
Hari ini hari Minggu, Cahaya dan Zain sudah terbangun dari tidur mereka sejak subuh dan kini Cahaya dan Zain mendorong kereta kembar untuk jalan di pagi hari.
Sedangkan di ruang gym (Olahraga), Sarah dan Dimas berolahraga bersama di temani dengan Tika dan juga Riki.
Walaupun Tika baru menjadi bagian dari keluarga Anam Namun baik Riki, Dimas maupun Zain mereka sudah menganggap Tika sudah menjadi adik mereka sendiri.
Karena Tika usianya hampir sama dengan Cahaya, Jadi Sarah pun memanggil Tika dengan panggilan Ayuk seperti kepada Cahaya.
Kembali ke Zain dan Cahaya
"Hubby, kita kapan pindah ke kamar atas?" Tanya Cahaya. Yang mulai rindu dengan kamar mereka karena telah lama tidak menempati nya.
"Mmm, bagaimana jika setelah Pernikahan Sarah dan Dimas saja Sayang"
"Baiklah By" Jawab Cahaya tersenyum.
"Sayang, hubby dari tadi melihat ke arah dua jagoan kita seperti nya ingin di gendong, dan seperti nya mereka bosan di kereta nya"
"Benar by, tapi bagaimana dengan Si Cantik?".
"Biar hubby yang dorong kereta nya, dan Zahid biar hubby juga yang gendong"
"Ya sudah deh"
Akhirnya Zahid dalam gendongan sang Ayah dan Ziyad di gendong Cahaya dan Syafira di dorong oleh Zain.
Setelah beberapa menit mereka jalan, dan akhirnya Zain dan Cahaya memutuskan untuk kembali ke mension.
Sedangkan di ruang olahraga.
Karena besiknya Tika tidak seperti Sarah yang notabene nya bisa bela diri jadi sedikit canggung.
"Bang, Tika tidak bisa seperti Sarah" Ucap Tika pada Riki dan Dimas yang sedang berolahraga nembak bersama
"Tidak usah di paksakan, Jika memang kamu tidak di bidang nya, biar kami yang menjaga mu sebagai Abang mu" Jawab Riki Sambil tersenyum
"Terimakasih bang, tapi Tika juga pingin bisa jaga diri sendiri".
"Ya sudah, besok besok kita latihan dasarnya, dan nanti jika kamu ikut dengan Umi dan Abi di sana bisa latihan di Markas utama" Jelas Riki
Dimas tidak banyak mengomentari percakapan antara Riki dan Tika, karena Dimas ingin menjaga perasaan Sang pujaan hati nya walau bagaimanapun Tika dan dirinya bukanlah kakak beradik kandung.
Sifat Sarah memang masih kekanak-kanakan jadi Dimas ingin menjaga perasaan Sarah.
__ADS_1
"Ya sudah Sayang lebih baik kita kembali ke kamar masing-masing dan mandi karena kita juga akan berbelanja kebutuhan sebelum pernikahan kita" Ucap Dimas
"Hmmm ya sudah deh, Yuk Tika. bang Riki. yok" Ajak Sarah
Akhirnya mereka berempat kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.
*Breakfast*
Di ruang makan, seluruh anggota keluarga Anam sedang duduk bersama karena ingin sarapan bersama.
"Sayang kembar mana?" Tanya Nisa pada Cahaya
"Tidur Umi di kamar setelah selesai mandi dan nyusu mereka langsung tidur" Jelas cahaya
"Oh gitu, memang bany seperti itu tapi tidak apa-apa. Oh ya Dim nanti kita belanja sekaligus belanja keperluan adik kalian ya" Ucap Nisa
"Baiklah Umi, " Jawab Dimas
"Seperti nya Cahaya tidak bisa ikut belanja nya karena Cahaya masih ada beberapa tugas kuliah dan jaga kembar maaf ya Sar dan kak Dimas" Ucap Cahaya
"Tidak apa-apa yuk, toh belanja nya tidak terlalu banyak juga" Ucap Sarah.
"Ya sudah lebih baik kita sarapan dulu" ucap Anam sebagai penyelesai pembicaraan semuanya.
