Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Sibuk


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, tak terasa waktu pernikahan Sarah dan Dimas hanya menghitung hari. Walaupun banyak permasalahan yang di hadapi mereka, dengan kerja sama sangat mudah di lewati.


Kini semua orang yang tinggal di mension Zain sedang sibuk menyiapkan beberapa barang yang akan di bawa ke jambi sekaligus menyambut kedatangan Abi, Umi beserta yang lainnya.


Sedangkan di Jambi


Kediaman keluarga Sarah dan Cahaya juga sedang di sibukkan untuk mempercantik tampilan rumah dan sekitarnya. rumah yang awalnya berwarna biru kini sudah berganti menjadi warna bernuansa abu abu. Di depan rumah yang biasanya ada balai dan ada beberapa pohon kelapa juga sudah di tiadakan supaya halaman rumah semakin luas untuk acara nantinya.


Tidak hanya warna cat tembok rumah yang berubah, kamar calon pengantin pun juga sudah banyak perubahan baik dari hiasan dan peralatan kamar.


Kamar Sarah di rombak menjadi sangat indah, walaupun tidak seindah nanti di h-1 pernikahan.


Sesuai dengan perintah dari Dimas, Sarah bener bener tidak kemana mana. Hanya di sekitar desa, jika keluar rumah selalu ada yang menemani nya, karena mewaspadai kejadian yang tidak diinginkan


Di rumah


Kini keluarga besar tengah bersantai bersama setelah seharian bergotong royong dan di bantu oleh banyak pemuda dan pemudi desa yang ikut andil membantu mempersiapkan segala sesuatunya untuk pernikahan Sarah dan Dimas dua Minggu lagi.


Sarah duduk di samping Kinan dan Linda Sambil mengelus kepala keponakan nya dari Subki yang masih kecil.


"Tidak terasa ya Bang, Cahaya sudah punya anak yang mana tiga sekaligus dan sebentar lagi Sarah juga akan menikah" Ucap Rafa pada Subki


"Iya, mau bagaimana lagi itulah hidup" Jawab Subki singkat


"Iya bang, oh ya untuk seserahan pernikahan Sarah bagaimana?" Tanya Zaki

__ADS_1


"Sudah di urus oleh makte dengan Kinan kemarin, dan besok pagi kita ambil barang nya di pasar" Jawab Subki


"Oh gitu, oke deh"


Hasan dan yang lainnya hanya bisa mendengar pembicaraan antara kakak beradik itu. Namun setelah beberapa saat kemudian Hasan berucap


"Bang, bagaimana hasil dari para pekerja yang ingin di perkerjakan yang di bicarakan oleh Dimas itu?" Tanya Hasan


"Alhamdulillah sudah banyak yang daftar Yah, tinggal nanti di serahkan pada Zain berkasnya" Jawab Subki


"Alhamdulillah, dengan adanya ini semoga membantu perekonomian warga desa"


"Alhamdulillah Yah, Abang yakin bahwa ini jalan Allah membantu warga di sini perekonomiannya lebih baik lagi"


Setelah beberapa percakapan kini para anak dan mantu beserta keluarga lainnya kembali ke rumah masing-masing, Sarah pun juga sudah kembali ke kamar nya untuk istirahat karena memang sudah waktunya untuk tidur siang.


Di mension Zain


Dimas tidak kalah sibuknya dengan Sarah di Jambi, karena Dimas sekarang sedang mengawasi para Mafioso yang membawa beberapa barang yang di beli nya untuk Sarah dan ada juga barang bersama yang akan di letakkan di kamar mereka nantinya.


Karena sudah siang hari, Dimas menyuruh para Mafioso untuk berhenti bekerja dan makan siang, yang mana para Mafioso yang bertugas di mension itu makan nya ada di belakang Mension yang khusus untuk para Mafioso. Tempat tersendiri yang sudah di siapkan oleh Zain untuk mereka semua. Dan jika yang di Markas mereka akan makan bersama di sana di masak oleh koki dari bagian Mafioso itu sendiri.


kembali ke mension


Dimas dan yang lainnya sudah berada di ruang makan untuk makan siang bersama.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Dimas dan yang lainnya kembali ke kamar masing-masing karena mereka akan menunaikan shalat Dzuhur di kamar masing-masing. Walaupun sebenarnya di mension sudah ada mushallah. Namun mereka lebih suka shalat di kamar masing-masing.


Di kamar Zain dan Cahaya


Zain dan Cahaya seperti biasanya jika lagi bersama maka mereka selalu melaksanakan shalat berjamaah terkecuali jika ada hal yang membuat mereka terpaksa tidak berjamaah. Setelah selesai shalat Cahaya melihat ke arah boks bayi kembar nya yang mana kembar tengah tidur, maklum saja baby memang banyak tidur di siang hari


Walaupun begitu pertumbuhan mereka sangat signifikan, baik dari berat badan mereka yang bertambah mengemaskan dan juga mereka sudah mulai aktif dan mengerti dengan sekeliling. Pertumbuhan dan perkembangan mereka memang tidak seperti baby yang baru berumur hampir 3 bulan, karena dari keturunan Zain dan Cahaya yang mempunyai kelebihan tersendiri untuk mereka.


Setelah memastikan kembar benar benar tidur, Cahaya kembali menatap ke arah sang Suami yang berbaring di kasur sambil memainkan handphone.


"By, bahagiamana perkerjakan di kantor?" Tanya Cahaya pada Zain Sambil duduk di atas kasur


"Alhamdulillah Sayang, semuanya lancar, oh ya Sayang bagaimana kuliah nya?"


"Alhamdulillah by, sudah tahap ngajuin judul skripsi walaupun sekarang masih ada beberapa mata kuliah"


"Alhamdulillah, semangat Sayang. Jika ada sesuatu yang tidak kamu mengerti ataupun Sulit di kerjakan sendiri. kasih tau biar hubby bantu"


"Tentu by, selalu semangat. terimakasih banyak by"


"Sama-sama Sayang, tidur siang mumpung kembar juga lagi tidur"


"Iya by"


Tidak berapa lama kemudian Cahaya benar benar tertidur pulas di dalam pelukan Zain.

__ADS_1


Zain yang melihat Cahaya sudah tidur dengan damai membuat Zain tersenyum. Setelah itu Zain mencium punggung kepala dari Cahaya.


"Tidurlah Bunda, Bunda pasti lelah seharian " Ucap Zain pelan


__ADS_2