Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Kedatangan


__ADS_3

Di pesawat


Di dalam perjalanan ke Jambi, Ilham duduk di kursi samping Dimas sedangkan Tika duduk di samping Riki.


"Ilham bagaimana kuliah nya?" Tanya Riki


"Alhamdulilah bang lancar".


"Alhamdulilah, oh ya kamu bagaimana Tika?" Tanya Riki pada Tika


"Alhamdulilah bang, ya walaupun awalnya cukup sulit di karenakan faktor bahasa."


"Alhamdulilah jika seperti itu, Belajarlah yang giat, jangan pernah kecewakan Umi dan Abi"


"Iya bang, Tika akan selalu berusaha"


"Itu bagus, karena kami yakin kamu pasti bisa"


"Terimakasih bang"


"Sama sama, jangan berterima kasih karena kamu itu adiknya kami, bagian dari keluarga Anam sekarang dan selamanya"


Tika terharu mendengar penuturan dari Riki yang awalnya bertemu dengan nya sangat cuek tapi sekarang sangat perhatian terhadap dirinya walaupun hanya adik angkat.


Sedangkan di kursi Zain dan Cahaya, karena kembar masih baby. jadi mereka di tidurkan di atas troler mereka yang memang di bawa dan di letakkan di depan Zain dan Cahaya tentunya.


Selama perjalanan kembar tidak rewel, jadi mereka tenang hingga pesawat landing 🛬 di bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi.


Dua jam perjalanan tidak terasa karena pesawat pribadi milik Zain tersebut sangatlah nyaman hingga membuat mereka tidak merasakan perjalanan.


Setelah pesawat benar-benar berhenti, mereka semua mulai bersiap untuk turun dari pesawat.


Tika mendekat ke arah Cahaya untuk membantu membawa kembar


"Yuk, Syafira biar Tika yang gendong" tawar Tika


"Apa tidak merepotkan Tik?".


"Tidak Yuk, kan mereka ponakan Tika sendiri"


"Ya sudah kalau begitu tapi hati hati ya gendong nya"


"Siap yuk"


Syafira akhirnya berada dalam gendongan Tika. Sedangkan Ziyad dalam gendongan Cahaya dan Zahid di gendong oleh Nisa. Para laki-laki hanya membantu membawa barang-barang kembar dan lainnya.


Kedatangan keluarga besar Anam si sambut oleh para Mafioso yang bertugas di Jambi.


Karena mereka ramai jadi ada tiga mobil yang menunggu kedatangan mereka.


Dimas dan Riki di mobil bersama Ilham dan Tika, Sedangkan kembar bersama ayah, Bunda beserta Oma Opa nya.


Setelah masuk ke dalam mobil, kembar baru saja bangun dari tidur mereka. Mereka sangat kompak, baik dari segi apapun itu termasuk bangun tidur juga barengan.


Di perjalanan ke rumah besan menakan waktu cukup jauh dari bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi, karena itu Cahaya sudah menyiapkan beberapa cemilan di mobil untuk mereka semua. Terutama untuk dirinya yang sedang menyusui dan juga Cahaya memang sangat suka ngemil.

__ADS_1


*******************--------------------****************


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mobil mereka sampai di desa seberang.


Dimas dan yang lainnya turun dari mobil bersama.


Kedatangan mereka membuat warga desa seberang ramai, tidak pernah terjadi sebelumnya ada banyak mobil mewah sekaligus masuk desa tersebut dengan banyaknya pengawal yang mendampingi mereka.


"Alhamdulillah sampai juga, Udah kangen banget" Ucap Cahaya yang baru saja turun dari mobil


"Alhamdulillah sayang, sekarang kita kembali ke Jambi sudah bersama kembar" Ucap Zain sambil tersenyum


"Alhamdulillah by, Cahaya sangat bersyukur" Jawab Cahaya


Cahaya dan yang lainnya langsung ikut turun ke ketek untuk menyebrang ke desa pulau kampung halaman Cahaya tersebut.


"Cahaya, anak mu kembar?" Tanya sang pemilik ketek


"Iya Wak, alhmadulillah dapat tiga langsung" Jawab Cahaya dengan tersenyum ramah


"Wah jarang banget loh yang langsung dapat tiga. Dua aja yang sering"


"Iya Wak, Cahaya juga kanget awal tau mereka kembar tiga. Tapi Cahaya sangat mensyukuri itu"


"Iya Cahaya, apapun itu tetap syukuri apalagi dengan di karuniai anak-anak yang mengemaskan Seperti mereka"


"Iya Wak"


Tidak berapa lama kemudian akhirnya ketek pun di jalankan oleh wak tersebut.


