Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Dendam


__ADS_3

Di sekolah


Sarah sudah duduk di kursi nya sambil memandang dan mendengarkan pelajaran yang di sampaikan oleh guru.


Sedangkan di mension


Cahaya juga sudah bersiap berangkat ke kampus.


"Sayang nya Bunda Yang shaleh serta Shalehah. Bunda tinggal belajar dulu ya" Ucap Cahaya sambil mengelus puncak kepala putra putrinya bergantian


Setelah berpamitan dengan kembar, Cahaya melirik ke arah Tina dan Tiwi di sana


"Bi, minta tolong jagain kembar ya, untuk susu nya ada di kulkas"


"Baik nyonya" Jawab Tina dan Tiwi berbarengan


Setelah berpamitan, Cahaya langsung masuk ke dalam mobil nya dan menuju kampus.


Kembali ke sekolah


Di kelas Sarah


"Sar, tadi Aku liat pas di parkiran kamu berkenalan dengan Kakak senior yang teman nya kak Brian ya?" Tanya Vivi


"Mm iya, kenapa Vi?"


"MMM ngak apa-apa beruntung aja bisa kenalan dengan mereka "


"Kenapa beruntung vi?"


"Ya beruntung lah orang para siswi sini banyak yang nyosor-nyosor pada mereka tapi tidak di tanggapi ".


"Owalah, ya biasa aja sih walaupun mereka tampan tapi tidak sebanding dengan suami ku " Ucap Sarah keceplosan


"Apa Sar, Suami?" Tanya Vivi memastikan


"Iya Suami idaman ku " Jawab Sarah


"Ini maksudnya kamu mengidamkan seseorang untuk menjadi suami mu atau bagaimana?"


"Iya ya lah, kamu kira Aku udah nikah gitu?"


"Ya kirain kan, tapi jika sudah menikah tidak mungkin kan kamu bisa sekolah di sini "


"Emang kenapa nggak bisa?"


"Iya kan memang peraturan nya gitu sih yang Aku tau "


"Mmm 🤔🤔 oh gitu gitu "


"Udah lah Sar jangan di pikirkan toh kamu masih singgel juga "


"Hehehe iya Vi " Ucap Sarah akhirnya.


Sarah menjawab dengan sedikit ragu. Karena Sarah bingung kenapa dia bisa bersekolah yang mana sudah tau tidak di perbolehkan di sekolah tersebut.


"Udah lah ntar tanyakan pada Chagi " Ucap Sarah dalam hati.


"Sar, loh kok bengong gitu mikirin apa?" Tanya Vivi


"ngak mikirin apa apa kok, yok Vi ke kantin " Ucap Sarah akhirnya


Karena memang sudah jam istirahat

__ADS_1


"Oke " Jawab Vivi lagi


Sarah dan Vivi akhirnya bergegas ke kantin


Sesampai di kantin, Sarah dan Vivi duduk di kursi paling pojok


"Sar, mau pesan apa?" Tanya Vivi


"Hmm, apa ya, kamu sendiri mau pesan apa?"


"Aku lagi kepingin steak 🥩 sama French fries aja, Kamu mau samaan?"


"MMM boleh deh, coba mana tau enak"


"Oke "


Vivi berdiri dari duduknya dan berjalan ke stand penjualan 🥩 dan French fries 🍟...nya...


Sepeninggal Vivi, Sarah hanya duduk sendiri. Namun seketika itu beberapa laki laki mendekat ke arah tempat Sarah berada.


"Hei Sar, sendiri aja?" Tanya Harry Sahabat Brian..


Ya yang berjalan menuju Sarah berada memang Brian dkk..


"Nggak kok kak, sama Vivi." Jawab Sarah langsung


"Vivi nya mana?" Tanya Brian


"Lagi pesan makanan nya kak"


"Owalah, boleh gabung duduknya?" Tanya Harry lagi


"Silahkan kak, masih ada kursi kosong kok"


"Sama-sama kak" Jawab Sarah


Brian dkk akhirnya bergabung bersama Sarah.


"Bagaimana Sarah kelas nya lancar?" Tanya Brian


"Alhamdulillah kak lancar walaupun ada beberapa mata pelajaran yang kurang bisa di fahami tetapi masih bisalah" Jawab Sarah sedikit panjang. Karena Sarah memang sudah menganggap Brian sosok kakak jadi lebih mudah berinteraksi


"Alhamdulillah jika seperti itu "


"Iya kak "


Setelah beberapa saat kemudian Vivi sudah kembali ke tempat duduk nya.


