
Di perjalanan ke sekolah, Dimas menggenggam erat tangan Sarah, sedangkan Sarah hanya fokus dengan game online yang ada di handphone nya.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mobil yang di kendarai Dimas sudah masuk ke dalam wilayah sekolah elite di Yogyakarta tersebut
"Subhanallah ini sekolah SMA atau kampus Chagi?" Tanya Sarah
"Sekolah SMA Sayang, Yok turun" Ajak Dimas
"Iya Chagi, tapi kok Sarah jadi sedikit minder ya"
"Kamu tidak boleh minder dengan manusia Sayang, ingat kamu adalah istri dari Dimas putra Anam"
"Iya ya"
Dimas dan Sarah turun dari mobil mereka bersama.
Namun ketika Dimas dan Sarah turun dari mobil, mereka di hampir seorang laki-laki muda yang sangat tampan.
" Pagi Bos, Nona " Ucap laki laki tampan tersebut
"Pagi Brian, oh ya ruang kepala sekolah nya di mana ya?" Tanya Dimas
"Mari Bos Nona biar Saya antar" Ucap Brian dengan sopan.
"Baiklah" Ucap Dimas
Sarah hanya mengerti jika laki-laki yang ada di depan nya itu adalah adik yang di maksud oleh suami nya tadi malam.
Kedatangan Brian bersama seorang pengusaha sukses serta ada seorang perempuan muda di dekat mereka membuat para siswa sekolah tersebut menjadi heboh, karena di sekolah tersebut Brian merupakan laki-laki idaman bagi setiap siswi di sana. Yang notabene nya sekolah tersebut hanya bagi orang kalangan atas saja.
"Brian ternyata kamu sangat terkenal ya" Ucap Dimas
"Masih kalah jauh dari Anda dan king Bos"
"Oh ya Brian selama Sarah sekolah kamu harus menjaga keamanan nya terutama ketika ada laki-laki yang ingin mendekati nya" Ucap Dimas sedikit tegas
"Siap Bos"
"Bagus, oh ya nanti setelah pulang sekolah kamu harus ke mension, queen dan king ingin bertemu dengan mu"
"Baik Bos"
"Bagus, ya sudah karena ruang kepala sekolah nya sudah sampai kamu kembali lah ke kelas mu"
"Baiklah Bos, Saya undur diri dulu. Bos Nona mari"
"Iya" Jawab Sarah dengan sedikit canggung.
Setelah kepergian Brian, Dimas langsung mengetuk pintu ruang kepala sekolah tersebut.
__ADS_1
"Tokkk tokk" Suara ketuka pintu.
Setelah beberapa saat kemudian pintu pun terbuka.
"Assalamualaikum" Ucap Dimas
"Wa'alaikumussalam"
"Selamat pagi Tuan Dimas, mari masuk" Ucap kepada sekolah
"Baik pak Ahmad" jawab Dimas
Sesampai di dalam ruang kepala sekolah
"Saya kira nona Sarah akan mulai sekolah nya Minggu depan tuan?" Ucap kepala sekolah yang memang sudah mengetahui jika Sarah akan sekolah di sana karena Zain dan Dimas sudah membicarakan nya sebelum nya.
"Tidak apa-apa pak, karena lebih cepat lebih baik, biar Sarah juga cepat beradaptasi dengan teman teman nya. Dan mohon untuk pihak sekolah bisa menjaga istri kecil Saya ini" Ujar Dimas
"Baik Tuan, kami akan menjaga nona Sarah"
"Alhamdulillah jika seperti itu, baiklah pak karena Saya sudah melapor pada Anda dan Saya juga harus berangkat ke perusahaan sekali lagi saya mohon pihak sekolah juga terutama anda bisa menjaga privasi dari Sarah sebagai istri dari Saya karena saya ingin Sarah sekolah dengan nyaman"
"Baik Tuan, Saya selaku kepala sekolah sangat mengerti akan hal itu. Anda tenang saja nona Sarah akan kami jaga semampu kami di sini"
"Baiklah pak, Saya pamit pulang dulu. " Ucap Dimas
"Mari Tuan" Ucap pak kepala sekolah
"Sayang, sekolah yang rajin ya biar cepat lulus. Oh ya ini uang jajan nya juga sudah Abang taro di tas mu, Abang berangkat ke kantor ya" Ucap Dimas
"Iya Chagi, semangat kerjanya dan ingat jaga mata dan hati sudah ada istri" Bisik Sarah pada telinga Dimas
Dimas hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah pak Ahmad, Saya permisi Assalamualaikum" Ucap Dimas
"Wa'alaikumussalam"
Setelah kepergian Dimas, Sarah di bawa pak Ahmad menuju ruang kelasnya, karena pembelajaran pertama akan segera di mulai.
