
Cekrekk....Suara pintu kamar Sarah di buka dari luar
Sarah dalam kamar langsung berdiri dari duduknya menyambut kedatangan sang Suami.
"Chagia (Sayang)" Ucap Sarah Sambil menyalami tangan Dimas
"Sayang, kamu panggil aku dengan bahasa Korea?"
"Apa tidak boleh?"
"Tentu boleh Sayang" Jawab Dimas tersenyum
Setelah beberapa saat kemudian datanglah Kinan masuk ke dalam kamar Pengantin untuk menjemput kedua mempelai. Supaya mereka langsung duduk di kursi pelaminan.
"Sar, Dim. ,Apa sudah siap?. Para tamu undangan pada sudah berdatangan" Ucap Kinan
"Sudah Sak" Jawab Sarah.
Dimas dan Sarah keluar dari kamar menuju pelaminan, Kebaya pengantin warna merah yang di gunakan Sarah sangat lah elegan walaupun di adab tasikan dengan adat istiadat Jambi tentunya.
Dimas dan Sarah berjalan menuju pelaminan Sambil berpegang tangan.
Sesampai di pelaminan, Sarah dan Dimas duduk bersampingan.
Sedangkan Anam dan Nisa juga duduk di pelaminan sebelah Dimas yang mana di sana khusus untuk keluarga pihak laki-laki dan Hasan Serta Zainab duduk di kursi samping Sarah, sebagai wali dari mempelai perempuan.
"Sayang, apa kita seharian duduk di pelaminan seperti ini?" Tanya Dimas
"Biasanya tidak Chagi, tetapi nanti ada Waktu nya istirahat ganti baju gitu"
"Oh gitu, oh ya Sayang. Apa kamu tidak keberatan dengan teman-teman kamu yang hadir di acara pernikahan ini. Pasti mereka mengira yang tidak tidak"
"Chagi, yang harus Chagi tau ya teman-teman ku rata rata pada ingin nikah muda ketika mereka tau Aku nikahnya sama Chagi"
"Sayang, Abang sangat bahagia akhiratnya kita sudah resmi menjadi suami istri"
"Alhamdulillah, Sarah juga bahagia yang mana kita sudah tidak takut lagi adanya zina jika ketika hanya berdua"
"Iya Sayang"
Ketika beberapa saat kemudian percakapan Dimas dan Sarah terhenti karena para tamu undangan ada yang ingin berpamitan serta sesi foto bersama mereka.
Dimas dengan posesif merangkul Sarag dalam pelukannya, walaupun hal tersebut sangat canggung. karena mereka belum pernah berpelukan sebelum nya.
Setelah selesai berfoto-foto, Sarah dan Dimas di bawa kembali ke kamar untuk ganti kostum.
Setelah beberapa saat kemudian Dimas dan Sarah kembali ke pelaminan. Dan di kostan kedua ini pihak keluarga yang bersesi foto bersama.
Kini Di atas pelaminan ada Zain serta Cahaya dan ketiga buah hati nya yang berfoto bersama dengan Dimas dan Sarah.
Zahid dan Ziyad di gendong Zain sedangkan Syafira dalam gendongan bundanya.
"Bos, apa boleh ajarkan cara bisa memiliki anak-anak seperti mereka" Ucap Dimas Sambil berbisik di telinga Zain
"Sabar Dim, Sarah masih terlalu muda jika kamu Langsung tancap gas"
__ADS_1
"Iya tau Bos"
Setelah mengucapkan itu Zain dan Cahaya serta kembar turun dari pelaminan.
Zain berjalan ke arah Riki berada serta membawa dua baby kembar nya.
"Rik, kamu tidak ingin berfoto bersama dengan Dimas dan Sarah sendiri?" Tanya Zain
"Bos, kamu bisa berfoto bersama mereka dengan keluarga kecil mu. Lah Aku sama siapa?"
"Ya sudah lah jika kamu tidak mau. Bilang aja iri" Ucap Zain sambil tersenyum
"Hmm itu tau"
"Udah udah, ada saat nya nanti kamu juga bisa seperti ku dan Dimas memiliki keluarga sendiri di dampingi istri yang sangat kamu cintai. Sabar saja, oh Ya tolong gendong Ziyad dong"
"Ya Bos, ya sudah sini ziyad Aku gendong"
"Ni" menyerahkan Ziyad pada Riki. Walaupun Zain kuat menggendong kedua nya sekaligus namun, cukup pegal jika lama lama.
Akhirnya Ziyad di gendong Riki dan Zahid masih dalam gendongan Zain.
Setelah memasuki waktu shalat Asar, kedua mempelai di persilahkan istirahat dan makan serta berganti kostum terakhir. karena nanti akan ada sesi potong kue.
Para tamu undangan banyak yang merasa gemas melihat ketiga buah hati Cahaya dan Zain yang mana mereka sangat imut serta tampan dan cantik.
Zain dan Riki akhirnya kualahan karena para ibu-ibu mengerumuni mereka ingin melihat Ziyad dan Zahid, Akhirnya Ziyad dan Zahid Zain dan Riki serahkan pada Nisa dan Zainab.
"Aduh duh cucu-cucu nya Oma, sudah jadi artis ya walaupun masih kecil" Ucap Nisa
"Ibu tenang saja, Zain tidak akan pernah mengurangi kewaspadaan nya terhadap keselamatan dan keamanan keluarga nya"
"Syukur lah jika seperti itu."