"Eh ada kak Brian, kak Evan dan kak Wiliam dan kak Harry " Ucap Vivi sambil mengabsen sejoli tersebut


"Iya " Jawab Harry


Sedangkan tiga yang lainnya hanya tersenyum tipis sebagai jawaban dari Vivi


Vivi duduk di samping Sarah.


"Oh ya kak Brian, ini teman Sarah namanya Vivi " Ucap Sarah memperkenalkan Vivi pada Brian


"Hallo kak, Aku Vivi teman nya Sarah " Vivi memperkenalkan diri


"Iya, Saya Brian kakak nya Sarah, dan ini Evan Harry dan Wiliam " Ucap Brian


"Iya kak" Jawab Vivi tersenyum malu. Karena bagi Vivi itu sangat di impikan semua siswi SMA favorit tersebut bisa berkenalan langsung dengan pria tampan di sekolah tersebut.

__ADS_1


"Kak Brian dan yang lainnya nggak mau pesan apa apa?" Tanya Sarah


"Udah Sar, kamu tenang saja Ibu Kantin nya sudah faham dengan selera kami" Jawab Harry


Brian dan yang lainnya hanyalah geleng-geleng kepala melihat Harry yang sangat antusias menjawab pertanyaan dari Sarah


"Owalah, ya sudah kita tunggu pesanan kak Brian dan yang lainnya aja. biar makan nya bareng" Ucap Sarah. Karena pesanan Sarah dan Vivi baru saja sampai di meja mereka.


"Ya sudah oke" Jawab Vivi


Setelah beberapa saat kemudian datanglah pesanan dari Brian dkk.


Makanan favorit Brian dkk itu sangat sama yaitu Soto ayam dan es lemon tea


Setelah beberapa saat kemudian mereka sudah selesai makan.


Dan kembali ke kelas mereka masing-masing, di saat makan mereka tidak ada berbicara apapun.


Sedangkan di Japan


pesawat Reina dan Seira Baru saja landing 🛬 di internasional airport Tokyo


Kembali nya Seira dan Reina sudah di ketahui oleh Takashi yaitu Ayah dari Seira.


"Selamat datang nona" Ucap seorang Yakuza yang bertugas menjemput Seira di bandara.


"Hmm, apa papa sudah mengetahui kedatangan ku?" Tanya Seira pada seorang Yakuza tersebut


"Sudah nona, dan sekarang nona sudah di tunggu Tuan di mension"


"Hmm"


Seira langsung masuk ke dalam mobil di ikuti Reina di belakang nya.


Tidak berapa lama kemudian Mobil mereka sampai di mension mewah milik keluarga Takashi.


Seira di ikuti Reina turun dari mobil berjalan masuk ke dalam Mension.


Seorang pria paruh baya sedang duduk di kursi menatap tajam ke arah sang putri semata wayangnya.


"Papa, Seira bangkrut" Ucap Seira langsung memeluk pria paruh baya tersebut


"Sebenarnya apa yang menyebabkan nya Sayang?" Tanya Takashi pada putrinya


"Seira tidak tau pa, tapi Seira yakin itu perbuatan Zain dan Dimas" Ucap Seira


"Sekarang kamu ingin balas dendam?"


"Pasti itu pa, Seira ingin papa menghancurkan keluarga Zain terutama gadis Kampung nya itu " Ucap Seira dengan nada marah dan dendam penuh emosi


"Maksudnya siapa sayang?"


"Istri kampung nya Zain pa, dia berani menampar wajah Seira " Adu Seira


"Apa?"


"Iya pa, papa akan balas dendam dengan gadis kampung itu kan pa?"


"Kamu tenang saja Sayang, Zain memang pembisnis no 1 tetapi tidak di dunia bawah "


"Terimakasih pa, Sayang papa " Ucap seira manja


"Tenang saja Sayang, biar papa yang akan bereskan hal ini " Ucap Takashi dengan senyum Devils nya.

__ADS_1


Seira tersenyum bangga dan senang mendengar persetujuan dari sang papa sebagai ketua Yakuza Jepang yang sangat di takuti itu.


__ADS_2