Cahaya bersama dengan yang lainnya naik ke desa pulau bersama.


Tenyata di atas sudah ada Sarah dan Aisyah yang menunggu kedatangan mereka.


"Assalamualaikum Umi, Abi" Ucap Sarah


"Wa'alaikumussalam Sayang, sudah lama nunggu nya Sayang?" Tanya Nisa pada calon mantunya itu


"Baru saja Umi, Ayo Umi kita ke rumah"


"Baiklah sayang, Ayo" Jawab Nisa Sambil mengelus kepala Sarah dengan Sayang


Dimas yang melihat Sarag hanya tersenyum menahan rindu.


Riki yang memerhatikan tingkah Dimas yang melihat Sarah tanpa berkedip


"Sabar bro. bentar lagi juga halal" Ucap Riki pada Dimas


"Hmm" Dimas kelabakan karena ketahuan oleh Riki


Yang lainnya hanya tersenyum melihat Dimas yang malu-malu. Sedangkan Sarah hanya tertunduk.


Aisyah berjalan di samping Ilham


"Bente bagaimana rasanya kuliah di luar negeri?" Tanya Aisyah pada Ilham yang biasa di panggil bennte

__ADS_1


"Alhamdulillah enak. Cuma ya kita harus bisa menjaga diri dari pergaulan bebas negara sana"


"Oh gitu. Oh ya te kapan nyampe di Indonesia?"


"Dua hari yang lalu, Bennte bersama Abi, Umi dan Yuk Tika sampai nya"


"Oh gitu ya"


"Iya Sya"


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di depan rumah orang tua Cahaya yang mana di sana sangat ramai akan warga yang membantu menyiapkan segala sesuatu nya untuk pernikahan Sarah dan Dimas tersebut


Banyak di antara Ibu ibu dan bapak bapak di sana yang melihat dengan tatapan kagum terhadap keluarga Anam yang benar benar sangat tampan dan cantik


Tidak jauh dari sana, Ana suci berserta Husna dan Miftah duduk


"Ganteng banget ya calon Sarah." Ucap Miftah


"Iya benar" Jawab Suci lagi


"Iya tapi masih tetap ganteng bang Zain" Ucap Ana lagi


"Iya itumah tidak usah di bandingkan. Tapi ya tiga beradik itu memang sangat tampan" Ucap Husna menambahi


"Udahlah, jangan bicara lagi. mereka semua sudah ada yang punya" Ucap Miftah


"Hmmm" Jawaban mereka kompak


Beralih ke pada Sarah dan yang lainnya


Sarah membawa mereka semua untuk masuk ke dalam rumah, tapi sebelum itu Hasan dan Zainab baru saja keluar dari rumah berjalan mendekat ke arah besan nya itu


"Assalamualaikum Abi, Umi. Maaf tidak menyambut dengan baik" Ucap Hasan


"Wa'alaikumussalam, Tidak apa-apa Yah" Jawab Anam tersenyum


"Mari Abi, Umi masuk"


"Mari"


Akhirnya mereka semua masuk ke dalam rumah orang tua Cahaya tersebut


Para kakak ipar dan saudara Cahaya Sangat antusias untuk melihat anak-anak Cahaya yang membuat mereka merasa gemas. Walaupun hanya bisa melihat jauh tadi pas Cahaya beserta dengan yang lainnya baru sampai.


Di dalam rumah


Pas Cahaya dan yang lainnya baru masuk ternyata ruang TV yang biasanya tempat duduk bersama sudah di penuhi oleh beberapa makanan dan kue yang sudah di siapkan untuk mereka


"Abi, umi Cahaya mau meletakkan kembar di dalam kamar dulu ya." Ucap Cahaya


"Iya sudah Sayang. Kasihan juga mereka pasti lelah"


"Iya Umi"


Cahaya di Bantu oleh Tika dan Zain untuk menggendong kembar dan membawa mereka ke dalam kamar Cahaya. Supaya kembar tidur dengan nyaman di kasur.

__ADS_1


__ADS_2