Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Vivi penasaran


__ADS_3

Di sekolah


Sarah dan Vivi sudah berada di kantin, duduk di kursi kosong.


"Sar, mau makan apa?" Tanya Vivi


"Apa ya!"


"Gimana kita hari ini makan nya khas Korea?"


"Boleh tuh, tapi halal kan?"


"Halal dong,"


"Oh oke Sarah ikut kamu aja Vi"


"Ya sudah Aku pesankan ya "


"Okay "


Vivi meninggalkan Sarah di tempat duduknya, dan berjalan menuju stand makanan khas Korea yang memang di kantin sekolah tersebut menjual berbagai macam makanan termasuk makanan khas Korea.


Sepeninggal nya Vivi, Sarah duduk sendiri sambil memainkan handphone nya.


Sedangkan di kelas Brian


Brian dan sahabat-sahabatnya tidak keluar dari kelasnya setelah masuk waktu istirahat.


"Brian, kapan kamu mulai melakukan misi dari Tuan Dimas?" Tanya Wiliam


"Pulang sekolah, Aku sudah mulai. Namun seperti nya Aku membutuhkan bantuan kalian"


"Di mana kamu mau mengerjakan nya?"


"Di mension karena di tempat kak Zain lengkap komputer nya"


"Oh oke, tetapi apa Tuan Zain mengizinkan kita ikut?"


"Tenang saja kak Zain pasto mengizinkan nya"


"Bagus deh, oh ya Apa tidak ke kantin bro lapar loh" Ucap Harry


"Iya sudah, untuk hari ini biar Aku yang traktir " Ucap Brian


"Oke... les't go" Ucap Evan dengan semangat.


Brian dan sahabat-sahabatnya langsung bergegas ke kantin, sepanjang jalan ke kantin para siswi berbaris melihat dengan tatapan kagum pada Brian dan ketiga sahabat nya. Namun Brian dan sahabat-sahabatnya tidak menghiraukan panggilan para siswi pada mereka.


Sedangkan Vivi sudah kembali ke tempat duduk nya bersama Sarah yang di sana.


"Bagaimana Vi, Udah pesan?"


"Alhamdulillah sudah, oh ya Sar apa kamu suka makanan Korea?"


"Hmm ngak tau juga soalnya lidah sarah itu lidah nya kampung jadi ngak tau deh"


"Kamu tenang saja, insyaallah kamu bakal suka karena yg aku pesan itu yang biasanya di sukai oleh lidah nya orang Indonesia"


"Bagus deh"


Setelah beberapa saat kemudian pesanan Vivi dan Sarah akhirnya datang, dengan perlahan Sarah mulai mencoba makanan tersebut, ada rapoki dan ada juga topoki. dll nya.


Alhamdulillah nya lidah Sarah masih bisa menerima makanan tersebut.


Sedangkan Brian dkk juga sudah berada di kantin, namun di tempat duduk yang cukup jauh dari Sarah dan Vivi.

__ADS_1


"Brian, apa kamu tidak tertarik dengan Nia?" Tanya Evan


(Nia adalah primadona sekolah tersebut yang terkenal dengan Cantik serta kepintaran nya, namun sedikit cuek pada laki-laki terkecuali pada Brian).


"Jika kamu suka, kamu ambil aja" Jawab Brian


"Gimana ya Bro, Nia itu bener sih tampang Nya cantik tapi menurutku biasa aja gitu tidak ada yang spesial dari nya seperti Sarah yang jika dilihat dari segi latar belakang dan wajah sangat menarik" Jelas Evan


"Jadi maksudmu, kamu menyukai Sarah!" Ucap Brian tegas


"Hanya sedikit kagum aja, jadi kamu tenang saja bro, Aku tidak ada maksud apa-apa kok"


"Bagus deh, jika kamu masih ingin menghirup udara segar dan bebas jadi jangan pernah berpikiran macam-macam"


"Santai aja Bro, Aku tidak ada maksud apa-apa"


"Bagus deh"


Evan hanya tersenyum mendengar ucapan dari Brian yang memperingatkan nya untuk tidak berpikir lebih pada Sarah.


Setelah beberapa saat kemudian mereka kini sudah kembali ke ruang kelas masing-masing untuk melanjutkan pelajaran.


Sedangkan di perusahaan.


Cahaya sedikit merasa bosan, karena kembar sudah tidur didalam kamar.


"By, apa pekerjaan nya lebih menarik dari Cahaya?" Tanya Cahaya sambil tersenyum manis pada Zain yang tengah fokus pada komputer nya.


Zain tersenyum mendengar ucapan dari Cahaya, dan langsung berdiri dari duduknya menghampiri Cahaya yang sedang tersenyum manis pada nya di kursi


"Sayang kamu sangat menggoda iman" Ucap Zain langsung menggendong Cahaya seperti bayi dan masuk ke dalam kamar.


