
Mension
Setelah beberapa saat setelah perkenalan, kini Sarah juga sudah beristirahat di kamar yang sudah di siapkan untuk nya.
Kamar Tika di tempatkan di sebelah kamar Sarah yang memang kamar tersebut belum ada yang menggunakan nya.
(Malam harinya)
Cahaya dan Sarah Tengah asik di dapur membantu para maid untuk menyiapkan makan malam, Sedangkan Zain dan yang lainnya sedang bermain dengan kembar di ruang tamu.
Di Dapur
"Yuk, Menurut Ayuk bagaimana dengan yuk Tika?" Tanya Sarah di sela sela menyiapkan makanan
"Baik dan Cantik" Jawab Cahaya dengan tersenyum
"Benar Yuk, tapi kasihan mendengar cerita Yuk Tika yuk"
"Itulah hidup tidak semuanya sama, karena setiap manusia itu punya jalan hidup masing-masing. Beruntung bisa bertemu dengan Umi dan Abi yang sangat baik"
"Iya Yuk, Alhamdulillah"
"Ya sudah, lebih baik kita ke depan sekaligus mengajak untuk makan malam bersama"
"Oke Yuk"
Sarah dan Cahaya berjalan menuju ruang tamu.
Sesampai di ruang tamu, Cahaya duduk di samping Zain dan Sarah duduk di samping Dimas.
"Hubby, makanan sudah siap ajak yang lainnya makan"Ucap Cahaya berbisik di telinga Zain
"Baiklah Sayang" Ucap Zain
Cahaya hanya tersenyum mendengar ucapan dari Zain.
Akhirnya semuanya menuju ruang makan dan makan malam bersama.
Setelah selesai makan, Zain dan Cahaya membawa kembar ke kamar mereka, sedangkan Anam dan Nisa juga sudah masuk ke dalam kamar mereka. Begitupun dengan yang lain nya kembali ke kamar masing-masing.
***********-------*********
Pagi yang sangat cerah, Dimas bangun dari tidur nya dengan senyuman cerah tidak seperti biasanya, karena bangun di pagi ini dia sudah bisa langsung melihat seseorang yang begitu di cintai nya, walaupun bisa mencurahkan perhatian dan cinta nya untuk orang yang di cintai nya dengan langsung karena mereka belum di halalkan tapi tetap saja membuat Dimas begitu bahagia.
Berbeda dengan Sarah yang bangun dari tidur nya langsung membantu Cahaya di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi mereka, sudah dari kecil Sarah dan Cahaya di ajarkan untuk membantu prihal dapur walaupun sebenarnya Zain sudah melarang Cahaya di dapur karena mension Zain sudah sangat banyak Maid untuk menyiapkan makanan untuk mereka. Tapi bagi Cahaya sendiri menyiapkan makanan untuk Sang Suami mempunyai kebahagiaan tersendiri dan kelegaan di dalam nya.
__ADS_1
Karena pagi ini, Cahaya harus ke kampus jadi kembar di tinggal di mension bersama sang Oma, Opa dan juga para Maid tentunya.
Tepat pukul 7:30, Zain mengantar Cahaya berangkat ke kampus sebelum Zain ke perusahaan, sedangkan Riki sudah berangkat ke perusahaan terlebih dulu sebelum Zain.
Di mension
Setelah keberangkatan Zain dan Cahaya, mension menjadi sedikit sepi, Namun karena kehadiran kembar, Sarah dan juga Tika membuat mension menjadi ramai.
"Sayang, apa tidak ingin berkeliling dan berbelanja?" Tanya Nisa pada Sarah
"Nggak deh Mi, Sarah mau di sini saja membantu merawat kembar"
"Jangan gitu dong sayang, kembar bisa sama Umi dan juga para maid menjaga mereka, oh ya sekalian jalan jalan kalian sebelum menikah"
"Tapi tidak apa-apa Umi?"
"Tidak apa-apa Sayang, ya sudah Dim ajak lah Sarah jalan jalan tapi ingat kalian belum halal" Ucap Nisa pada Dimas
"Baiklah Umi, terimakasih"
Sedangkan Anam melihat wajah Dimas yang sangat terlihat jika sedang bahagia hanya bisa tersenyum.
Setelah beberapa saat kemudian, Dimas dan Sarah sudah berada di dalam mobil.
"Sayang, kamu ingin kemana?"
"Mmm, Bagaimana kita nonton?"
"Tapi bang, Nanti jika orang pada lihatin kita bagaimana?"
