
Barak, Sean dan Tio yang duduk bersantai di Malioboro Sambil minum es jeruk.
"Apa pendapat kalian tentang Indonesia setelah kalian datang ke sini?" tanya Sean pada mereka
"Mm, menurut Aku sih masyarakat nya sangat ramah dan santun, berbeda dengan di negara kita sangat cuek akan sekeliling nya " Jelas Barak
"Benar apa yang di katakan Barak, aku setuju dan aku mungkin lebih betah tinggal lebih lama di Indonesia " Ucap Tio
Sean tersenyum sambil mengangguk kepala nya mendengar penuturan dari kedua sahabatnya itu.
Banyak dari pengunjung Malioboro yang memandangi mereka bertiga, walaupun Malioboro hak yang lumrah ketika ada turis asing sedang berwisata serta berbelanja di sana. Namun mereka bertiga sedikit berbeda karena kebanyakan turis asing yang datang tidak duduk-duduk bersama di kursi yang di sediakan di pinggir jalan Malioboro tersebut.
apalagi mereka bertiga kompak minum jus jeruk di sana.
Tapi mereka bertiga tidak merasa risih karena mereka menjadi pusat perhatian banyak orang di sana.
Setelah beberapa saat kemudian mereka sudah menghabiskan jus jeruk nya, mereka berkeliling pasar Beringharjo
Para Mafioso yang menjaga keamanan mereka bertiga berbaur dengan pengunjung pasar Beringharjo supaya tidak terlihat mencolok
Setelah merasa puas dan hari juga sudah semakin sore, Barak dan lainnya memutuskan untuk langsung ke hotel.
"Pak antar kami langsung ke hotel aja" Ucap Sean pada Dave
__ADS_1
"Baik Tuan" Jawab Dave
Akhirnya mereka naik ke mobil yang di kendarai Dave menuju hotel milik Zain Group.
Jarak dari Malioboro ke hotel tidak terlalu jauh hanya memakan waktu 15 menit.
Sesampai di hotel.
Sean, Barak dan Tio langsung di bawa ke kamar yang sudah di siapkan untuk mereka istirahat sementara.
Sesampai di kamar
Karena mereka bertiga jadinya mereka mandi bergantian.
Cahaya baru saja selesai melaksanakan program KKN individu nya. Dan kini Cahaya sedang bersantai di depan rumah bersama kembar dan Zain.
"By, apa acaranya nanti malam itu tidak terlalu larut?" Tanya Cahaya
"Tidak apa-apa Sayang, karena acaranya juga tertutup hanya keluarga kita saja"
"Oh gitu,"
"Iya sayang, oh ya tadi Dimas kasih kabar bahwa pernikahan Riki dan Tiara sudah di pastikan dan itu di adakan di Indonesia bulan depan" jelas Zain
__ADS_1
"Alhamdulillah jika seperti itu, Ikut bahagia mendengar nya".
"Iya sayang, Hubby juga bahagia karena dari kami bertiga sudah mempunyai pasangan masing-masing, tapi Riki dan Tiara setelah menikah akan tinggal di negara A karena Abi sudah mau pensiun dari pekerjaan nya" Jelas Zain
"Ya sudah waktunya Abi untuk pensiun by, tapi apa Hubby tidak apa-apa tanpa kak Riki?" Tanya Cahaya. karena cahaya tau seperti apa kedekatan antara saudara itu.
"Hubby tidak apa-apa sayang, karena sudah seharusnya seperti itu, dan juga kita masih bisa berkumpul bersama di waktu libur kerja kita semua "
"Alhamdulillah hubby jika tidak apa-apa"
"Iya sayang, Udah mau adzan maqrib yuk masuk "
"Iya by"
Cahaya dan Zain langsung masuk ke dalam rumah serta mendorong troler kembar.
Pada malam hari nya tepat pukul 19:00
Sedangkan di hotel
Ketika Sean sedang duduk di restoran hotel bersama Barak dan Tio, Sean melihat ke lorong hotel yang cukup remang remang karena cahaya lampu nya cukup gelap, Sean melihat seorang perempuan muda tengah di tarik oleh beberapa orang.
Sean berdiri dari duduknya dan berlari mengejar perempuan yang di seret tersebut.
__ADS_1
Barak dan Tio yang melihat Sean tiba-tiba berlari pun langsung mengikuti nya.