
Di Jambi
Perjalanan ke rumah Orang tua Sarah sudah semakin dekat, karena itu Sarah fokus dengan sekitar karena mereka akan mampir dulu ke tempat bakso.
"Bang, masih ingat tempat baksonya?" ucap Sarah pada Dimas
"Masij dong Sayang, walaupun baru sekali ke sana, kan tempat nya sebelum simpang desa seberang" Jawab Dimas tersenyum
"Iya bang benar banget"
Tidak berapa lama kemudian akhirnya mobil mereka berbelok ke sebuah tempat makan bakso yang di tuju.
Dimas dan Sarah turun dari mobil bersama, kedatangan Dimas membuat para pengunjung bakso tersebut langsung memerhatikan ke arah Dimas dan Sarah.
Tanpa Sarah sadar ada teman dekatnya juga sedang makan bakso di sana.
"Sarah, kapan balik ke jambi?" Tanya Suci pada Sarah dari tempat duduknya
"Eh lo Ci, Aku kirain siapa?, Ini baru aja mau pulang, makan bakso sendirian aja?" Tanya Sarah balik
"Iya, kan mu nggak ada jadi pergi sendiri aku nya" Ucap Suci dengan cemberut
Sarah hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Oh ya bang, perkenalkan ini Suci temen nya Sarah" ucap Sarah memperkenalkan Suci pada Dimas
"Iya, Saya Dimas " Jawab Dimas dengan ramah
"Iya bang Dimas, Aku Suci temennya Sarah. Oh ya mau makan sini atau bawa pulang Sar?" Tanya Suci.
"Bawa pulang, soalnya Ayah dan Ibu sudah nungguin di rumah, lain kali aja makan bakso bareng nya" Ucap Sarah
"Oh ya sudah deh, hati hati" Ucap suci
"tentu" Jawab Sarah tersenyum
Dimas mendengar dan melihat kedekatan Sarah dan Suci hanya tersenyum.
"Sayang, ini kasih ke Suci untuk bayar baksonya" Ucap Dimas memberikan beberapa lembar uang seratus ribu pada Sarah
"Terimakasih bang, Abang the best deh" Ucap Sarah tersenyum
Sarah mendekat ke arah Suci dan memberikan uang tersebut pada Suci
"Ci, ini dari bang Dimas katanya untuk bayar bakso mu" Ucap Sarah
"Terimakasih ya bang, banyak banget uangnya bisa makan bakso sepuluh kali ini mah" ucap Suci
Dimas mendengar ucapan dari Suci hanya membalas dendam senyuman saja.
__ADS_1
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya pesanan Sarah sudah selesai, dan kini Sarah dan Dimas sudah harus pulang.
Sarah dan Dimas juga berpamitan pada suci sebelum meninggalkan tempat bakso tersebut.
Di dalam mobil
"Sayang, sudah lama temennya dengan Suci?"
"Sudah dari kecil bang, dia itu juga masih saudara an dengan Sarah hanya saja saudara jauh" Jelas Sarah
"Oh gitu"
"Iya bang"
"Oh ya Sayang kira kira di dusun itu beberapa banyak yang lulusan S1?"
"Tidak terlalu banyak bang, karena kebanyakan hanya sampai SMA saja setelah itu pada kerja. kenapa bang?"
"Tidak apa-apa hanya pengen tau saja Sayang"
"Oh kirain ada apa"
10 menit berlalu akhirnya mobil mereka sampai di depan penyebrangan
Sarah dan Dimas keluar dari mobil bersama di ikuti beberapa Mafioso yang menurunkan beberapa bawaan dari sang Bos dan tunangannya.
Sedangkan Dimas membawa bakso yang tadi Sarah beli.
"Iya Wak, baru saja sampai. Wak bagaimana kabar nyo?" Tanya Sarah
"Alhamdulillah baik Sar, wak denger Acara pernikahan kalian tinggal beberapa Minggu lagi ya?"
