
Di kampus Cahaya.
Tepat jam 10:00, Cahaya baru saja sampai ke kampus dan kembar seperti biasanya ikut bersama Bunda nya. Dan tidak ikut masuk melainkan menunggu di tempat biasa nya.
Sesampai di ruang dosen, Cahaya langsung masuk setelah di persilahkan untuk masuk. Cahaya pun duduk di kursi depan sang dosen.
"Assalamualaikum Cahaya, bagaimana kabarnya?" Ucap Sang dosen
"Wa'alaikumussalam uatadz, Alhamdulillah baik ustadz"
"Alhamdulillah, anak-anak mu tidak di bawa?"
"Ada ustadz di ruang tunggu"
"Owalah, ya sudah mana proposal nya"
"Ini ustadz jika ada yang harus Cahaya perbaikan dan ada tambahan Monggo ustadz, karena Cahaya rasa masih banyak ke kurangnya"
"Baiklah, untuk prihal itu akan saya sampaikan Minggu depan saja, karena Saya sudah mau rapat dengan rektorat jadi proposal nya Saya terima dulu"
"Baiklah ustadz terimakasih sudah meluangkan waktu ustadz"
"Sama sama"
"Baiklah ustadz Cahaya permisi. Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam"
Cahaya meninggalkan ruang dosen tersebut dan berjalan menuju ruang tunggu yang mana kembar berada saat ini.
Sesampai di ruang tunggu, Cahaya langsung menghampiri Tina dan Tiwi yang sedang menjaga kembar
"Bagaimana Bi, kembar tidak rewel kan?"
"Alhamdulillah nyonya, kembar anteng nungguin Bunda mereka"
"Alhamdulillah, baiklah Bi lebih baik kita langsung ke perusahaan saja. Karena hari juga siang dan sebentar lagi sudah waktunya nya makan siang"
"Baik nyonya"
Cahaya dan yang lainnya berjalan menuju parkiran tempat mobil yang telah menunggu mereka.
Seperti biasanya, kemanapun Cahaya berada banyak Mafioso yang ikut bersama nya untuk menjaga keamanan sang queen. Apalagi ketika Cahaya keluar dari mension bersama kembar yang merupakan king dan putri kecil mereka.
Sesampai di depan mobil.
Para Mafioso yang sudah siap siaga membuka pintu mobil untuk Cahaya dan kembar.
Kembar di gendong oleh Cahaya, Tina dan Tiwi selama perjalanan ke perusahaan.
"Pak langsung ke perusahaan saja" Ucap Cahaya
"Baik queen" Jawab sang supir
Kembali ke sekolah Sarah
__ADS_1
Di kantin.
Sarah yang melihat keramaian langsung mendekati nya. Sedangkan Vivi mengikuti Sarah.
"Ada apaan sih?" Tanya Sarah pada salah satu teman sekolah nya
"Kamu murid baru ya?" siswi itu balik tanya
"Iya, orang nanya kenapa balik tanya ya"
"Oh jadi kamu siswi kampung baru itu, dan yang tadi pagi berjalan bersama kak Brian"
"Lah emang kenapa jika jalan bareng kak Brian"
"Iya Menurut ku sih terserah, hanya saja kamu lihat saja sendiri itu. Kak Brian Adalah Incaran geng Tia the geng"
"Oh ya gitu, terimakasih infonya ya Sarah mau lihat kak Brian dulu"
"Hati hati dengan geng mereka, apalagi kamu siswi baru dan juga kamu dari kampung"
"Oh itu Tenang saja"
Sarah akhirnya mendekat ke arah di mana Brian duduk dan di kelilingi banyak perempuan, tetapi Brian dengan cuek tanpa merespon mereka semua.
"Kak Brian, makan bareng Sarah aja gimana" Ucap Sarah dengan wajah polosnya. Dengan demikian bisa membantu Brian dari siswa-siswi yang mengerumuni nya. pikir Sarah.
"nona Sarah" Ucap Brian pelan
"Gimana kak?"
"Ye Sarah ada teman makan" Ucap Sarah sedikit manja di buat buat
Akhirnya Brian benar-benar duduk bersama sarah dan Vivi. Hal itu membuat Tia the geng murka.
"Eh anak baru, atas dasar apa lo duduk dan makan bareng kak Brian" Ucap Tia sebagai ketua geng tersebut
Sarah tidak menjawab, karena Sarah bingung mau jawab apa tidak mungkin kan bilang jika Brian adalah adik angkat suaminya.
Brian yang biasanya jarang menjawab ucapan orang lain terutama perempuan, langsung menjawab
"Tia, Sarah itu adik ku ya terserah Aku mau makan bersama nya" Ucap Brian tegas
"Apa adik kak Brian" Ucap para siswa dan siswi yang mendengar ucapan dari Brian barusan.
