Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Buku apa?


__ADS_3

Seminggu sebelum Perpisahan


Jambi


Sesampai di pusat perbelanjaan yang ingin dituju untuk persiapan mendaki, Ilham dan lainnya langsung membeli semua keperluan mereka serta makanan ringan yang bisa mereka bawa.


Sedangkan di Jogja


Setelah mengetahui sedikit titik terang


Tentang identitas dari foto Zain Dimas dan Riki kembali berkumpul di ruang tamu bersama dengan yang lain nya.


Zean sudah tidak secanggung sebelum nya, walaupun kadang tidak mengerti apa yang semuanya bicarakan karena menggunakan bahasa Indonesia, tetapi Cahaya berbicara bahasa Inggris padanya hal tersebut membuat Zean semakin nyaman bersama dengan mereka.


Cahaya melihat ke arah Zain yang sedang bermain dengan kedua putranya


"Hubby, kapan mau daftarkan Zean sekolah?" Tanya Cahaya


Zain melihat ke arah Cahaya sebelum menjawab nya.


"Biar Riki aja yang urus ataupun Dimas Sayang, yang penting sekolah nya yang basis internasional karena sulit jika di sekolah kan di sekolah biasa melihat kondisi nya yang tidak bisa Bahasa Indonesia dan juga status dia" Jelas Zain


Dimas dan Riki mendengar ucapan dari Zain langsung mengerti.


"Baiklah by jika seperti itu" Jawab Cahaya


"Bos urusan Zean biar Aku dan Sarah aja, Riki kan mau mempersiapkan pernikahan nya " Ucap Dimas


"Baiklah jika seperti itu, oh ya Riki jika butuh sesuatu untuk pernikahan mu jangan pernah sungkan untuk kasih tau, oh ya mau kado pernikahan apa?"


"Untuk kado pernikahan besok aja di bicarakan Bos setelah Tiara selesai di pondok " Jawab Riki


"Oh gitu oke deh, Oh ya Sayang buku yang kita baca dulu setelah nikah kasih aja untuk Riki " Ujar Zain


Cahaya mendengar ucapan dari Zain langsung memutar otak berpikir buku apa yang dimaksud oleh sang suami.


"Buku apa Bos?" Tanya Riki langsung


Mendengar pertanyaan dari Riki, Zain mendekat ke arah Riki dan membisikkan sesuatu di telinga nya Riki.


"Buku tata cara berhubungan suami istri" Ucap Zain pelan


Riki yang mendengar nya langsung melotot.


"Emang nya ada Bos?" Ucap Riki langsung


"Ada, karena dalam Islam semuanya sudah di atur sedemikian rupa bagus nya " Ucap Zain

__ADS_1


"Boleh tu bos, besok kasih ke aku ya " Ucap Riki.


Sedangkan Dimas yang tidak tau apa yang sedang Riki dan Zain bicarakan sedikit kepo.


"Buku apa sih Bos, kok Aku nggak dapat?" Tanya Dimas


"Lupa kemarin kasih mu, ntar mu juga di kasih hehehe " jawab Zain


Dimas yang mendengar ucapan dari Zain sedikit mendengus kesal tapi hanya sekedar.


Setelah mendengar pembicaraan para laki-laki, Cahaya akhirnya faham akan maksud dari sang suami tadi.


"Ohhhh, ya sudah ntar Cahaya beli dua untuk kak Dimas dan kak Riki, soal nya yang punya Cahaya cuma satu" Ucap Cahaya


"Ya Sayang, soalnya buku itu sering Hubby baca untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam rumah tangga kita" Jawab Zain.


(Jika ingin tai buku apa, bisa kembali baca di novel pertama ya)


Setelah pembicaraan tersebut karena sudah semakin siang, dan sudah waktunya untuk mempersiapkan makan siang Cahaya dan Sarah meninggalkan mereka semua di sana, sebelum itu Kembar juga sudah mau tidur siang tapi sebelum itu Cahaya memberikan mereka ASI terlebih dulu setelah kenyang mereka langsung tidur di boks mereka.


Setelah kembar nyaman di boks mereka, Zain kembali berkumpul dengan yang lainnya.


