
Keberangkatan Sarah serta keluarga ke jambi di dampingi oleh beberapa Mafioso yang bertugas di Jambi. Dimas ingin mereka semua terjamin keamanan dan keselamatannya.
Di mobil
Sarah bersandar di dada bidang suaminya, sedangkan Dimas dengan senang hati menerima kelakuan Wanita yang di cintai itu yang mana menurutnya itu sangat menyenangkan.
Walau bagaimanapun Dimas yang sudah dewasa dan telah menikah, hal yang tabu sudah pasti sangat di inginkan nya. Namun Dimas tidak ingin memintanya terlebih dulu sebelum sang istri kecilnya itu siap dulu. Anggap saja mereka kini tengah berpacaran yang di halalkan.
"Chagi tidak apa-apa jika Sarah seperti ini?"
"Tidak apa-apa Sayang, Abang malah senang kamu manja seperti ini sangat menggemaskan"
Mendengar Jawaban dari Dimas, Sarah dengan senang hati bermanja-manja di dada bidang suaminya itu.
Hasan dan Zainab serta Aisyah yang berada di mobil yang sama dengan Sarah dan Dimas hanya bisa tersenyum melihat manja Sarah pada Dimas.
Berbeda dengan sang supir yang sangat terkejut dengan tingkah Sarah yang mana yang yang mereka tau istri dari Bos mereka itu perempuan yang tomboy dan mandiri tidak manja. Tapi ia hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum saja menyaksikan nya.
Karena Sarah yang bangun nya tadi subuh sangat cepat dan kini Sarah tidur di atas dada bidang suaminya yang ia sandarkan
"Hmm Sayang, kamu pasti lelah subuh-subuh sudah harus bangun membereskan rumah, Abang janji akan membuat mu menjadi ratu di dalam keluarga kecil kita, terkecuali jika pekerjaan itu harus kamu yang lakukan. maka jika tidak Abang tidak akan biar kan kamu mengerjakan nya" Ucap Dimas dalam hati Sambil mengelus kepala Sarah dengan Sayang
Satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di kota Jambi, dan tempat pertama yang mereka datangi adalah Jambi Paradise. yang mana tempat itu yang pertama kali Sarah ingin datangi. Karena selama wisata itu di buka, Sarah belum pernah datang kesana.
Setelah mobil benar-benar berhenti dengan sempurna, Dimas dengan perlahan membangunkan Sarah.
"Sayang bangun yuk. Sudah sampai loh. katanya ingin foto-foto di Jambi paradise" Ucap Dimas
Sarah yang merasa tidurnya terganggu langsung membuka matanya
"Hmm, Sudah sampai ya Chagi?"
"Iya sayang, sudah sampai. Mau turun nggak?"
"Turun dong" Jawab Sarah dengan semangat
Dimas tersenyum melihat Sarah yang bersemangat
Dimas dan Sarah turun dari mobil, dan berjalan menuju Hasan, Zainab serta Aisyah di dekat tiket masuk
"Ayah, Ibu. Ayo langsung masuk saja. Karena tiket masuk nya sudah Dimas pesan sebelum kita sampai tadi" Jelas Dimas
__ADS_1
"lah kok bisa nak?" Tanya Zainab
"Iya Bu, beli nya secara online. Supaya kita tidak usah pakai antri lagi"
"Owalah, enak ya sekarang apa-apa sudah bisa online lewat hp aja"
"Iya Bu, Ayo masuk"
Akhirnya mereka masuk ke dalam wisata itu
"Nak, kalian berdua bisa menghabiskan waktu berdua saja, Ibu, Ayah dan Aisyah ke sana biar kalian bisa berdua" Ucap Zainab
"Apa tidak apa-apa Bu?" Tanya Dimas
"Tidak apa-apa nak, Ibu justru senang biar kalian bisa lebih dekat"
"Baiklah Bu, " Jawab Dimas
Setelah mengatakan itu, Dimas langsung melirik ke arah 5 orang Mafioso yang di tugaskan untuk mendampingi orang tua nya serta adiknya itu.
