
Sore harinya di RS
Sarah sudah di perbolehkan pulang dari RS, dan kini Sarah sudah berada dalam mobil dan Dimas di sampingnya sedangkan Mafioso yang mengendarai mobil tersebut.
Sedangkan Riki menggunakan mobil sendiri.
sampai dimension Dimas tidak membiarkan Sarah untuk turun dari mobil sendiri, Dimas langsung menggendong Sarah masuk ke dalam Mension langsung menuju kamar mereka.
Sarah dengan malu karena mension banyak Mafioso yang melihatnya, Sarah bersembunyi di dada bidang Dimas, sedangkan Dimas hanya tersenyum.
Setelah sampai di dalam kamar mereka.
"Chagi ih Sarah kan malu kenapa di gendong segala" Ucap Sarah
"Kenapa harus malu Sayang, kan kamu lagi sakit" Ucap Dimas
"Terserah Chagi saja" Ucap Sarah
"Nah gitu dong, kamu istirahatlah di kamar Chagi masih ada urusan dengan Riki"
"Mmm "
Sarah ditinggalkan Dimas di kamar, sedangkan Dimas keluar dari kamar menuju lantai bawah.
Sesampai di lantai bawah, Dimas menghampiri Riki yang duduk di kursi ruang tamu bersama Brian di sana.
"Dim, besok kita harus berangkat ke Tailand, karena Markas di sana ada tamu" Ucap Riki
"Memang harus kita yang datang?"
"Iya, tapi karena Sarah lagi terluka sekarang kamu bagaimana?"
"Siapa yang mendatangi Markas?'
"Sebenarnya bukan tamu biasa, mereka dari pihak pemerintah Thailand yang meminta kita untuk membasmi Mafia yang meresahkan baru-baru ini di sana" Jelas Riki
"Bukannya Mafia di sana sudah tidak ada lagi yang aktif?"
"Iya awalnya gitu tapi baru-baru ini ada Mafia baru yang meresahkan masyarakat di sana terutama perempuan dan anak-anak" Jelas Riki
"Ntar Aku bicarakan dengan Sarah dulu ".
"Baiklah jika seperti itu, karena Brian sudah libur sekolah nya, Bos juga berpesan untuk mengikut sertakan dia dengan misi ini untuk dia belajar "
"Iya Brian sudah harus mulai, dan bagaimana dengan kabar markas yang lainnya?"
"Untuk Minggu ini hanya di Thailand, tapi Minggu setelah nya kita harus berkeliling ke semua Markas untuk melihat dan mengawasi Tahunan "
"Baiklah jika seperti itu, oh ya bos ngK ikut kan?"
"Tidak untuk di Thailand karena bos tidak ingin perusahaan kosong "
"Baiklah, Brian kamu sudah siap?" Tanya Dimas
"Siap kak "
"Bagus
__ADS_1
"Oh ya Brian sekarang kanu ikut ke ruangan rahasia untuk mengambil baju Anti peluru milik mu" ucap Riki
"Baik kak "
Dimas, Riki dan Brian berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ruang rahasia milik Zain.
Sesampai di depan ruangan rahasia, Riki membuka pintu dengan sidik jari nya, tiba-tiba pintu terbuka.
Ini kedua kalinya untuk Brian masuk ke dalam ruangan tersebut selama dia pindah ke mension.
"Kak kok ini seperti nya ukuran anak-anak kostumnya" Ucap Brian melihat ke arah rak kostum anti peluru yang tersusun rapi
"Oh itu milik kembar ketika mereka berumur 5 tahun nanti dan sudah di siapkan sehari setelah mereka lahir oleh Bos"
"wahhh, dan yang di sampingnya pasti milik kakak ipar " Ucap Brian
"Iya itu milik Cahaya dan Sarah, dan untuk Tiara belum jadi " Ucap Dimas
Riki hanya tersenyum mendengar Dimas mengatakan bahwa kostum untuk Tiara belum selesai, karena memang baru di rancang setelah lamaran di terima.
