
Setelah kepergian Riki mengantar Gavin dan Gabriel serta Ica kembali ke apartemen nya, Sarah dan Dimas kembali ke kamar nya, sedangkan Zain tengah di kamar sambil memperhatikan ketiga anaknya yang terlelap dalam tidur mereka.
Sedangkan di ruang makan, Cahaya makan dengan sangat lahap, karena Cahaya membutuhkan banyak asupan supaya Asi yang di hasilkan mencukupi kebutuhan ketiga anaknya, Namun walaupun begitu tubuh mungil Cahaya tidak berubah sedikitpun walaupun sudah melahirkan tiga baby mungil menggemaskan itu.
Setelah selesai makan, Cahaya langsung kembali ke kamar nya.
Karena jarak waktu shalat Maqrib dan isya sangatlah sebentar, Cahaya yang berjalan menuju kamar nya mendengar lantunan adzan isya berkumandang.
Cahaya langsung bergegas menuju kamar, sesampai di dalam kamar Cahaya melihat Zain yang tengah tersenyum melihat ke arah nya.
"Hubby kenapa senyumnya gitu?" Tanya Cahaya pada Zain
"Nggak papa, yuk sayang Ambil air wudhu setelah itu langsung shalat "
"Oh ya ayo "
Zain dan Cahaya langsung melaksanakan shalat isya setelah selesai mengambil air wudhu.
Tidak jauh berbeda dengan kamar Dimas dan Sarah, mereka kini juga sedang melaksanakan shalat isya berjamaah.
Sedangkan Riki baru saja sampai di depan apartemen milik Ica.
"Nggak mampir dulu bro?" Tanya Gavin pada Riki
"Nggak dulu deh, soalnya masih ada beberapa hal yang harus di urus. Besok pagi Aku jemput"
"Oke deh, ya sudah kami masuk ya"
"Iya"
Riki melihat ke arah Ica dengan tersenyum tipis. Ica yang merasa di lihatin langsung malu.
Setelah beberapa saat kemudian Gavin, Gabriel dan Ica sudah naik ke apartemen nya. Riki juga bergegas kembali ke mension.
Riki mengendarai mobil nya dengan sangat cepat, hanya hitungan menit Mobil yang di kendarai Riki sudah sampai di parkiran mension.
Riki langsung menuju kamar nya, karena ingin melaksanakan shalat isya.
Sedangkan di kamar Zain dan Cahaya
Setelah selesai shalat isya, mereka bersiap untuk tidur karena esok hari sangat sibuk
Sebelum tidur, Cahaya seperti biasa nya merawat kulit wajah serta tubuh nya. Sedangkan Zain yang sudah berbaring di atas kasur hanya tersenyum memandang ke arah Cahaya yang sedang sibuk dengan aktivitas nya di depan cermin.
Setelah melihat Cahaya sudah menyelesaikan rutinitas nya, Zain turun dari kasur dan berjalan mendekat ke arah Cahaya, tanpa Cahaya sadari Zain langsung mengangkat Cahaya dan di bawa nya ke kasur.
"By, jangan lupa matikan lampu nya" Ucap Cahaya
"Kamu tenang saja Sayang, turn on the lamp " Ucap Zain dengan bahasa Inggris.
Lampu kamar yabg tadi nya menyala kini langsung mati, kini kamar tersebut hanya diterangi oleh lampu tidur saja.
__ADS_1
*****************
Tepat pukul 3:00, Cahaya terbangun dari tidurnya setelah kelelahan oleh aktifitas nya tadi malam bersama sang Suami, Cahaya langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri dengan mandi wajib, Cahaya langsung membangunkan Zain untuk mandi juga.
"By, bangun mandi wajib, sebelum subuh" Ucap Cahaya sambil mengelus kepala Zain dengan Sayang
"Jam berapa Sayang?"
"Jam 3 by, "
"Sayang, kamu tidak pernah berubah ya walaupun sudah ada tiga anak masih saja sama seperti pertama" Ucap Zain dengan mata yang sudah terbuka dan melihat ke arah Cahaya dengan tersenyum
"Hubby ih, ngomong apa sih" Ucap Cahaya malu
"Sayang terimakasih ya, tadi malam"
"Sama-sama by, ya sudah mandi gih, sebentar lagi biasa anak-anak akan bangun"
"Tadi malam mereka tidak bangun Sayang?"
