
Brian dkk sudah berada di Jogja sekarang dan Brian juga sudah sampai di Mension, sedangkan teman-teman nya juga sudah pulang ke rumah masing-masing.
Di ruang tamu.
semuanya berkumpul di sana.
"Brian kamu mau lanjut studi di mana?" Tanya Anam pada putra angkat nya itu.
"Belum tau juga pastinya Bi, soalnya mau minta saran dari Abi dan kakak-kakak dulu" Jawab Brian
"Begini saja karena kamu sudah selesai dan mau lanjut kuliah, Abi harap kamu nanti ikut Riki ke negara A setelah Riki menikah, karena Abi tidak mau jauh-jauh dari cucu-cucu Abi ini terutama kalian sudah pada dewasa dan saatnya Umi dan Abi menghadapi masa tua dengan damai bersama cucu-cucu kami"Jelas Anam
"Baik Bi, jika seperti itu Brian akan ngikut saja"
"Bagus, apa ada yang keberatan?" Tanya Anam pada ke-tiga putra nya yang lainnya
Zain, Dimas dan Riki hanya menggelengkan kepala mereka karena memang sudah sepantasnya Abi dan umi pensiun dari kerjaan.
"Baiklah karena tidak ada keberatan, Jadi sepakat setelah pernikahan Riki, Brian Riki dan Tiara ikut tinggal di negara A, dan untuk Ilham masih tetap berangkat ke perusahaan karena untuk melatih nya " Jelas Anam
__ADS_1
"Baik Bi " Jawab Ilham
Sedangkan Barak dan Tio hanya menjadi pendengar setia di sana karena ini pembicaraan keluarga.
Sewa pembicaraan keluarga tersebut selesai, mereka kembali ke rutinitas masing-masing, serta Brian membagikan beberapa oleh-oleh untuk semuanya.
Keesokan harinya.
Setelah dua hari di Indonesia, Anam dan Nisa memutuskan untuk kembali ke negara A.
Mension
mertuanya akan kembali ke negaranya, begitupun dengan kedua orang tua Tiara.
Mereka semua mengantar umi dan Abi serta kedua orang tua Tiara hingga ke bandara.
karena kedua orang tua Tiara datangnya ke Indonesia bersama Riki, jadinya kedua orang tua Tiara menggunakan pesawat pribadi milik Zain karena Riki tidak bisa langsung mengantar mereka hingga ke negara mereka.
"Sayang, ntar jika kamu sudah luang waktu dan mungkin setelah acara pernikahan Riki Umi berharap kalian bisa kumpul di negara A" Ucap Nisa pada Zain, Dimas dan Riki"
__ADS_1
"Inn syaa Allah Umi" Jawab Zain sambil memeluk Nisa.
Setelah berpamitan pada ke-tiga putra nya, Nisa beralih pada kedua menantunya Cahaya dan Sarah, sebenarnya Sarah hari ini sekolah Namun Sarah izin.
"Sayang umi berangkat pulang ya, ingat jaga kesehatan karena cucu-cucu Umi sehat tergantung dengan ibunya" Ucap Nisa pada Cahaya
"Iya Umi, Umi juga jaga kesehatan dan inn syaa Allah kami akan mengunjungi Umi dan Abi setelah Cahaya selesai KKN nya" Jelas Cahaya
"Bagus, Umi tunggu kalian. Dan untuk Sarah kamu juga harus jaga kesehatannya dan Umi titip putra Umi itu jaga dia dari perempuan luaran sana. Umi yakin jika kedua putra Umi itu baik Zain atau Dimas bisa menjaga kesetiaan mereka tapi tidak dengan perempuan yang di luaran sana yang tahan akan keinginan mereka itu "
"Siap umi, Umi tenang saja perempuan itu harus bisa melawan Sarah dulu jika mau macam-macam" Ucap Sarah
Nisa tersenyum mendengar ucapan dari Sarah, karena Nisa tau sifat dari menantu keduanya itu berbeda sedikit dengan menantu pertama nya itu yang lemah lembut, alias feminim berbeda dengan Sarah yang memang sedikit tomboi.
Zain serta Dimas dan yang lainnya hanya bisa tersenyum bangga mendengar ucapan dari Sarah yang begitu lugas.
Setelah beberapa saat kemudian pesawat Nisa dan Anam harus berangkat dan di ikuti oleh pesawat Zain yang membawa Putri Ane dan Abraham.
setelah beberapa saat kemudian mereka kini sudah kembali ke mension.
__ADS_1