"Iya Wak, Mohon doanya" Jawab Sarah tersenyum
"Oh ya, Tuan Dimas ya namanya?" Tanya pemilik ketek
"Iya, Saya Dimas" Jawab Dimas dengan ramah
"Wak rasa pasti banyak yang menyukai nak Dimas yang tampan seperti ini tapi wak ingatkan bahwa Sarah adalah perempuan yang baik dan ceria ya walaupun tidak seanggun Cahaya Ayuk nya, Namun Sarah punya daya tarik tersendiri, jadi jangan pernah kau sia siakan dia" Ucap nya
"Iya Wak, Saya tidak akan pernah menyia-nyiakan Sarah, karena Saya benar benar tulus dengan nya" Jawab Dimas
"Bagus lah, kalau begitu ya sudah wak hidupkan mesin ketek nya dulu" Ucap nya
"Iya wak" Jawab Dimas dan Sarah
Sepeninggal wak ketek, Sarah dan Dimas duduk di kursi yang sudah di sediakan di ketek tersebut. Sedangkan Para Mafioso berdiri di dekat mereka.
Setelah beberapa saat, akhirnya ketek pun sampai di desa pulau, Dimas tak lupa membayar ketek yang ia tumpangi itu.
__ADS_1
Ketika naik dari pelayangan, Sarah dan Dimas sudah di tungguin oleh Aisyah.
"Assalamualaikum bang" Ucap Aisyah menyalami tangan Dimas
"Wa'alaikumussalam, sudah lama nunggu nya Syah?" Tanya Dimas
"Lumayan bang" Jawab Aisyah
"Maaf ya, tadi abang dan Ayuk mampir beli bakso dulu, Aisyah maukan?"
"Wah beneran bang, bakso. Mau banget lah bang Aisyah kan suka banget dengan bakso" Ucap Aisyah girang
"Beneran dong," Ucap Dimas
"Terimakasih bang, ayo bang Yuk. Ayah dan ibu sudah nungguin di rumah"
"Ya Yok" Jawab Sarah
Dimas sangat bahagia melihat Aisyah Sangat girang ketika mendengar kata bakso. Dimas merasa bahagia karena melihat kesederhanaan keluarga Sarah tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di depan rumah orang tua Sarah.
"Assalamualaikum Ayah" Ucap Dimas Sambil menyalami tangan Hasan
"Wa'alaikumussalam nak, Ayo masuk kalian pasti belum makan siang" Ucap Hasan
"Ita Yah, kami belum makan tapi kita makan bakso dulu ya. tadi Sarah sama abang sudah beli bakso banyak untuk kita semua" Ucap Sarah
"Ya sudah, kalian memang paling suka dengan bakso, ayo" Jawab Hasan dengan tersenyum
"Ye makan bakso" Ucap Aisyah
Mereka akhirnya memutuskan untuk makan bakso bersama. Para Mafioso pun ikut merasakan kehangatan keluarga tersebut.
Setelah selesai makan bakso, mereka semua duduk santai bersama sedangkan Sarah ia masuk ke dalam nya mau ganti baju.
Di ruang tamu
"Nak Dimas nginep di dusun berapa lama?" Tanya Hasan pada Dimas
"Semalam aja yah, karena besok sudah ada pekerjaan yang harus di kerjakan"
"Oh gitu ya sudah tidak apa-apa, oh ya nak kemarin Abi dan Umi juga sudah membicarakan tentang Semua nya untuk Acara pernikahan kalian. Jadi semuanya yang mempersiapkan nya dari pihak Ayah, Namun kemarin Umi dan Abi mengusulkan jika resepsi besarnya nanti setelah Sarah Lulus SMA, menurut nak Dimas bagaimana?"
"Dimas mau nya juga seperti itu yah, karena jika sekarang di laksanakan resepsi besarnya akan berpengaruh pada Sarah nantinya, karena keluarga Anam mempunyai banyak rekan bisnis di mana mana mereka harus tau jika Sarah adalah istri dari putra kedua dari keluarga Anam" Jelas Dimas
"Baiklah nak, Ayah dan Ibu di sini juga manut saja, yang penting di sini juga di laksanakan nya akadnya"
"Iya Yah, oh ya Yah untuk sekolah Sarah sudah Dimas daftarkan, dan sekolah nya tidak terlalu jauh dari mension" Jelas Dimas
__ADS_1
"Alhamdulillah, jika seperti itu"