Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
H-7


__ADS_3

Akhirnya hari yang di tunggu tunggu sudah dekat, Nisa, Anam, Ilham dan Tika di negara A sudah sampai ke Jogja dua hari yang lalu. Kini di mension Zain Semuanya tengah bersiap untuk berangkat ke Jambi. Karena memang mereka merencanakan jika berangkat ke Jambi nya seminggu sebelum hari pernikahan Dimas dan Sarah di laksanakan.


Di Jambi


Kediaman keluarga Hasan sangat ramai oleh para warga baik dari kalangan para kaum muda mudinya, maupun ibu-ibu dan bapak-bapak yang tengah membantu mempersiapkan segala sesuatu untuk acara pernikahan Sarah dan Dimas Minggu depan.


Dari para kaum wanita sebagian nya ada yang membuat kue dan ada juga yang tengah menyibukkan diri dengan bahan masakan untuk makan siang semuanya hari ini yang sedang bergotong royong merewangi kediaman keluarga Hasan tersebut. Dan para kaum muda mudinya bersemangat menyiapkan kayu bakar dan membuat panggung acara, maklum di Desa jadi acara pernikahan nya sederhana saja.


Di dalam rumah


Sarah tengah duduk bersama para wanita lainnya tengah memasak beberapa kue yang sudah mereka adon bersama, ada yang bikin kripik bawang, ada juga yang buat kripik pisang dan singkong.


Ada Husna dan Ana juga di sana yang turut andil membantu membuat kue, walaupun Ana di pesantren tapi Alhamdulillah di beri izin untuk pulang karena acara Sarah yang tinggal beberapa hari lagi. Ana juga di pesantren hanya menyelesaikan hafalan Qur'an nya saja tidak sekolah formal.


"Sar, Yuk Cahaya Ayuk dengar sudah punya anak ya?" Tanya Ana


"Alhamdulillah yuk, sudah tiga lagi. Dua laki-laki dan satu perempuan" Jawab Sarah tersenyum


"Oh ya?, keluarga bang Zain ada kembar ya?"


"Tidak tau juga, tapi kan keluarga kita sebenarnya ada yuk yang kembar tapi jauh"


"Iya juga sih, tapi kan kembar tidak harus ada faktor keturunan juga"


"Mendengar penuturan dari Ana, Sarah dan Husna hanya mengangguk kan kepala mereka pertanda menyetujui ucapan dari Ana tersebut


Sedangkan para Ibu ibu yang lainnya yang sedang duduk bersama Husna,Sarah dan Ana hanya menyimak pembicaraan mereka.


Hasan yang dari luar rumah mendekat ke arah Sarah.


"Sar, apa Dimas dan yang lainnya sudah berangkat ke Jambi?" Tanya Hasan


"Belum yah, nanti jam 10 baru take-off dari Jogja nya"


"Oh gitu ya sudah kalau begitu"


"Iya Yah" Hasan menjauh dari para kaum wanita yang sedang sibuk membuat kue dekat dengan Sarah

__ADS_1


Setelah kepergian Hasan, Suci dan Miftah dari luar rumah berjalan mendekat ke arah Sarah dan yang lainnya.


"Sar,"panggil Suci


"Iya Ci, kenapa?" Tanya Sarah


"Tidak apa-apa hanya manggil Calon pengantin aja"


"Dasar kamu Ci Ci, Tak kirain ada apa"


"Ya maaf Sar, oh ya kapan nyampe calon suami mu?"


"Nanti siang, kenapa?"


"Tidak apa-apa, hanya berharap bang Dimas mengajak pria jomblo yang akan menjadi imam ku mungkin".


"Udah kebelet nikah Ci?"


"Nggak juga sih, hanya pengen seperti mu aja" Jawab Suci dengan cengar-cengir


Sarah dan yang lainnya termasuk para ibunya suci yang ada di sana hanya tersenyum dan geleng kepala mendengar penuturan Suci tersebut.


"Iya sudah deh" Jawab Suci akhirnya


Sarah tersenyum melihat Suci yang akhirnya pasrah..


Kesibukan di Jambi karena pada rewang, namun di Jogja sibuk karena menyiapkan keberangkatan ke Jambi terutama Dimas, karena yang akan menikah.


Di kamar Dimas tengah memilih beberapa stelan yang akan di bawa ke Jambi, karena pernikahan dan resepsi sederhana sudah di sediakan dari keluarga mempelai wanita, jadi Dimas tidak sibuk untuk hal itu. Tetapi Dimas juga sudah merencanakan untuk resepsi pernikahan mewah untuk nya dan Sarah. Mengenalkan Sarah pada publik.


Ketika Dimas sibuk di kamar, ada suara ketukan dari luar kamar nya.


"Tok tok"


"Masuk" Ucap Dimas


Zain berjalan masuk ke dalam kamar Dimas

__ADS_1


"Sudah siap belum Dim?" Tanya Zain


"Sudah, Alhamdulillah bos" Jawab Dimas


"Ya sudah, suruh Mafioso untuk membawa barang-barang bawaan mu ke bawah, Karena yang lainnya sudah pada siap tinggal menunggu mu"


"Oh gitu. Baik bos"


Tidak berapa lama kemudian akhirnya Dimas dan Zain bergabung di lantai satu di mana yang lainnya sudah menunggu mereka.


"Sudah siap Dim?" Tanya Anam pada putra keduanya itu


"Sudah Bi, maaf membuat Abi dan yang lainnya menunggu"


"Sudahlah nak, Ayo berangkat" Ucap Nisa yang sedang menggendong Zahid.


Sedangkan Ziyad berada di dalam gendongan Riki, dan Syafira di gendong Cahaya.


Akhirnya mereka kini sudah berada di dalam mobil, kembar berada di mobil yang sama dengan di gendong Zain, Riki dan Cahaya, sedangkan yang lainnya di mobil satunya lagi termasuk Dimas.


Di mobil Zain.


"Rik, ingat selama Aku dan Dimas di Jambi, jangan lengah karena kita tau musuh" ucap Zain.


"Siao Bos" Jawab Riki


Cahaya yang mendengar ucapan dari Zain langsung bertanya


"Kak Riki tidak langsung ikut menginap di Jambi By?"


"Tidak Sayang, karena Riki berangkat ke Jambi sehari sebelum hari pernikahan Dimas dan Sarah, karena nanti nya Riki yang membawa pak KUA nya dari Jogja"


"Oh gitu, ya by"


"Iya Sayang"


Zain tersenyum melihat Cahaya, sesekali mengelus puncak kepala Zahid yang ada di gendongan nya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di bandara Yogyakarta internasional airport


__ADS_2