
Dimas yang baru saja turun dari mobil langsung berlari ke arah Sarah yang ada di samping mobil.
“Sayang, ada yang sakit di mana?” Ucap Dimas dengan khawatir
Sarah tidak menjawab, namun tiba-tiba dia jatuh pingsan.
Dimas yang berada di sampingnya langsung menggendongnya dan membawanya masuk.
Ketika pintu mension terbuka , Nisa dan Zainab melihat sarah yang pinsan dalam gendongan Dimas langsung mengikuti Dimas ke kamarnya.
“Dim, Ini Sarah kenapa?”Nisa bertanya pada Dimas
“Dimas juga tidak tau Mi, soalnya tadi tiba-tiba saja Sarah jerit ketika keluar dari mobil” Jawab Dimas dengan khawatir.
“Ya sudah sekarang kita cari tau nanti aja, setelah Sarah sadar” Ucap Nisa
“Baik Mi” Dimas menjawab denagn pasrah
Setelah bebrapa saat kemudian, Dokter Risa yang tadinya masih berada di rumah sakit, sudh berada di dalam kamar Dimas dan Sarah tengah memeriksa keadaan Sarah yang masih pingsan
“Bagaimana Dok, keadaan istri saya?” Dimas langsung bertanya ketika dokter Risa telah selesai memeriksanya
“Nona Sarah tidak apa-apa, hanya saja Saya berharap untuk menjaga emosi dari nona Sarah apalgi dalam kedaan kandungan nya yang masih muda seperti ini” Dokter Risa menjelaskan
“Baik Dok, Terimaksih banyak”
“Sama-sama Tuan, oh ya jika saya boleh tau kenapa nona Sarah tiba-tiba pingsan?”
“Saya kurang tau juga dok, sepertinya setelah melihat handpone tadi” Ucap Dimas
[14/2 12.47] Nur Hidayah: “Baiklah Tuan, Nyonya semuanya. Saya pamit dan mohon untuk tidak akan terulang kembali hal sepeti ini”
“Baik Dok, terimakasih banyak”
“Sama-sama”
Akhirnya dokter Risa meninggalkan kamar Dimas dan Sarah dan di antar oleh maid ke lantai satu.
Setelah kepergian dokter Risa, Nisa dan Anam langsung meminta penjelasan pada sang Putra, sedangkan Zianab dan Hasan hanya memandang putrinya yang masih terbaring di kasur.
Zain dan Cahaya juga berada di sana tetapi mereka tidak mengatakan apa-apa hanya menunggu penjelasan dari Dimas.
Bebeberapa saat kemudian, Sarah akhirnya membuka matanya.
__ADS_1
“Chagi.....” ucap Sarah dengan suara lemah
“Alhamdulillah Sayang, kamu akhirnya sadar. Mana yang sakit hm...?”
“Ngak ada yang sakit Chagi, oh ya kenapa kok rame banget ini kamar?”
“Tidak apa-apa sayang, tadi kamu pingsan dan semuanya khawatir sama kamu. Makanya semuanya berada di sini”
“Oh gitu” Ucap Sarah dengan polosnya
“Sayang, sebenarnya ada apa hm?”
“Ngak ada apa-apa Chagi, tadi sarah itu lihat forum sekolah dan ada vidio Sarah di sana dan juga ada juga vivi didalamnya”
“Sayang, jika ada sesuatu yang membuatmu kurang nyaman kasih tau Chagi ya, ataupun yang lainnya. Ingatkan sekarang udah ada dedek dalam sini”
“Hehhehe iya Chagi, sarah pasti ingat”
“Ya sudah sekarang, kamu mau makan apa hmmm?”
“Chagi blm bilang ya ke bang Zain?”
“Hehhhe belum sayang”
Dimas langsung menjelaskan pada semunya.
“Abi, Umi. Ayah ibu bos dan Cahaya. Seperti yang kalian semua dengar jika saat ini Sarah sedang mengandung anak pertama kami dan saat ini usia kandunganya 2 minggu” Jelas Dimas
“Alhamdulillah....” Ucap Semuanya.
“Alhamdulillah, Selamat ya sayang” Ucap Nisa pada Sarah
“Terimkasih Umi” Jawab Sarah
Dimas yang melihat Ibu mau mendekat ke arah istrinya, dia langsung menyingkir untuk memberi ruang untuk ibu dan anak. Zainab duduk di kasur samping Sarah
“Selamat ya nak, ingat jangan pecicilan lagi sekarang udah mau jadi ibu” Ucap Zainab
“Terimakasih ya bu, Sarah pasti mengingatnya tapi jika tidak khilaf”
“Dasar kamu”
“Hehheh Ibu”
__ADS_1
Dimas melirik ke arah Zain, dan ya Zain seakan akan ada bencana untuknya melihat tatapan dari Dimas.
“Ada apa Dim?” Zain membuka pertanyaan
“Itu Bos, Sarah mau makan tapi maunya makanan yang Bos masak” Ucap Dimas
“Lah kok Aku sih, Lo yang mengahamilinya lah kok aku yang kena” Ucap Zain tanpa sadar.
Mendengar ucapan yang Suaminya ucapkan langsung melototinya.
Zain akhirnya sadar dengan apa yang dia ucapkan itu sedikit tidak tepat karena jika orang ngidam itu tidak harus meminta pada sang suaminya.
Nisa, melihat ke arah Dimas untuk memastika benar jika sang menatu kecilnya itu mau makan masakan putra pertamanya
Dimas langsung mengangguk kepala dengan cepat.
“Sayang, Kamu lagi kepingin apa, biar kakak iparmu memasaknya?’ Nisa langsung bertanya pada Sarah
“Mau makan sambal terong balado dan juga jus strawberi Umi” Sarah menjawab dengan awajah berbinar
“Baiklah sayang, kamu tunggu ya, biar kakak iparmu bikin dulu”
“Terimaksih Umi, Bang Zain” Ucap Sarah
“Sama-sama”
Nisa melihat ke arah putra sulungnya.
“Lah, kenapa masih disini, buruan buatkan yang Sarah minta tadi” Ucap Nisa dengan tegas pada Zain
“Baik Mi, Ayo Sayang bantu Hubby” Ucap Zain sambil membawa Cahaya untuk ikut bersamanya.
Cahaya hanya pasrah dengan apa yang Zain lakukan.
Setelah kepergian, Zain dan Cahaya yang lainnya juga meninggalkan kamar Dimas dan Sarah, supaya Sarah bisa istirahat.
Sedangkan Dimas masih senantiasa menemani sang istri.
“Sayang, Chagi boleh lihat Vidio yang kamu lihat itu apa?”
“Ini Chagi” Sarah menyerahkan handponenya pada Dimas.
Dimas langsung melihat Vidio yang yang mana membuat istri tercintanya bisa pingsan dan untungnya anak mereka tidak apa-apa.
__ADS_1
Setelah melihat vidio dan komentar dalam forum sekolah tersebut, Dimas langsung meremas handpone Sarah tanpa sadar dan terdengar retak... Tak..