Setelah beberapa saat kemudian mereka akhirnya makan siang bersama di ruang makan, setelah selesai makan mereka langsung kembali ke kamar mereka masing-masing karena sudah masuk waktu shalat Dzuhur.


Sedangkan di Jambi


Setelah lama berkeliling di pusat perbelanjaan, Ilham dan ketiga sahabatnya serta tiga Mafioso mereka memutuskan untuk makan siang di restoran Padang.


Setelah selesai makan mereka baru melanjutkan perjalanan ke kerinci dan mereka menginap di sana untuk malam ini


...----------------...


...Malam harinya ...


Karena besok Jum'at, mereka semua mau menjenguk Tiara do pondok.


Setelah makan malam, Zain dan Cahaya langsung kembali ke kamar mereka, begitupun dengan yang lainnya.


"Sayang kamu akan melanjutkan pendidikan mu atau bagaimana?" Tanya Zain


"Menurut Hubby bagaimana?"


"Hubby terserah kamu Sayang, tapi jika Hubby inginnya kamu di rumah aja, karena Hubby takutnya nanti kembar di tinggal terus kasihan mereka walaupun bisa saja seperti biasanya di bawa ke kampus tapi kasihan mereka" Jelas Zain


"Iya By, Cahaya juga sudah berpikiran seperti itu Jadi Cahaya memutuskan tidak melanjutkan seperti nya, jika memang mau melanjutkan pendidikan online aja tapi bukan universitas di Indonesia"


"Nah itu juga boleh sayang "

__ADS_1


"iya by, ya sudah tidur udah malam besok katanya mau ke pondok Tiara "


"Iya sayang, selamat tidur istri ku tercinta " Ucap Zain


"Iya by selamat tidur juga suamiku "


Akhirnya mereka tidur.


Sedangkan di kamar Sarah, Sarah belum tidur karena menyelesaikan beberapa tugas sekolah nya dan Dimas ada di samping nya untuk menemani nya.


"Masih banyak lagi ya sayang tugasnya?" Tanya Dimas


"Sedikit lagi Chagi, jika Chagi sudah ngantuk tidur duluan aja "


"Nggak mau ah nggak meluk kamu Sayang " Ucap Dimas


"27 tahun lalu bisa tuh " ucap Sarah sambil tersenyum


"Beda toh Sayang, sekarang ada istri tercinta jadi tidak nyaman tidur tanpa ada kamu di samping"


" Ya sudah bentar lagi ya Chagi"


"hmm"


Sarah melanjutkan menyelesaikan pekerjaan rumah nya, Setelah beberapa saat kemudian Sarah menyelesaikan nya.


Sebelum tidur Sarah membersihkan diri nya setelah itu baru bergabung di atas kasur bersama Dimas.


Sedangkan di kamar Riki, Riki sudah tidur dengan nyenyak.


...----------------...


...Pagi harinya...


Kembar sudah terbangun bersama kedua orang tua nya, Zain membawa kembar untuk berjemur sedangkan Cahaya dan Sarah di dapur untuk membantu para maid untuk menyiapkan sarapan.


Dimas dan Riki serta Brian jalan pagi mengelilingi sekitar kawasan mension.


Zean juga sudah bangun dan ikut bersama Zain menjemur kembar.


Setelah beberapa saat kemudian mereka semua nya berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama.


kembar berada di atas troler mereka di letakkan di antara Cahaya dan Zain. Kembar belum di makan apa-apa selain ASI Alhamdulillah nya ASI cahaya Sangat banyak untuk mereka bertiga.


Setelah selesai makan mereka semua bersiap untuk pergi ke pondok tapi tidak untuk Sarah dan Dimas yang harus ke kantor dan sekolah.


Yang ke pondok hanya Zain dan keluarga kecilnya Riki dan Zean , sedangkan Brian harus ke markas untuk berlatih sebelum nantinya kuliah di Amerika.

__ADS_1


Setelah semuanya siap mereka langsung bergegas untuk berangkat.


Di perjalanan ke pondok mereka menggunakan mobil yang Zain desain khusus untuk mereka yang besar supaya kembar nyaman dan ada kulkas khusus menyimpan ASI eksklusif untuk mereka juga


__ADS_2