Sedangkan Dimas dan Sarah ada 3 orang Mafioso yang berada di dekatnya.
Sarah menggandeng tangan Dimas menuju sport foto yang cocok untuk pasangan seperti mereka.
Di sanalah, Dimas dan Sarah berfoto bersama pertama kali nya setelah foto bersama di pelaminan ketika acara resepsi pernikahan di adakan.
"Setelah ini mau kemana lagi sayang?" Tanya Dimas dengan tersenyum
"Setelah ini kita cari tempat makan sekaligus ada pusat perbelanjaan nya"
"Baiklah ratu ku apapun keinginan Baginda akan raja kabulkan"
"ih gombal deh"
Dimas hanya tersenyum
Sementara di suatu tempat, seseorang laki-laki yang tengah duduk di kursi kebesaran nya tengah tersenyum melihat ke arah laptop di depan nya.
"Hmm, Cantik kamu akan menjadi milikku. Karena Kamu sudah di takdirkan untuk ku" Ucap laki-laki tersebut dengan senyum Devils nya.
__ADS_1
Kembali ke Dimas dan Sarah
Kedatangan Dimas dan Sarah di tengah keramaian membuat para pengunjung wisata tersebut menjadi heboh.
"Ada bule tampan.. Dari mana tu" Ucap para pengunjung wanita yang melihat ke arah Dimas dengan tatapan memuja.
Mendengar ucapan dari para pengangum Suaminya, Sarah dengan cepat langsing mengandeng Dimas dengan manja, dan berjalan melewati para pengunjung wanita itu
Tetapi tanpa sadar, Kaki Sarah di cegal oleh salah satu pengunjung wanita itu
Sarah yang sudah hendak tersungkur langsung di tarik oleh Dimas masuk ke dalam pelukan nya.
"Sayang kamu tidak apa-apa kan, Ada yang sakit?" Tanya Dimas dengan khawatir
"Sarah tidak apa-apa chagi, Cuma tadi seperti nya ada yang sengaja membuat Sarah catoh" Adu Sarah dengan Dimas
Mendengar ucapan dari Sarah, Dimas langsung menatap tajam ke arah para perempuan yang tadi bersorak ria mengagumi ketampanan nya yang salah satu dari mereka ada yang ingin mencelakakan istri tercinta. Hal itu membuat Dimas murka
"Siapa yang ingin mencelakakan istri ku?" Tanya Dimas dengan nada Tajam dan tegas
Para perempuan yang tadi nya bersorak ria kini terdiam, mendengar suara tegas serta tatapan mata tajam Dimas yang membuat mereka merinding.
Sarah yang melihat para pengunjung wanita itu langsung diam dan terlihat ketakutan, langsung menenangkan Dimas
"Sudah lah Chagi, Sarah tidak apa-apa. Lebih baik kita cari tempat lain" Ucap Sarah dengan Sayang
"Baiklah Sayang, Ini demi mu jika mereka sampai membuat mu tadi jatoh. Abang tidak akan pernah bisa membuat mereka tenang"
Sarah tersenyum lembut serta menggandeng tangan Dimas menjauh dari para kaum wanita tadi.
Namun, sebelum Sarah dan Dimas menjauh salah satu dari perempuan yang tadi berucap
"Siapa dia?. mentang-mentang tampan seenaknya saja menatap tajam ke arah kita" Ucap nya.
Mafioso yang melihat kejadian itu langsung ke arah para wanita tadi.
"Jika kalian masih ingin hidup tenang lebih baik jagan ganggu bos kami" Ucap salah satu Mafioso
Mendengar dan melihat beberapa laki laki yang berseragam hitam dan ada lambang singa di dada mereka, membuat para pengunjung wanita itu langsung ketakutan. Karena mereka tau jika yang mereka singgung bukan orang biasa. Walaupun sebenarnya mereka tidak tau berkuasa di bidang apanya mereka.
Setelah memberikan peringatan pada para pengunjung wanita itu, Para Mafioso berhegas kembali ke posisi mereka mengamati sekeliling bos serta keluarga nya di taman itu.
__ADS_1