"Bangun by, cuma sebentar hanya haus"
"Oh gitu, ya sudah hubby mandi dulu"
"Hmm"
Zain bangun dari tidur nya dengan menggunakan baju mandi yang tadi Cahaya serahkan padanya.
"Sayangnya Bunda pada haus ya" Ucap Cahaya sambil menggendong Zahid dan memberikan susu
Setelah Zaid kenyang, bergantian dengan Ziyad yang menyusui setelah itu baru Syafira yang terakhir, karena Zahid dan Ziyad lebih banyak menghabiskan air asi nya di bandingkan Syafira.
Asupan ASI untuk bayi laki-laki dan perempuan itu berbeda kebutuhan nya.
********
Pagi harinya, Karena Cahaya hari ini harus ke kampus mempersiapkan untuk KKN nya, jadi kembar di tinggal bersama Tika dan Tiwi di mension.
"Sayang, kamu di kampus sampai jam berapa?" Tanya Zain ketika mereka di kamar
"Jam 11:30 insyaallah by,ada apa?"
"Tidak apa-apa Sayang, hanya saja nanti Ica akan mengikrarkan syahadat di masjid agung jam 10:00 berarti kamu ngak bisa hadir dong?"
"Iya mau bagaimana lagi by, Cahaya harus kumpul "
"Ada laki-laki nya nggak?"
"Ada dong by, kan satu kelompok KKN itu 10 orang ada 5 laki laki nya"
"Nah kan"
__ADS_1
"Hubby Sayang, kan udah di kasih tadi malam kenapa sekarang jadi ngambek gini lagi"
"Iya Sayang, Hubby hanya tidak ingin kamu di lihatin laki-laki lain"
"Hubby kan tau jika semua mahasiswa kampus Cahaya itu sudah tau jika Cahaya itu sudah menikah dengan Tuan Zain Khairul Anam serta sudah ada anak-anak jadi kenapa Hubby masih gini?"
"Ya mau gimana sayang"
"Hubby tenang saja ya, karena Cahaya itu hanya milik Hubby dan anak-anak"
"Oke deh, tapi maaf ya Sayang Hubby nggak bisa anter"
"Tidak apa-apa by"
Akhirnya Cahaya berangkat ke kampus dengan supir, sedangkan Sarah juga sudah berangkat ke sekolah lebih pagi dari Cahaya dan Dimas yang mengantarkannya.
Sebelum berangkat ke perusahaan, Zain mencium ketiga buah hati nya, setelah rutinitas nya selesai Zain baru berangkat ke perusahaan nya bersama Dimas. Sedangkan Riki tidak ke perusahaan hari ini karena mempersiapkan segala kebutuhan untuk Ica nanti masuk ke Agama Islam.
Sesampai di depan perusahaan, Zain dan Dimas terkejut dengan keramaian yang terjadi di depan lobi perusahaan.
"Ada apa itu Dim?" Tanya Zain
"Nggak tau juga bos"
"hmm, coba kamu cek"
"Baik Bos"
Dimas berjalan menuju keramaian.
"Bos Dimas" Ucap seorang karyawan perusahaan.
"Hmm, ada apa ini?"
"Itu bos, ada bos dari perusahaan asing ingin bertemu dengan Anda dan Tuan Zain" Jelas karyawan tersebut.
Dimas mendengar penuturan dari karyawan tersebut, membuat Dimas semakin penasaran dan berjalan mendekat ke arah orang asing yang ingin bertemu dengan nya.
"Sepertinya kenal dengan nya" Ucap Dimas dalam hati ketika melihat dari belakang sosok dua laki laki asing itu.
Setelah beberapa saat kemudian dua laki-laki asing tersebut membalikkan badannya dan melihat ke arah Dimas.
"Kalian?"Ucap Dimas dengan nada terkejut dan sedikit tinggi
Steven dan Erik hanya tersenyum tipis ketika melihat Dimas.
***********
selamat menunaikan ibadah puasa ..Semoga barakah puasanya...dan bisa bertemu dengan bulan kemenangan....
Author minta maaf pada sahabat semuanya karena banyak kekurangan nya dalam menulis...
__ADS_1