Cahaya berjalan menghampiri suaminya berada
"By, Ziyad dan Zahid mana?" Tanya Cahaya
"Bersama Ibu dan Umi Sayang, tadi ibu-ibu pada ngerumuni kembar jadi Hubby serahkan pada Umi dan Ibu"
"Oh gitu, Hubby dan kak Riki sudah makan?"
"Alhamdulillah sudah sayang, tadi barengan sama Abi dan Ayah"
"Ya sudah by, Cahaya ke Tempat kembar dulu, karena mereka pasti haus"
"Ya sudah sayang"
Di kamar pengantin
"Tuan Dimas, jika sudah selesai makan nya kita silahkan berganti kostum nya" Ucap seorang perias pengantin
"Hmm, "
Akhirnya Dimas berganti pakaian setelah selesai shalat Asar dan makan. Dan Sarah juga berganti dengan gaun pengantin warna biru langit yang sangat mewah. Sedangkan Dimas dengan stelan jaz yang sesuai dengan gaun Sarah gunakan.
__ADS_1
Setelah selesai ganti pakaian, Sarah dan Dimas kembali ke pelaminan. Karena gaun Sarah cukup besar dan panjang ekornya. Sarah di bantu Ana dan Suci membawa nya.
Setelah beberapa saat kemudian tibalah di puncak acara yang mana pengantin akan potong kue.
"Baiklah karena kedua mempelai sudah siap, dalam hitungan mundur. kedua mempelai harus sudah memotong kue nya bersama, 3.....2.....1..." Ucap MC
Sedangkan di pelaminan, Dimas menggenggam tangan Sarah memotong kue pengantin ketika mendengar angka 1 di ucapkan oleh MC.
Setelah kue terpotong, Kinan dan Ana sebagai pembantu pemotongan kue tersebut, membantu kedua mempelai tersebut.
"Baiklah, karena kue nya sudah terpotong. Sekarang saat nya kedua orang tua yang memberikan suapan pada kedua mempelai, yang mana pihak orang tua Laki laki terlebih dulu" Ucap MC
Nisa dan Anam sudah bersiap siap untuk menyuapi kedua mempelai dengan kue di tangan mereka.
"Dalam hitungan mundur, kedua orang tua mempelai pria di persilahkan untuk memberi suapa pada kedua mempelai, 3....2....1" ucap Mc
Anam dengan tenang Sambil tersenyum memberikan suapan pertama pada Sarah, sedangkan Nisa memberikan suapan pada Dimas.
"Baiklah setelah ini sesi memberikan minuman pada kedua mempelai yang mana di persilahkan Kepada kedua orang tua pihak mempelai wanita" Ucap MC lagi
Zainab dan Hasan sudah bersiap siap dengan air minum di gelas yang berada di tangan mereka.
"Dalam hitungan mundur, di persilahkan Kepada kedua orang tua untuk memberikan minum pada kedua mempelai...3...2...1"
Hasan yang bertugas memberikan minum pada Dimad dan Zainab memberikan minum pada Sarah.
"Baiklah karena kedua orang tua sudah memberikan suapan pada kedua mempelai, sekarang saat nya kedua mempelai saling suapan. lebih tepatnya makan berdua di satu sendok"Ucap MC
Saat ini Ana yang di tugaskan untuk memegang sendok garpu yang akan di gunakan untuk memberikan suapan pada kedua mempelai sekaligus.
"Bagaimana kedua mempelai. Siap?" Tanya MC
Dimas dan Sarah tersenyum langsung menjawab
"Insyaallah siap"
"Baiklah, dalam hitungan mundur dari 3...2...1.."
Dimas dan Sarah sudah bersiap untuk menyantap kue yang ada di satu sendok di hadapan mereka, namun Ana dengan sengaja menurunkan sendok tersebut dan akhirnya Dimas dan Sarah tidak memakan kue tapi mereka bertabrakan bibir.
Dimas dan sarah terkejut, tapi Dimas dengan cepat mengambil inisiatif untuk ******* bibir Sarah dengan sangat lembut.
Sarah yang terkejut dengan apa yang Dimas lakukan saat ini, Sarah tidak bisa berbuat apa-apa karena ini pertama kali baginya begitupun dengan Dimas.
Para tamu undangan sangat riuh melihat ke arah kedua mempelai di atas pelaminan tersebut.
Namun tidak lama kemudian, Dimas akhirnya sadar, bahwa mereka saat ini di atas pelaminan. Sarah karena malu hanya bisa bersembunyi di dalam di pelukan sang Suami.
sedangkan Zain dan Riki yang melihat kejadian tersebut hanya tersenyum saja.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya acara puncak pun selesai, di tutupi dengan sesi foto bersama lagi.
Tepat pukul 18:00 akhirnya Dimas dan Sarah sudah berada di dalam kamar pengantin. setelah seharian di atas pelaminan yang cukup melelahkan. tanpa sadar Sarah sudah terlelap di atas kasur. Sedangkan Dimas sudah berganti pakaian dan juga sudah mandi tentunya.
"Alhamdulillah Sayang, sekarang kita sudah sah dan Acara pun juga sudah selesai. Kamu pasti lelah. Tidur lah sebentar lagi" Ucap Dimas sambil mengelus puncak kepala Sarah dengan Sayang.
__ADS_1