serta jilbab di kepala nya.
"Sayang kenapa mandi di kamar sebelah?" Tanya Zain pada Cahaya
"Tidak apa-apa Hubby, supaya cepat aja" Jawab Cahaya tersenyum.
Zain tidak curigai sedikit pun dengan apa yang akan Cahaya lakukan. Bertapa terkejut Zain ketika melihat Cahaya keluar dari ruang ganti dengan baju dinas nya.
"Sayang" Ucap Zain langsung duduk dari baring nya dan berjalan ke arah Cahaya sedikit berlari pelan.
__ADS_1
"Maaf ya by, tadi membuat hubby marah karena Cahaya tidak ikut mandi bareng nya" Ucap Cahaya merasa bersalah
"Sayang hubby tidak marah sama kamu, maafkan hubby juga ya yang mungkin tidak bisa mengendalikan keinginan hubby yang mana kamu pasti lelah seharian mengurusi kembar dan kita dari perjalanan dari Jambi" Jelas Zain
"Cahaya tidak lelah kok by, gimana jadi nggak?" Ucap Cahaya dengan tersenyum pada Zain
Mendengar pertanyaan dari Cahaya, Zain langsung mengangkat Cahaya dan di baringkan di atas kasur.
"Bismillahirrahmanirrahim" Ucap Zain dalam hati ketika mencium Ubun-ubun Cahaya.
(Setelah itu....para sahabat semuanya mungkin sudah mengerti apa kelanjutannya..)
****Pagi harinya
Di desa pulau, Setelah pulang dari masjid Dimas bersama Sarah untuk olahraga pagi (Meraton) di sekitar desa.
"Sayang, jalan pagi yok!" Ajak Dimas pada Sarah
"Ayok "
Akhirnya Dimas dan Sarah Meraton pagi setelah mereka berdua berganti pakaian olahraga mereka.
Ketika mereka tengah Meraton, banyak dari para remaja yang hendak pergi ke sekolah bersama, lebih tepatnya di antara mereka adalah teman kelas nya Sarah ketika SMP.
"Beruntung banget ya Sarah, punya Suami tampan, baik dan shaleh lagi. " Ucap nya
"Ya memang beruntung tapi jodoh itu cerminan diri kita sendiri kalian kan tau keluarga Sarah gimana orang nya. Baik pada Semuanya dan juga taat akan Agama" Jawab salah satu teman yang lainnya
"Iya ya, ya sudah deh yok berangkat"
"Hmm"
Sedangkan orang yang di bicarakan mendekat ke arah mereka ya itu Sarah dan Dimas
"Semangat ya teman-teman sekolah nya" Ucap Sarah dengan ramah
"Wajib itu Sar, jika tidak semangat gimana mau sukses seperti Suami lo" Jawab Salah satu dari mereka
"Bagus deh. Sarah dan Bang Dimas pulang dulu ya, " Ucap Sarah
"Oke Sar"
Dimas hanya tersenyum melihat interaksi antara Sarah dan teman-teman nya.
Dimas dan Sarah kini berjalan santai kembali ke rumah.
__ADS_1
Sedangkan di Jogja
Setelah shalat Subuh, Cahaya yang biasanya langsung beraktivitas di dapur, kini ia hanya berbaring di atas kasur setelah mengantikan popok kembar.
"Sayang, jika kamu mau tidur lagi, tidurlah kamu pasti lelah karena tadi malam hubby terlalu bersemangat"
"Tidak apa-apa by, Cahaya pingin tidur bentar lagi, Hubby mau ke ruang gym?"
"Iya Sayang sudah lama tidak olahraga"
"Iya sudah by, jika hubby sudah selesai nanti minta tolong bangun kan Cahaya ya"
"Ya sudah Sayang tidurlah yang nyenyak" tersenyum dan menciumi kening Cahaya.
Zain keluar dari kamar nya dan berjalan menuju ruang gym yang mana ternyata Riki sudah di sana.
"Semangat bener bro" Ucap Zain pada Riki
"Iya harus bos, Udah beberapa hari tidak olahraga jadi takut nya ototnya kaku"
"Iya Rik, oh ya nanti ada jadwal apa aku?"
"Tidak ada meeting bos, cuma bos harus menandatangani beberapa berkas yang sudah numpuk"
"Oh okelah"
Setelah mengatakan itu Zain langsung memulai olahraga nya.
Sedangkan di Jambi
Setelah pulang meraton, Dimas dan Sarah mandi, setelah itu Sarah kedapur membantu Ibu menyiapkan sarapan, sedangkan Dimas duduk di ruang tv bersama dengan Hasan di sana
"Tadi malam sudah selesai semua di kunjungi Nak?" tanya Hasan
"Alhamdulillah sudah Yah, "
"Alhamdulillah jika seperti itu. Rencana kalian mau kemana hari ini?"
"Belum ada Yah, cuma besok pagi inginnya ajak Aisyah dan juga Ibu Ayah berwisata yang ada di Jambi"
"Oh gitu, ya Ayah mah terserah kalian Ayah ikut aja"
"Alhamdulillah jika Ayah tidak keberatan" Dimas tersenyum
Setelah beberapa saat kemudian mereka kini sudah di dapur dan kini mereka tengah menyantap Sarapan pagi mereka dengan damai.
__ADS_1