Riki mengambil satu kostum anti peluru yang tersusun rapi di rak kostum dan memberikan pada Brian
"Ini, kamu pakai dari Mension karena musuh ada di mana-mana " Ucap Riki
"Baik kak "
"Beruntung kita memiliki bos yang sangat jenius untuk menciptakan kostum Anti peluru ini dan kamu tau jika pihak musuh tidak hanya menginginkan senjaga milik kita tetapi juga dengan rancangan kostum Anti peluru ini " Jelas Riki
"Yups kita sangat beruntung " Tambah Dimas
Tiba-tiba handphone Dimas berdering
"Bos telpon " Ucap Dimas
"Angkat " Ucap Riki
"Hmm "
Dimas langsung mengangkat telpon
"Assalamualaikum bos " Ucap Dimas
"Wa'alaikumussalam kalian berada di ruang rahasia " Ucap Zain
"Benar bos "
"Mmm, kalian buka senjata yang sudah Aku siapkan untuk Brian di lemari bawah rak kostum milik kembar" ucap Zain
"Baik bos "
"Kamu tidak usah berangkat Dim, Riki bersama black (Mafioso) dan Brian yang berangkat " Ucap Zain
"Baik bos "
"Mmm, Untuk mengunjungi Markas Minggu depan baru kamu berangkat bersama Riki setelah Sarah sudah pulih "
"Baik bos "
__ADS_1
"Ya sudah kalian harus waspada setelah berangkat karena Mafia baru itu bukan dari Thailand melainkan Rusia yang ingin mendirikan Markas barunya di Thailand "
"Siap Bos "
"Ya sudah itu aja, ingat kalian jangan lengah dan harus waspada dan juga markas di Thailand di lihat jangan sampai ada penyusup "
"Baik bos "
"Ya sudah assalamualaikum "
"wa'alaikumussalam" Telp berakhir
Setelah telpon berakhir, Riki melihat ke arah Dimas menunggu penjelasan dari apa yang di bicarakan oleh Zain
"Ada apa Dim?" tanya Riki
"Oh itu bos bilang yg aku tidak diperbolehkan berangkat karena Sarah belum pulih, yang berangkat black, kamu dan Brian yang mimpin dan bos tau jika kita saat ini berada di ruangan rahasia miliknya " Jelas Dimas
"Bos selalu tau, ada lagi?"
"Oh itu bos meminta Aku untuk mengambil senjata yang khusus untuk Brian yang telah bos siapkan sebelumnya "
"Di mana?"
"Di bawah rak kostum kembar "
"Ya sudah buruan senjata seperti apa "
Riki tak sabaran
Dimas langsung membuka laci yang berada di bawah rak kostum kembar.
"Wawww, oh my god " Ucap Riki tak menyangka apa yang baru saja di lihatnya.
"Kamu beruntung baget, ini senjata terbaru dan di markas pun belum tersedia " Ucap Dimas
"Apa bedanya kak dengan yang ada di markas?" Tanya Brian
"Ini senjata dan di dalam sudah ada racunnya barang siapa yang tertembak oleh senjata ini 15 menit pasti mati" Jelas Dimas
"Kenapa kak Zain memberikan pada ku kak?"
"Berarti kamu bisa menggunakan nya sebaik-baiknya, jadi ingat gunakan senjata ini pada musuh ketika terdesak " Ucap Dimas
"Baik kak "
"Ambillah karena ini senjata nya untuk digunakan keadaan terdesak, jadi senjata tempur utama mu nanti biar Riki yang bawa dari markas "
"Baik kak "
Senjata yang beracun milik Brian yang diberikan oleh Zain hanya selebar dua hari, Walaupun itu persis seperti pistol tetapi sangat kecil dan itu lebih mematikan dari pada pistol biasa.
Setelah menerima senjata, Brian dan lainnya langsung keluar dari ruangan rahasia tersebut karena tidak ingin terlalu lama di sana.
Setelah keluar dari ruangan rahasia, Dimas dan lainnya berpencar. Dimas menuju kamar nya karena ingin membersihkan diri begitu dengan yang lainnya.
Riki dan Brian akan berangkat ke Tailand setelah isya dan misi di lakukan esok hari nya.
__ADS_1
Jadi mereka masih memiliki kesempatan untuk merancang rencana di markas yang berada di Tailand sebelum misi di laksanakan