"Apa kamu Malu Sayang jalan sama Abang yang tua ini?"
"Kenapa harus malu, Abang kan tampan dan Calon Suami nya sendiri kenapa harus malu yang Sarah ingin bilang itu apa Abang tidak malu jalan dengan perempuan kampung seperti Sarah?"
"Sayang, kamu itu perempuan yang Abang cintai dan akan menjadi istri abang dan Calon Ibu untuk anak-anak Abang kelak kenapa harus malu, kamu Cantik dan baik lagi"
"Terimakasih Bang"
"Sama sama Sayang, jadi kemana kita ni?"
"Ke Mall aja bang, Sarah pengen nonton dan belanja boleh?"
"Boleh dong sayang, justru Abang senang bisa membelanjakan kamu Sayang, "
"Tapi nanti di bilang matre bang?"
__ADS_1
"Sayang, perempuan matre itu perlu, apalagi dengan pasangan nya sendiri" Jawab Dimas tersenyum.
Sarah hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari Dimas.
Setelah beberapa saat kemudian, Mobil mereka sudah sampai di parkiran sebuah Mall besar di Jogja. Mall yang dulu pernah Cahaya di cekakakan oleh seorang....
(Pada ingat nggak?..., Ceritanya gimana)..
Dimas dan Sarah turun dari mobil bersama, lebih tepatnya Dimas membukakan pintu mobil untuk Sarah, Dimas memperlakukan Sarah bak seorang ratu.
Kejadian tersebut menjadi pusat perhatian untuk semua pengunjung, apalagi yang sedang di lihat mereka adalah salah satu dari tiga pria sukses (Zain, Dimas dan Riki) di dunia bisnis.
Siapa yang tidak mengenal mereka.
Sarah merasa kurang nyaman karena kedatangan mereka menjadi pusat perhatian untuk banyak orang, Sarah menundukkan kepalanya.
Dimas yang melihat Sarah menundukkan kepalanya, Dimas langsung mengerti dan membukakan jaket dan memasangkan keatas kepala Sarah supaya berlindung dari tatapan mata banyak orang
Akhirnya Dimas dan Sarah sampai di bioskop, dan Mereka berdua duduk di bioskop khusus bukan yang tempat duduk yang banyak orang.
Setelah merasa nyaman dengan duduknya, Sarah mulai membuka suara.
"Bang, apa begitu juga saat Ayuk jalan dengan bang Zain?" Tanya Sarah
"Iya sayang, Tapi Abang akan menjaga mu, Abang juga yakin kamu pasti terbiasa dengan berjalannya waktu"
"Bang, tapi jika salah satu dari pengunjung tadi yang menfoto kan kita dan di upload bagaimana?"
"Sayang, kamu tenang saja tidak semudah itu untuk mengusik ketenangan keluarga Anam, apalagi untuk membuat berita yang tidak tidak, jadi kamu tenang saja ya"
"Tapi, jika publik tau bagaimana?"
"Iya bagus dong sayang, tapi belum saat ini mereka harus tau"
"Terus kapan Bang, apa Abang malu mengungkapkan nya, jika Abang memiliki Calon istri dari Adik iparnya sendiri?, dan usianya juga masih anak-anak?" Tanya Sarah
"Bukan itu Sayang, Abang malah senang memiliki mu untuk menjadi istri nya Abang, karena kamu adalah orang yang Abang cintai. Setelah Acara pernikahan kita di Jambi, akan Abang langsung umumkan jika perempuan Cantik dari Jambi dan merupakan Adik dari istri seorang Zain Khoirul Anam dan juga merupakan kakak ipar ku adalah istri Ku" jelas Dimas sambil tersenyum bangga
"Maaf ya Bang, jika Sarah Masih kekanakan seperti ini belum bisa dewasa" Ucap Sarah menunduk
"Sayang, kamu itu memang masih muda dan justru sangat mengemaskan seperti itu, jadi jangan pernah meminta maaf ya untuk hal itu jadilah dirimu dan sesuai dengan umur mu, Abang tidak pernah memaksa mu untuk menjadi dewasa karena Abang yakin kamu bisa Sayang"
"Terimakasih Bang"
"Sama sama, ya sudah jangan di pikirkan lagi karena film nya sudah mau mulai"
__ADS_1
"Iya Bang"
Setelah beberapa saat kemudian, film pun di putar, Sarah dan Dimas menonton dengan seksama, sesekali Dimas dan Sarah mengemil popcorn dan minuman yang tadi di siapkan oleh petugas untuk mereka.