"Hubby, apa yang mau hubby lakukan?" Tanya Cahaya di dalam gendongan Zain


"Menurut kamu apa Sayang"


"Lalu?"


"Cahaya malu by"


"Kenapa harus malu Sayang, tidak ada yang berani masuk ke dalam ruangan ini"


Cahaya tidak berkata apa-apa lagi hanya pasrah apa yang akan di lakukan Zain pada nya. Toh pahala juga.


Zain membaringkan tubuh Cahaya dengan perlahan di atas kasur.


"By, ntar kembar bangun gimana?"


"Kamu tenang saja Sayang anak-anak kita pasti mengerti "


"Hmm,"


Setelah itu terjadilah apa yang harus nya terjadi.


Di ruangan Dimas dan Riki


"Dim, kamu mau kemana?" Tanya Riki


"Mau jemput istri "


"Oh.."


"Y Sudah Aku duluan ya "


"Hmm,"

__ADS_1


Dimas meninggalkan Riki di ruangan nya.


"hmmm beginilah nasib jomblo...oh ya Aku harus ke markas untuk melacak gadis kelinci" Ucap Riki dan berdiri dari duduknya bergegas meninggalkan perusahaan.


Riki memutuskan untuk mencari informasi tentang Perempuan yang memakai kalung kelinci yang membuat nya beberapa hari ini kepikiran.


Sekolah


Di kelas Sarah sedang berlangsung belajar dan mengajar, Sarah dengan materi yang disampaikan oleh guru. Sedangkan Vivi yang duduk di samping Sarah hanya asik dengan handphone nya Tampa melihat ke arah guru yang sedang menjelaskan pelajaran.


15 menit berakhir, Dimas sudah berada di depan sekolah nya Sarah.


Dimas tersenyum melihat ke arah pintu masuk sekolah.


Dimas mengirimkan pesan pada Sarah


"Assalamualaikum sayang, Abang ada di depan sekolah" Pesan terkirim


Sedangkan Sarah yang sedang mendengarkan penjelasan guru, langsung beralih pada handphone nya yang berdering.


Sarah tersenyum melihat pesan dari Dimas. Setelah membacanya Sarah kembali fokus pada pelajaran nya.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya waktu pelajaran pun berakhir. Sarah bergegas berdiri dari duduknya dan menarik Vivi untuk cepat keluar dari kelas.


"Vi, Ayo Chagi udah nungguin Sarah di luar gerbang" Ucap Sarah cepat.


"Oh ya..Aku jadi penasaran dengan Chagi mu itu"


"Makanya Ayo cepat jika mau tau"


"Iya ya dasar "


Vivi dan Sarah berjalan dengan cepat ke luar dari sekolah. Sedangkan supir Vivi juga sudah menunggu Vivi di parkiran. Karena melihat sang Nona keluar dari area parkiran menuju luar sekolah bersama sahabat nya, supir pun langsung mengikuti nya.


Sesampai di depan sekolah


"Chagi" Ucap Sarah sambil berlari dan memeluk Dimas dengan manja


Vivi yang berada di belakang Sarah hanya terkejut dengan apa yang barusan ia lihat.


Karena Vivi kenal betul siapa laki-laki yang sedang di peluk oke Sarah saat ini.


Dimas dengan senang menyambut pelukan dari Sarah dengan tersenyum.


"Assalamu'alaikum Suami nya Sarah" Ucap Sarah pelan


"Wa'alaikumussalam istri ku" Jawab Dimas pula dengan pelan di telinga Sarah


Sarah merasa merinding ketika nafas Dimas berhembus di telinganya.


"Oh ya Chagi, perkenalkan ini teman baik nya Sarah di sekolah, namanya Vivi" Ucap Sarah setelah melepaskan pelukannya pada Dimas


"Iya Tuan, Perkenalkan Saya Vivi teman nya Sarah" Ucap Vivi dengan sedikit gugup.


Sejujurnya saat ini Vivi benar-benar gugup dan banyak hal yang ingin di tanyakan pada Sarah tetapi Vivi takut..


Dimas hanya tersenyum dan berkata


"Sudah jangan gugup gitu, karena kamu teman nya Sarah jadi jangan takut" Ucap Dimas


"Baik Tuan" Jawab Vivi


"Ya sudah Sar, Aku pulang duluan ya, supir ku udah nungguin tuh " Ucap Vivi


"Oh oke, "

__ADS_1


"Mari Tuan " Ucap Vivi sopan dan berjalan meninggalkan Sarah dan Dimas


Dimas dan Sarah pun masuk ke dalam mobil meninggalkan sekolah.


__ADS_2