Sesampai di depan kelas 10 A
"Assalamualaikum" Ucap Ahmad
"Wa'alaikumussalam" Jawab Seorang ibu guru yang masih sangat muda dan sangat cantik menurut Sarah
"Ini Bu Sri, nona Sarah murid baru akan bergabung di kelas anda" Ucap pak Ahmad
"Baik pak, Sarah sini" Ucap Sri
__ADS_1
Sarah mendekat ke arah ibu guru muda itu.
"Iya Bu" Ucap Sarah sopan
Setelah Sarah masuk ke dalam kelas, pak Ahmad meninggalkan kelas tersebut.
"Baiklah teman teman semua kita ada teman baru, mari Sarah perkenalkan diri pada tema-tema semuanya" Ucap Sri
"Baik Bu, baiklah teman teman semua nya perkenalkan nama saya Sarah. Asli Saya dari Jambi" Ucap Sarah dengan lantang dan cepat.
Setelah Sarah memperkenalkan diri nya, ada dari mereka yang berbisik dan memandang remeh Sarah setelah mendengar asal usul Sarah yang mana dari kota kecil dan dari logat Sarah pun juga sangat terlihat kampungan bagi sebagian mereka.
"Baiklah Sarah, kamu duduk di kursi samping vivi ya" Ucap Sri
"Baik Bu" Jawab Sarah
Sarah berjalan menuju tempat duduk yang masih kosong.
"Hai, boleh Sarah duduk" Ucap Sarah.
"Silahkan Sarah, sekarang kita teman" Jawab Vivi dengan ramah
Sarah duduk di kursi samping Vivi, melihat respon Vivi yang sangat baik pada nya Sarah menjadi lega karena menemukan teman satu bangku yang menerima nya.
Setelah Sarah duduk di kursi. Ibu Sri pun memulai pembelajaran yang mana pembelajaran tersebut pelajaran bahasa Inggris.
Karena besik Sarah yang tidak seencer Cahaya dalam bidang bahasa membuat Sarah sedikit kewalahan menghadapi pelajaran tersebut. Karena teman teman sekelas nya pada pintar pintar seperti nya.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mata pelajaran pertama selesai, dan kini Sarah belajar di mata pelajaran kedua yang mana sekarang yang mengajar itu seorang laki-laki tampan. jika di lihat seumuran dengan Dimas.
Karena Sarah di mata pelajaran kedua ini cukup mudah di mengerti nya, hal itu tidak membuat nya kewalahan karena Sarah sangat suka matematika dan sejenisnya
Setelah selesai mata pelajaran kedua, kini waktunya istirahat.
Sarah berjalan keluar dari kelas bersama dengan Vivi.
"Oh ya Vi, biasa nya jika jam istirahat gini kamu kemana?" Tanya Sarah
Sarah memang orang yang mudah bergaul karena itu sangat muda untuk akrab dengan orang yang baru ia kenal seperti saat ini bersama Vivi
"Ke kantin, lapar Sar"
"Ya sudah, yok ke kantin. oh ya vi sebenarnya sekolah ini berapa ya bayar nya?" yang kepo
"Satu semester nya 100 jt belum lagi uang bangunan nya" Jelas Vivi
"Mahal amat, oh ya vi apa kamu tidak malu berteman dengan Sarah yang dari kampung?"
"Kenapa harus malu yang penting orang nya itu tulus dengan kita"
__ADS_1
"Oke deh Yok duduk" Sesampai di kantin
Saraj yang melihat keramaian itu langsung ikut melihat dan ternyata....