Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Belanja keperluan mendaki


__ADS_3

Jambi


Ilham dan lainnya masih duduk di depan rumah lebih tepatnya di balai.


"Ham, bagaimana jika siang ini berangkat belanja nya jadi besok langsung berangkat" Ucap Sean


"Ya sudah Aku telpon anak buah bang Zain dulu"


"Oke, biar besok kita nggak terburu-buru " ucap Sean


"Iya benar juga apa yang kamu bilang itu " Tambah Tio


Ilham yang mendengar pembicaraan dari kedua sahabatnya langsung mengambil handphone di saku celana nya.


Sedangkan di Yogyakarta


Zain sedang duduk di kursi tamu bersama ke-tiga saudaranya.


Ada Dimas, Riki dan juga Brian serta ada Zean yang menjadi pelengkap di sana.


Setelah pembicaraan tadi malam Dimas dan Riki masih merasa kurang enak hati dan merasa bersalah.


Sedangkan di dapur Sarah sedang bersama Cahaya di sana sambil mengupas buah.


"Yuk, Chagi tadi malam tidurnya sangat resah, Sarah rasa Chagi masih merasa bersalah sama bang Zain" Ucap Sarah


"Sudahlah, kita sebagai istri mereka membantu mereka untuk bisa seperti biasanya, Ayuk tau jika Hubby merasa sedikit kecewa dengan kak Dimas dan kak Riki tapi yakinlah hubungan mereka lebih erat dari pada saudara kandung " Jelas Cahaya


"Semoga saja yuk musuh itu cepat di ketahui dan juga latar belakang Chagi dan bang Riki juga supaya kehidupan kita lebih tentram, walaupun Sarah tau kehidupan kita tidak akan damai karena orang yang iri masih banyak di luar "


"Aamiin, ya sudah ni bawa in buah nya, Ayuk mau dorong troler kembar "


"Oke "


Sarah dan Cahaya langsung meninggalkan dapur. Sarah yang membawa berbagai buah yang sudah di kupas di tangan nya yang di letakkan di dalam kontener khusus buah kapas.


Sedangkan Cahaya mendorong troler kembar.


Kembali ke Jambi


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya sambungan telpon Mafioso A berdering dan di angkat


"Assalamualaikum pak" Ucap Ilham


"Wa'alaikumussalam Tuan muda, ada perlu sesuatu?"


"Begini pak, Ilham dan teman-teman berencana untuk menghabiskan liburan Ki berkeliling ke berbagai wisata di kerinci dan salah satu nya kami ingin mendaki gunung kerinci, nah karena itu kami perlu berbelanja perlengkapan. Apa sore ini bapak bisa anter kami ke Jambi dan besok ikut bersama kami keliling kerinci?" Tanya Ilham


"Bisa Tuan muda, nanti akan ada dua orang Mafioso yang mendampingi tuan muda dan teman-teman, dan sekarang karena Saya sedang bertugas di Mall milik king yang di kelolah kakak-kakak nya Tuan muda satu jam setengah saya akan sampai do desa seberang "


"Baiklah pak terima kasih banyak "


"Sama-sama tuan muda "


Telpon berakhir.

__ADS_1


Setelah mendapatkan telp dari Ilham, Mafioso A langsung menelpon Dimas.


Dimas yang sedang duduk di ruang tamu bersama dengan yang lainnya tiba-tiba telpon nya berdering.


Drrttttttt.


Dimas melihat telpon di tangan nya dan melirik ke arah Zain.


"Bos, telpon dari Mafioso yang bertugas di Jambi" ucap Dimas


Zain yang mendengar ucapan dari Dimas, langsung melihat dan berkata


"Angkat"Ucap Zain.


"Baik Bos"


Dimas langsung mengangkat telpon tersebut


"Ada apa?" Tanya Dimas.


"Maaf menganggu bos, Saya A mau menyampaikan bahwa besok Tuan muda Ilham dan teman-teman nya akan berlibur mengelilingi wisata kerinci dan mereka juga berniat untuk mendaki gunung kerinci nya" Ujar Mafioso A.


