
Sekolah
Setelah selesai makan di kantin, Sarah dan Vivi langsung bergegas menuju kelas karena waktu istirahat telah usai.
Setelah beberapa jam berlalu, Akhirnya waktu nya Sarah pulang dari sekolah, Karena hari ini Dimas tidak bisa menjemput nya Sarah pulang bersama dengan Brian.
Di Mobil Brian
"Kak, Maaf ya kemaren membuat kak Brian kena hukum Chagi" ucap Sarah
"Tidak apa-apa Sarah kan memang kesalahan kakak yang tidak bisa menjaga mu" Jawab Brian
"Oh ya kak setelah lulus mau kuliah di mana?"
"Belum tau Sar, soalnya tunggu perintah dari kak Zain dan lainnya aja"
"Owalah gitu"
"Hmmm"
Setelah beberapa percakapan tadi kini mobil kembali dengan kesunyian. Hingga sampai ke mension.
Sarah dan Brian langsung menuju kamar mereka masing-masing.
Tanpa mereka sadari ternyata ada satu mobil yang mengawasi mereka dari belakang.
Sedangkan di sebuah apartemen mewah
Gavin dan Gabriel bari saja sampai di apartemen milik sang adik.
Gavin langsung memencet bel apartemen tersebut..
Sedangkan di dalam apartemen
Seorang perempuan cantik sedang asik nonton drama kesukaan nya langsung murka, karena telah menganggu waktu nya.
"Is siapa sih. Ganggu aja" Ucap Tiara
Tiara berdiri dari duduknya dan melihat ke arah kamera pintu apartemen nya dan betapa terkejutnya ketika melihat siapa yang datang.
"Bagaimana mereka bisa tau, Ica di sini" Pikir Tiara. Namun dengan cepat ia membukakan pintu tersebut.
"Eh kakak" Ucap Tiara Sambil tersenyum canggung. karena dia kabur dari rumah nya.
Sedangkan Gavin dan Gabriel langsung masuk ke dalam apartemen milik sang adik.
"Bagus ya, udah berani kabur kabur segala lagi " Sindir Gavin
"Kakak kan tau jika Ica tidak menyukai laki-laki itu " Jelas Tiara Sambil duduk di samping kedua kakaknya.
"Terus sekarang kamu nya bagaimana?, " Tanya Gabriel sedikit serius
__ADS_1
"Ya maunya nggak ingin menikah dengan laki-laki itu, kakak kan tau dia itu kasar playboy lagi" Jelas Tiara
"Tapi kita tidak bisa menentang perjodohan ini hanya karena kamu tidak ingin, terkecuali kamu punya calon suami yang lebih baik dan dari keluarga yang baik pula. Bagaimana apa kamu punya?" Tanya Gavin
"Ya gimana ya?, kakak kan tau Ica masih kuliah dan juga tidak punya pacar. Dan juga jika ada laki-laki yang deketin Ica langsung kakak tangani " Jawab Tiara sedikit malu malu. Karena ia dari kecil selalu di jaga sang kakak.
"Iya itu kan kami lakukan untuk menjaga keselamatan mu" Jawab Gabriel
"Iya kak, Ica faham. Oh ya kak kakak kok ada di Indonesia?"
"Ya kami itu nyariin kamu, dan juga ada teman kakak di Indonesia" Jelas Gavin
"Oh ya?, tampan nggak?"
"Kenapa emang jika tampan?" Tanya Gabriel
"Iya mana taukan ada yang cocok dengan Ica"
"Sayang nya mereka itu tidak mau dengan mu dan juga mereka tidak tau kamu" Ucap Gabriel
"Iyah....Jadi gimana dong kak, Ica beneran tidak mau nikah dengan laki-laki itu"
"Ya sudah kamu tidak saja, biar ini urusan kakak. Tapi ingat kamu jangan kabur kabur lagi. Jika mau kemana-mana itu bilang ke kami" Ucap Gavin
"Terimakasih kakak-kakak Ica yang paling baik" Ucap Tiara senang
"Ya sudah, mau makan keluar nggak?" Tanya Gabriel
" Ya sudah, siap sana gih. Tidak mungkin kan kamu mau keluar dengan keadaan mu seperti itu" Ucap Gabriel sambil menunjuk ke arah Tiara yabg memang masih dengan stelan baju tidur.