Setelah selesai sarapan, Cahaya dan Zain kembali ke kamar mereka karena takut kembar bangun. Sedangkan Sarah Dimas dan yang lainnya termasuk Nisa dan Anam menemani berbelanja keperluan kamar dan lainnya sebelum pernikahan Sarah dan Dimas.
Sebenarnya Anam Sangat tidak suka jika di suruh ikut berbelanja tapi karena Nisa yang memberi perintah untuk ikut serta jadi Anam akhirnya ikut juga.
Kembali ke kamar Zain dan Cahaya
"Sayang Sayang Bunda dan Ayah pada bangun hmm" Ucap Cahaya ketika melihat ketiga dari buah hati nya tengah melihat ke arah Cahaya dan Zain
Kembar tidak menangis hanya membuka matanya, setelah di timang timang oleh Zain dan Cahaya akhirnya kembar Kembali tidur dengan nyenyak.
Cahaya kini tengah fokus dengan laptop di depan nya.
Zain mendekat ke arah Cahaya
"Sayang, banyak tugasnya?" Tanya Zain
"Tidak by, cuma bikin cerita berbahasa Arab" Jawab Cahaya
"Oh gitu, Kamu bikin cerita apa Sayang?"
__ADS_1
"Cerita seorang gadis Desa yang merantau untuk kuliah dan mengubah nasibnya " Ujar Cahaya
"Sayang bukan kah lebih baik di ubah gini judulnya, Gadis Desa vs mafia" Ujar Zain
"Lah bukan nya itu judul novel sebelum ini by?"
"Benar Sayang, cerita tentang kita"
"Hmm, ide bagus tuh"
"Ya sudah Sayang, hubby ke ruang kerja dulu ads Beberapa file yang harus hubby periksa tidak apa-apa kan hubby tinggal sendiri?"
"Tidak apa-apa by"
"ya sudah deh"
Zain keluar dari kamar mereka dan berjalan menuju ruang kerjanya.
Sedangkan Dimas dan yang lainnya sudah sampai di sebuah toko khusus menjual perlengkapan rumah.
Kedatangan keluarga Anam tersebut di sambut langsung pemilik tempat dan produk tersebut.
Dimaa dan yang lainnya kini sudah berada di dalam gedung tersebut, Sarah terkagum-kagum melihat banyak nya perlengkapan rumah yang sangat mewah dan elegan di sana.
Sarah melihat katalog produk yang di berikan oleh pihak penjual langsung diam ketika melihat harga yang di tawarkan ataupun tertera di katalog tersebut.
"Bang ini harganya mahal banget" bisik Sarah pada Dimas
"Sayang, harga itu bukan masalah bagi keluarga Anam apalagi Umi dan Abi yang turun tangan langsung menangani ini" balas Dimas berbisik di telinga Sarah yang di tutupi jilbab
Tempat tidur Dimas memang harus di ganti dengan yang baru ketika nantinya menikah karena baik dari warna dan bentuk tidak sesuai jika itu di gunakan oleh laki laki yang sudah menikah menurut Nisa jadi harus di dekor ulang.
Sama seperti kamar Zain juga sebelum menikah dengan Cahaya juga di rubah oleh Nisa senyaman mungkin untuk menantu dan anaknya setelah menikah begitupun untuk Riki nantinya jika bertemu jodohnya.
Karena Sarah yang notabene nya tomboy tidak seperti Cahaya yang suka warna pink, Sarah lebih suka abu abu ataupun hitam jadi sama seperti kesukaan Dimas karena kamar Dimas sekarang warnanya Abu Abu hitam jadi tidak ada perubahan signifikan di kamar tersebut nantinya.
Setelah beberapa saat kemudian, Akhirnya mereka berpindah tempat, kini mereka sudah di pusat perbelanjaan terbesar di Yogyakarta.
Ketika di pusat perbelanjaan, Sarah tidak sengaja menabrak seseorang yang sedang berjalan di depan nya..
Bukkk...suara Sarah menabrak seseorang yang Sarah tidak mengenali nya.
Sarah tadinya berjalan bersama Dimas dan berpisah dengan yang lainnya karena Nisa dan Anam di toko lain bersama Riki dan Tika.
__ADS_1
Sarah berjalan di depan Dimas tanpa Sarah sadari di depan nya ada seseorang jadilah Sarah menabrak seseorang tersebut.