
Korea
Setelah selesai makan, Sarah dan Dimas duduk di balkon kamar sambil melihat ke arah pantai.
"Chagi, jika setelah Sarah tamat SMA nanti boleh nggak jika kita tinggal di rumah sendiri?" Tanya Sarah pada Dimas yang sedang memeluknya
"Memang kenapa Sayang jika kita tinggal di mension?" Tanya Dimas
"Tidak apa-apa sih Chagi, Sarah hanya ingin membangun rumah kita sendiri, yang mana di dalamnya Chagi, Sarah serta ada anak-anak kita nantinya dan itu juga membuat Sarah lebih dewasa jadinya " Jelas Sarah
"Chagi tidak permasalahkan itu Sayang, jika pun begitu Chagi akan selalu mengikuti keinginan mu apalagi untuk kebaikan keluarga kita. Tapi Chagi harus minta pendapat bos serta Riki juga terutama umi dan Abi " Jelas Dimas
"Iya Chagi, Terimakasih ya sudah mau dengerin masukan dari Sarah "
"Sama-sama Sayang " Jawab Dimas
Sarah tersenyum melihat ke belakang tepat ke arah wajah tampan Dimas.
Dimas yang terkejut melihat ke arah muka cantik Sarah tepat berada di depan wajahnya langsung tersenyum dan mendekatkan wajahnya dan ******* bibir Sarah dengan lembut.
Sarah dengan pasrah dan langsung mengikuti arahan dari Dimas. Setelah beberapa saat kemudian Dimas menyudahinya.
"Sayang seperti nya sudah masuk waktu shalat isya" Ucap Dimas
"Iya Chagi, yok" Ucap Sarah
Dimas dan Sarah langsung masuk ke dalam kamar mereka dan langsung menunaikan ibadah sholat isya.
__ADS_1
Berbeda dengan di Indonesia
Cahaya yang baru saja keluar dari kampus nya setelah menyelesaikan beberapa hal, cahaya langsung menuju ke tempat kembar dan para maid menunggu nya.
Setelah sampai
"Anak-anak Bunda tidak rewel kan"
"Tidak Nyonya, kembar sangat anteng dari tadi" jawab Tina
"Baiklah Bi, kita langsung pulang ke mension saja"
"Baik nyonya"
Cahaya dan kembar serta Tina dan Tiwi langsung masuk ke dalam mobil dan menuju ke Mension.
Setelah beberapa saat kemudian mobil mereka sampai di depan mension.
Kedatangan Cahaya dan kembar tentu langsung membuat maid dan Mafioso yang menjaga pintu masuk mension langsung membukakan pintu.
Cahaya langsung menyuruh Tina dan Tiwi untuk memasukkan Kembar kedalam troler mereka, supaya kembar berbaring dengan tenang.
Cahaya langsung mendorongnya troler kembar menuju kamar mereka.
Cahaya dan Zain serta kembar memang belum pindah ke kamar mereka yang berada di lantai dua karena belum ada waktu.
Kamar yang dulu nya di tempati oleh Cahaya sebelum menikah sudah di jadikan kamar kembar serta perlengkapan kembar sudah berada di sana, hanya tunggu sampai ada waktu baru kembar dan Cahaya serta Zain akan pindah ke kamar mereka di lantai dua.
__ADS_1
Abraham dan Putri Ane sekarang sedang istirahat di kamar tamu, sedangkan Riki juga begitu di kamarnya.
Sedangkan Tiara sedang berada di taman belakang Mension sambil mengulang pelajaran Iqra dari Cahaya kemarin.
Semenjak tinggal di Mension beberapa hari ini Tiara sering menghabiskan waktu nya di taman belakang sambil membaca Iqra.
Kembali ke Korea.
Dimas dan Sarah setelah selesai shalat isya mereka berniat untuk keliling pantai sambil kulineran di sana.
"Sayang, kamu benar tidak mau menggunakan sweater atau jaket gitu?" Tanya Dimas karena kan suasana pantai di malam hari pastinya berangin dan dingin.
"Nggak deh Chagi, soalnya gerah. mmm jika pun nantinya dingin toh ada Chagi yang bisa melukin" Ucap Sarah sambil tersenyum
"Ya sudah jika seperti itu, yok " jawab Dimas sambil tersenyum
"Iya "
Dimas dan Sarah langsung ke luar dari villa dan berjalan menuju pantai, karena jika lewat belakang villa langsung ke pantai.
Sesampai di pantai. Suasananya sangat ramai, banyak para turis serta orang Korea sendiri.
"Chagi, kita ke sana yuk " Ucap Sarah sambil menunjuk ke arah penjualan Odeng serta jajanan khas korea tersebut
"Baiklah sayang "
Dimas dan Sarah menghabiskan malam pertama di pulau Jeju berkeliling pantai Sambil hunting jajahan yang ada di sana.
__ADS_1
Dimas dengan senang hati mengikuti apapun keinginan sang istri, karena bagi Sarah hal ini sangat di inginkan oleh banyak perempuan. Berjalan berdua mengelilingi pantai sambil kulineran malam..
Tetapi siapa sangka di kejauhan ada beberapa orang yang sedang memperhatikan Sarah dan Dimas ...