"Hehehe, iya kak Ica ganti baju dulu" Ucap Tiara langsung berjalan menuju kamar nya.
Sedangkan di mension Zain
Sarah setelah berganti pakaian rumahan ia langsung keluar kamar menuju dapur untuk membuat menyiapkan makan siang mereka.
Sesampai di dapur, ada Cahaya dan beberapa maid di sana.
"Kembar mana Yuk?" Tanya Sarah
"Tidur di kamar, gimana tadi sekolah nya?"
"Alhamdulillah Yuk lancar, ya walaupun ada yang resek"
"Ya g sabar aja, Taulah jika itu sekolah elite semua dari mereka golongan orang kaya" Jelas Cahaya
"Iya Yuk, tapi Sarah itu nggak habis pikir aja gitu yang kaya kan orang tua nya bukan mereka tapi mereka yang sombong"
"Itulah, beruntung kita hanya orang biasa tapi tidak semuanya kan dari mereka seperti itu?"
"Nggak kok Yuk, Teman baik nya Sarah juga anak orang kaya tapi dianya baik sama Sarah"
__ADS_1
"Alhamdulillah jika seperti itu, tapi pesan Ayuk jika mereka tidak mengusik kita duluan jangan pernah mengusik nya. Tapi jika mereka mengusik kita jangan pernah hanya diam saja "
"Iya Yuk, oh ya Yuk bang Zain dan yang lainnya nggak pulang cepat ya hari ini?"
"Iya, ada beberapa pekerjaan dan juga Hubby dan yang lainnya ada kedatangan teman dari Inggris "
"Owalah gitu "
"Iya, kak Dimas nggak kasih kabar?"
"Kasih kabar sih, cuma bilang ada beberapa kerjaan gitu "
"Oh gitu ya sudah yang penting ada kabar. Dalam rumah tangga harus saling percaya "
"Iya Yuk "
Setelah beberapa saat akhirnya selesai juga mereka menyiapkan makanan untuk makan siang mereka, hanya lauk pauk sederhana khas masakan rumahan.
"Sar, kamu panggil Brian untuk makan siang bareng " Ucap Cahaya
"Baik Yuk "
Sarah meninggalkan dapur dan menuju lantai dua tepatnya menuju kamar Brian.
"Tok tok " Sarah mengetuk pintu kamar Brian
Tidak berapa lama kemudian pintu di buka
"Iya Sar, ada apa?"
"Ayo makan bareng kak, Ayuk udah nungguin di ruang makan "
"Oh ya sudah yok "
Brian dan Sarah menuju ruang makan.
Setelah mereka bertiga kumpul, dan mereka langsung makan siang bersama. Setelah beberapa saat kemudian mereka selesai makan dan kembali ke kamar masing-masing
Sarah setelah selesai makan langsung mencuci piring kotor, sedangkan Cahaya kembali ke kamar nya karena takut nya Kembar bangun dari tidur mereka dan menangis.
Sedangkan di perusahaan
Zain dan kedua saudaranya itu langsung menuju lantai 3 untuk makan siang bersama.
Kedatangan Dimas,Zain dan Riki di kantin perusahaan sangatlah jarang hal itu membuat para karyawan perempuan pada heboh. Walaupun mereka tau jika para bos sudah memiliki istri terkecuali Riki yang masih jomblo. Namun mereka hanya bisa mengagumi ketampanan bos mereka dari jauh.
Setelah selesai makan, Zain Dimas dan Riki langsung naik ke lantai 4 untuk menunaikan kewajiban sebagai hamba-nya yaitu shalat Dzuhur.
Karena waktu shalat Dzuhur sudah mau masuk.
Sesampai di depan mushallah, Zain dan kedua saudaranya langsung mengambil air wudhu dan masuk ke dalam mushallah menunggu Adzan Dzuhur selesai.
__ADS_1
Setelah adzan Dzuhur selesai di kumandangkan di masjid terdekat Zain dan kedua saudaranya langsung menunaikan shalat dua rakaat terlebih dulu sebelum menunaikan shalat Dzuhur.