
Hotel
Setelah kepergian Riki, Sean masih bersama kedua temannya menjaga perempuan tadi yamg kini sudah sedikit nyaman, tidak seperti tadi yang ketakutan.
"Sean, kamu kok tumben sekali perhatian dengan perempuan" Ucap Barak
"Tidak tau, aku juga bingung " Jawab Sean seenaknya.
Tio dan Barak hanya tersenyum mendengar penuturan dari Sean.
"Jadi selanjutnya gimana ini perempuan?" Tanya Barak pada Sean
"Mmmmm, kita ikuti saja saran dari kak Riki tadi" Ucap Sean
Flash back 🔙
Beberapa jam yang lalu
Hotel
Riki, Barak Sean dan Tio serta beberapa Mafioso berada di kamar hotel yang di siapkan untuk mereka bertiga.
"Kak, Jadi bagaimana dengan perempuan ini?" Tanya Barak
"Kita lihat kondisi nya dulu, hingga besok setelah dia sadar dan cukup tenang, kalian bisa bertanya pada nya atau nanti bisa Sarah yang bicara dengannya supaya lebih enak. Dan kita lihat aja setelah itu " jelas Riki
"Iya kak,oh ya kak apa kak Zain tau hal ini?" Tanya Sean
"Sudah untuk prihal laki-laki itu utusan kami kalian jangan khawatir "
"Terimakasih kak "
"Sama-sama, justru karena kejadian ini kami bisa tau ada yang bermain api di hotel milik Zain Group " Jelas Riki
"Iya kak, sudah dia sombong banget lagi " Adu Tio
"Kita lihat saja nanti apa dia masih bisa sombong " Ucap Riki tersenyum smirk
Sean, Barak dan Tio melihat itu langsung merinding.
"Ya sudah, kakak mau pulang ke mension dulu jemput yang lainnya, kalian juga siap-siap, untuk perempuan itu nanti ada anak buah kakak yang perempuan yang jaga" Ucap Riki
__ADS_1
"Baik kak"
Flash Back off
hotel
Setelah beberapa saat kemudian pintu kamar mereka di ketuk.
Sean berdiri dari duduknya untuk membuka pintu
rekkk.. suara pintu terbuka
"Selamat malam Tuan, Saya Vani utusan dari Bos Riki untuk menjaga perempuan tersebut" Ucap Vani
"Oh iya, terimakasih" Ucap Sean
"Tidak masalah sudah kewajiban Saya" Jawab Vani
"Baiklah karena nona Vani sudah ada di sini lebih baik kita langsung ke bawah" Ucap Sean
"Iya, yuk, kami titip ya Nona"
"Iya"
Sedangkan rombongan Anam dan lainnya, baru saja sampai di depan hotel.
Karena ini hanya untuk keluarga dan sangat tertutup jadi hotel saat ini di jaga ketat dari berbagai arah.
Anam yang menggendong Zahid turun dari mobil begitupun dengan yang lainnya.
"Sayang , tidak biasanya mereka belum tidur " Ucap Zain pada Cahaya ketika melihat ke-tiga buah hati mereka masih terjaga.
"Mereka mungkin sangat merindukan Opa dan Oma mereka by, jadi yah seperti itu "
"Iya mungkin sayang ".
Mereka langsung ke aula hotel yang sudah di hias sangat mewah untuk acara ulang tahun Ilham, walaupun hanya keluarga saja yang hadir.
"Yuk ini acara apa?, kok hanya kita yang datang?" Tanya Ilham pada Cahaya
"Iya memang acara kita keluarga saja, bukan acara orang lain" Jawab Cahaya sekenanya.
__ADS_1
Ilham masih bingung.
Setelah beberapa mereka sudah duduk di kursi yang di sediakan untuk mereka, Mc memulai acara, dan bertapa terkejut nya Ilham bahwa acara ini untuk ulang tahun nya, tidak menyangka ...ya sungguh tidak menyangka ini pertama kali dalam hidupnya ulang tahun di rayakan.
"Selamat ulang tahun ya adikku" Ucap Cahaya Sambil memeluk Ilham
"Terimakasih yuk,"
Kembar kini berada di kursi khusus bayi karena mereka sudah 7 bulan dan juga sudah kuat untuk duduk di kursi sendiri yang khusus untuk mereka.
Ilham mendekat ke arah Anam dan Nisa.
"Terimakasih Abi, Umi" Ucap Ilham dengan air mata yang berlinang di matanya.
"Sama-sama Sayang, jangan menangis di hari bahagia mu, semoga panjang umur dan berkah selalu" Ucap Nisa
"Aamiin, terimakasih Umi"
Ilham memeluk Anam
"Terimakasih banyak Abi" Ucap Ilham dalam pelukan Anam
Setelah itu Ilham beralih pada orang yang sangat membantu dalam keluarga tentunya Zain.
Ilham langsung memeluk Zain dengan sangat erat.
"Terimakasih banyak bang, semoga Abang dan Ayuk serta kembar selalu bahagia dunia dan akhirat" Ucap Ilham
"Aamiin, tidak usah berterima kasih karena kita keluarga"
Setelah dari Zain Ilham juga tidak lupa berterima kasih pada Dimas dan Riki, kini Sarah yang notabene adik dari Ilham ingin memeluk Ilham langsung ditahan oleh Dimas.
Selamat...u" Ucap Sarah terputus ketika Dimas langsung menghadang nya karena ingin memeluk saudaranya itu.
Semuanya yang lihat langsung tertawa kecil melihat bucin nya seorang Dimas.
Ilham hanya bisa memakluminya.
"Selamat ulang tahun bang" Ucap Sarah akhirnya.
"Terimakasih Sarah" Jawab Ilham
__ADS_1
Setelah acara pelukan nya selesai kini puncak acara Ilham harus potong kue tapi sebelum itu Mc memberi tau jika ada kejutan lain untuk Ilham....