Tia the geng pun terdiam ketika mendengar penuturan dari Brian.
Setelah mendengar Jawaban dari Brian, Tia the geng pun tidak menanyakan apapun lagi, karena mereka melihat tatapan membunuh dari Brian yang jarang mereka lihat.
Sedangkan Sarah dan Vivi hanya menyantap, makanan yang mereka pesan.
Setelah selesai makan
"Kak Brian, nanti pulang nya ke mension ya karena Yuk Cahaya yang nyuruh loh" Ucap Sarah
"Iya. nona"
__ADS_1
"Kak Brian jangan panggil Sarah nona. panggil Sarah aja jika Chagi Dimas marah bilang Sarah yang nyuruh ya"
"Baiklah nona Sarah. eh maksudnya Sarah"
"Nah itu lebih baik kan kak Brian Adik nya Chagi Dimas dan berarti adik Sarah tetapi karena kak Brian lebih tua dari Sarah jadi kak Brian tetap kakak nya Sarah"
"Baik lah"
Vivi yang tidak tau menahu akan pembicaraan antara Sarah dan Brian hanya diam tanpa merespon apapun.
Setelah selesai makan, Sarah bersama Vivi langsung ke kelas nya sedangkan Brian juga kembali ke kelas nya.
Perusahaan Zain Group
Zain dan Riki tengah meeting di ruang meeting tentunya, namun Zain di kaget kan dengan laporan jika ada seseorang perempuan cantik bertamu di perusahaan nya dan meminta langsung ke ruang Zain. Hal itu membuat keamanan perusahaan langsung bergegas membereskan sebelum sang Bos marah.
"Bos, dia datang" Ucap Riki menyerahkan laptop dan memperlihatkan CCTV lobi perusahaan
"Hmmm, biarkan dulu kita selesaikan rapat nya"
"Baik Bos"
Setelah mengatakan itu, rapat pun di lanjutkan hingga selesai sejam kemudian.
Setelah menyelesaikan rapat, Zain dan Riki kembali ke ruang nya untuk beristirahat sebentar, sebelum menghadapi orang yang membuat mereka muak
Ketika Zain dan Riki tengah duduk bersantai di ruang Zain. Tidak jauh dari perusahaan mobil yang membawa Cahaya dan kembar sudah sangat dekat.
Setelah beberapa saat kemudian mobil mereka sampai di parkiran khusus milik Zain dan keluarga pemilik perusahaan.
Cahaya turun dari mobil sambil menggendong Syafira dan diikuti Tina dan Tiwi yang menggendong Zahid dan Ziyad
Karena kembar saat ini sedang terlelap dalam tidur mereka, akhirnya Cahaya memutuskan untuk membaringkan mereka di troler supaya tidur mereka nyaman.
Seperti biasa Tina dan Tiwi membawakan barang barang kembar dan Cahayanya yang mendorong troler kembar karena troler kembar memang di desain khusus untuk mereka bertiga jadi tidak terpisah.
Kedatangan kembar membuat para karyawan kantor langsung berkumpul karena ingin melihat ke lucuan mereka.
Seira dan asisten nya yang melihat keramaian itu langsung tak percaya, kenapa ada seorang perempuan muda dan mendorong troler baby dan itu tiga yang mana di dalam kantor lagi.
Cahaya langsung berjalan menuju lift khusus di ikuti oleh Tina dan Tiwi.
Sierra yang melihat Cahaya dan yang lainnya langsung hendak naik ke lantai atas tanpa di halang-halangi seperti nya langsung mendekat
"Siapa kamu, seenaknya mau naik pakai lift khusus dan itu merupakan milik Zain, Riki dan Dimas" Ucap seira lantang dan nada bentak yang mana membuat para karyawan langsung takut. bukan karena takut akan omongan Seira tetapi takut akan mendapatkan marah dari big Bos mereka karena tau istri nya di bentak
Cahaya langsung membalikkan badannya dan melihat ke arah perempuan yang tadi menanyainya
"Cahaya siapa?, Anda tanya sendiri pada mba resepsionis itu" Ucap Cahaya santai
"Aku bertanya pada mu bukan pada nya" Ucap seira lagi
"Oh mau tau banget ya ternyata, Aku Cahaya istri satu satunya dan ini anak-anak Saya dan suami saya Zain Khairul Anam, apakah Anda puas nona" Ucap Cahaya lantang dan tegas
"Tidak mungkin, kamu jangan ngaku-ngaku" Ucap Seira
__ADS_1
"Siapa yang membentak istri ku.......!!!!!!