"Dampingi mereka, jangan sampai kalian lengah jika kekurangan orang langsung lapor ke markas" Ucap Dimas


"Baik Bos, ada perintah lain?"


Dimas melirik ke arah Zain meminta pendapat.


"Jaga mereka kalian tau jika teman-teman nya tuan muda juga bukanlah orang biasa terutama Sean jadi jangan sampai ada yang terluka di antara mereka" ucap Zain


"Baik King"


"Baik Bos"


Telpon berkahir.


Di Jambi


Setelah menelpon, Ilham langsung melihat ke arah teman-teman nya.


"Satu jam lagi anak buah bang Zain akan menjemput kita jadi kita harus siap siap" Ucap Ilham


"Let's go" Ucap Tio dengan semangat.


Mereka langsung masuk ke dalam rumah untuk bersiap-siap.


Zainab yang melihat mereka sedikit buru-buru langsung bertanya.


"Ada apa ham?" Tanya Zainab pada putranya itu


"Itu Bu, Ilham dan lainnya akan berangkat belanja kebutuhan besok dan mungkin kami tidak pulang dan langsung pergi ke kerinci setelah belaja jadi Ilham dan lainnya langsung bersiap-siap sekarang, anak buah bang Zain sudah mau menjemput kami"


"Owalah, ya sudah kalian hati-hati jangan lupa makan dan jika jadi ndaki nya jangan lupa bawa bekal untuk perjalanan kalian"


"Baik Bu"

__ADS_1


"Ya sudah siap-siap lah nanti anak buah Abang mu nungguin lagi"


"Iya Bu"


Ilham langsung melanjutkan paking nya begitupun dengan ketiga temannya.


Satu jam lebih berlalu, Ilham dan ke-tiga temannya sudah bersiap


handphone Ilham pun berdering pesan dari Mafioso.


"Tuan muda Saya sudah berada di desa seberang " pesan yang dikirim oleh Mafioso A.


"Baik pak, Ilham dan lainnya akan berangkat ke seberang " Ilham membalas pesan.


Setelah mendapatkan pesan tersebut, Ilham beserta ketiga temannya langsung berpamitan dengan kedua t


orang tua Ilham.


setelah berpamitan Ilham dan ketiga temannya langsung bergegas ke penyebrangan.


Namun ketika sampai di penyebrangan Kinan yang sedang naik motor melihat mereka.


"kalian mau kemana?" tanya Kinan pada Ilham


"oh itu sak, kami mau berbelanja persiapan untuk mendaki gunung kerinci dan di lanjutkan besok langsung berangkat ke kerinci nya " Jawab Ilham


"owalah ya sudah kalian hati-hati "


"IYa Sak "


Ilham dan ketiga sahabatnya itu langsung naik ke ketek penyebrangan.


15 menit di atas ketek penyebrangan.


Ketika Ilham dan lainnya turun dari ketek ketika sudah sampai di desa seberang Mafioso A dan kedua Mafioso lainnya sudah berdiri di depan mobil menunggu kedatangan Ilham dan lainnya.


"maaf ya pak, Ilham lama" Ucap Ilham pada Mafioso A.


"Tidak apa-apa Tuan muda, mari" Ucap nya.


Ilham langsung naik mobil di ikuti oleh lainnya.


Mereka berangkat ber tujuh dalam satu mobil.


Setelah semuanya sudah masuk ke dalam mobil.


"Sudah siap semuanya?" Tanya A


"Alhamdulillah sudah pak" Jawab Ilham


" Oke kita berangkat"


Mobil meninggalkan desa seberang, Selama perjalanan Ilham dan ketiga temannya tidak banyak bicara hanya memandangi luar dan sesekali bermain dengan handphone merek masing-masing.


sedangkan para Mafioso selalu waspada.

__ADS_1


Mobil yang mereka gunakan hari ini sedikit berbeda dengan mobil ketika menjemput Ilham dari bandara beberapa hari lalu, karena mobil yang ini sedikit lebih besar dan juga lebih banyak penyimpanan senjata di dalamnya yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang tanpa ada bantuan alat


karena beberapa senjata tersebut di gunakan ketika keadaan mendesak.


__ADS_2