
Setelah kepulangan kedua orang tua Tiara dan Abi serta Umi, sore hari nya Cahaya memutuskan untuk bersama yang lainnya mengantar Tiara ke pesantren.
Karena tugas KKN Cahaya sudah di kerjakan lewat online dan di serahkan pada teman-teman nya di lokasi membuat Cahaya sedikit bisa lebih lama tinggal di mension.
Setelah sholat Asar, Zain beserta lainnya bergegas menuju pesantren untuk mengantar Tiara menuntut ilmu agama barunya menjelang pernikahan nya bersama Riki.
Mereka menggunakan tiga Mobil
mobil pertama Cahaya beserta kembar dan Zain
Mobil kedua Dimas dan Sarah
sedangkan Mobil ke tiga Riki dan Tiara.
Ilham, Barak dan Tio serta Sean tidak ikut mengantar dan mereka tinggal di Mension, karena esok hari mereka juga akan berangkat ke Jambi.
Mobil mereka sudah keluar dari kawasan mension dan menuju ke pesantren yaitu pesantren (al-Munawir) Krapyak.
Jarak dari mension menuju pesantren memakan waktu 45 menit.
Di mobil Zain dan Cahaya
"By, besok pagi Jan Ilham dan lainnya pulang ke Jambi?, liburan ini kita pulang ke Jambi juga bagaimana?" Tanya Cahaya
"Seperti nya tidak bisa sayang, kan kita sudah janji sama Abi dan umi untuk pulang ke negara A setelah pernikahan Riki dan Tiara "
"Eh iya by, Cahaya lupa. Oh ya By bagaimana dengan perempuan kemarin itu?"
"Oh itu, masih di markas dia nya untuk bajingan itu sudah hubby beri peringatan pada kedua orang tua nya sayang "
"Bagus deh by, kasihan ya Cahaya ngak tega gitu dengar nya terus bagaimana setelah ini?"
"Ya pulang kan ke orang tua nya Sayang "
__ADS_1
"Tapi Cahaya dengar jika dia itu kan cari kerja di Jakarta, nah kenapa tidak kerja dengan kita saja by?"
"Mmm, untuk itu seperti nya tidak bisa Sayang terkecuali jika kerja di salah satu tempat milik kita, seperti di perusahaan ya walaupun tidak di tempat yang tinggi "
"Ya sudah gitu aja by "
"Iya sayang Hubby hanya tidak ingin keselamatan anak-anak terancam dengan adanya orang lain selain black Lion yang bekerja di mension, kamu mengerti kan sayang "
"Cahaya ngerti kok by "
"Terimakasih Sayang "
"Sama-sama "
Ketika Zain dan Cahaya tengah berbincang Syafira yang dalam gendongan Cahaya langsung terbangun dari tidurnya.
"Da da.... " Ucap Syafira dengan suara khas baby
"Iya sayang, ini Bunda. Haus ya " Ucap Cahaya
Cahaya langsung memberikan susu yang sudah disiapkan di dot baby pasa Syafira.
Mobil Zain dan Cahaya yang sekarang memang di desain khusus yang mana terdapat di dalam nya lemari pendingin khusus untuk ASI eksklusif kembar ketika sedang berpergian seperti ini.
Zain tersenyum melihat Syafira yang lahap menyusu nya. Zain mengelus kepala Syafira dan bergantian dengan Zahid dan Ziyad yang mana Zahid berada dalam gendongan Zain dan ziyad dalam gendongan Tina.
Memang bukan Zain yang mengendarai mobil tersebut melainkan Jack.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di depan pintu pesantren.
Karena sebelumnya Zain sudah menyuruh Riki untuk menyampaikan pesan prihal kedatangan mereka ke pihak pesantren, hal tersebut membuat mereka di sambut langsung oleh pihak pesantren di depan pintu gerbang pesantren.
Zain dan Cahaya serta lainnya turun dari mobil mereka.
__ADS_1
Seperti biasanya terjadi di pesantren jika ada yang bertamu ke pesantren para santri pada heboh.
Seorang pria paru baya yang sangat terlihat wibawanya berjalan mendekat ke arah Zain dan lainnya
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Tuan Zain selamat datang di pesantren" ucap pria paru baya tersebut
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh kyai, terimakasih banyak atas sambutan nya" Jawab Zain tersenyum menyalami serta mencium tangan pria paru baya tersebut.
kyai tersebut bernama Abdullah bin Abdurrahman, salah satu putra pendiri pesantren tersebut.
"Mari masuk tuan" Ucap kyai tersebut langsung mempersilahkan mereka untuk mengikuti nya masuk ke rumah nya.
"Terimakasih kyai, dan mohon maaf telah merepotkan kyai"
"Tidak apa-apa Tuan, tidak ada uang repot, "
Zahid sudah di gendong oleh Tini, Maka dari pada itu Zain lebih leluasa untuk mengikuti sang kyai.
Sesampai di dalam rumah kyai
Zain duduk tepat di sebelah pak kyai Abdullah bin Abdurrahman tersebut.
"Saya tidak menyangka pesantren kami kedatangan tamu yang begitu istimewa, pengusaha sukses seperti Tuan Zain beserta keluarga" Ucap pak kyai
"Biasa saja kyai, oh ya kyai perkenalkan ini Cahaya Aulia istri Saya dan ketiga baby kembar tersebut putra dan putri kami, yaitu Zahid Ziyad dan Syafira." Zain memperkenalkan keluarga kecilnya
"Subhanallah, tuan Zain begitu beruntung di beri anugrah oleh Allah SWT berupa istri yang shalihah serta putra putri yang begitu menggemaskan" Ujar kyai
"Alhamdulillah kyai, dan untuk di sebelah nya istri Saya adalah adik dari istri Saya yaitu Sarah yang mana juga merupakan istri dari adik Saya Dimas, dan sebelah nya lagi Riki adik bungsu saya serta di sampingnya Tiara yang nantinya akan mondok di sini kyai, dia mualaf" Jelas Zain
"Ma sya Allah , selamat datang saudari " Ucap kyai.
Setelah beberapa percakapan akhirnya tidak terasa sudah hampir maqrib, Zain dan lainnya akhirnya memutuskan untuk undur diri sedangkan Tiara sudah di antar ke asrama nya selama 3 Minggu ke depan
__ADS_1