
selamat membaca.... Semoga suka ❤️❤️❤️❤️ Sahabat author
Sepulangnya dari pesantren, Cahaya dan lainnya langsung pulang ke Mension
Begitupun dengan Dimas yang kini sudah berada di depan sekolah Sarah. Dimas berdiri di depan mobilnya sambil memasukkan tangannya di saku celana nya yang kiri sedangkan yang kanan memainkan handphone nya.
Sarah keluar dari kelas bersama Vivi, namun ketika Sarah dan Vivi bergegas menuju parkiran sekolah Bastian mencegatnya tepat setelah Vivi dan Sarah mau masuk ke tempat parkiran sekolah.
"Hey Cantik" Ucap Bastian
Sarah dan Vivi yang merasa bukan nama mereka yang di sebut membuat mereka berdua tidak memperdulikan Bastian yang sebenarnya memangil mereka lebih tepatnya memanggil Sarah.
Hingga Sarah dan Vivi sampai di parkiran dan di sana Dimas sudah menunggu Sarah di depan mobilnya.
"Sarah, kenapa kamu tidak mendengarkan Aku" Ucap Bastian akhirnya karena Sarah tidak menanggapinya tadi.
Sarah dan Vivi langsung melihat ke arah suara.
"Ada apa?" Tanya Sarah langsung tanpa basa-basi
"Apa kamu ada waktu weekend?"
"Tidak ada waktu" Jawab Sarah cuek
"Memang nya kamu mau kemana di hari libur?, Apa tidak bisa kita nonton bareng gitu atau makan bareng?" ucap Bastian tanpa rasa malu
Sarah tidak menjawab nya, karena sang Suami sudah menatap ke arahnya saat ini.
Vivi yang melihat Sarah yang sudah risih pun berkata.
"Sudahlah Bas, kamu sudah tidak ada kesempatan lagi untuk mendekati Sarah, kamu lihat ke sana sudah ada tunangannya yang menunggu nya " Ucap Vivi sambil menunjuk ke arah Dimas berada.
" Tapikan mereka cuma tunangan dan Aku lihat laki-laki itu sangat tidak sesuai dengan usia Sarah yah lebih cocok jadi kakaknya, beda dengan Aku yang masih muda " Ucap Bastian lagi
Sarah yang mendengar ucapan dari Bastian yang mengatakan Suami itu tidak cocok untuk nya melainkan Bastian lah yang cocok membuat Sarah muak. Sarah berjalan dengan cepat menuju Dimas.
__ADS_1
Tanpa Dimas sadari jika Sarah langsung mencium bibir nya Dimas.
Mendapat serangan mendadak dari sang istri membuat Dimas sangat kaget dan juga senang.
Vivi tersenyum melihat tingkah Sarah, tanpa banyak bicara langsung menunjukkan jika tidak ada lagi tempat untuk laki-laki lain di sampingnya hanya ada Suami tercinta nya itu.
"Kamu lihat itu, sudahlah Bas kamu tidak bisa merebutnya dan Aku ingatkan untuk mu mulai dari sekarang jangan pernah berpikir untuk mendapatkan Sarah lagi, kamu tau jika tunangan Sarah itu bukanlah orang yang bisa kamu ajak bersaing apalagi jika kamu ingin mendapatkan kekasih kecilnya itu, cam Jan itu" Ucap Vivi sebelum meninggalkan Bastian yang masih terkejut dengan sikap Sarah barusan.
Sedangkan Sarah dan Dimas sudah menyudahi ciuman mereka karena ini lingkungan sekolah.
"Ayo Chagi pulang, Sarah males lihat dia " Ucap Sarah
"Baiklah Sayang ku " Jawab Dimas dengan tersenyum
Dimas dan Sarah langsung masuk ke dalam mobil mereka, begitu dengan Vivi juga masuk dalam mobil nya dan bergegas meninggalkan sekolah
Setelah beberapa saat kemudian setelah kepergian Sarah dan Vivi, Bastian baru sadar dari keterkejutan nya dan langsung bergegas pulang juga.
Sedangkan di mobil Dimas dan Sarah
"Hmm, mau makan steak dan kentang goreng" Jawab Sarah
"Oke les't go"
"Chagi, Sarah malas banget di sekolah kenapa harus bertemu itu cowok sudah di kasih tau Sarah sudah ada tunangan masih aja ganggu " Ucap Sarah
"Kenapa tidak kamu bilang jika kita sudah menikah?" Tanya Dimas dengan tersenyum tipis
"Ya mau aja Sarah bilang gitu tapikan ntar dia bocor dan kasih tau teman-teman yang lainnya gimana?, dan juga dia pasti nggak akan percaya "
"Tadi apa yang dia bicarakan padamu Sayang?"
"Masa dia nanyain Sarah weekend mau nonton atau makan siang bareng sama dia nggak, dan juga masa dia bilang Chagi itu tidak cocok untuk Sarah karena melihat Chagi yang sudah dewasa yang cocok itu dia. Kan Sarah sebel dengar nya " jelas Sarah
"Owalah gitu tapikan memang jika di lihat dari usia kita emang seperti itu tapi tidak menunjukan jika kita tidak bisa menikah lah contohnya saja kita sekarang sudah menjadi pasangan suami istri, maka nya tadi kamu tiba-tiba cium bibir Chagi tanpa aba-aba?"
__ADS_1
"Iya, soalnya Sarah sebel dengar nya apalagi menjelekkan suami yang Sarah cintai hanya untuk membanggakan dirinya di depan Sarah, huh malas amat"
"Ya sudah Sekarang jangan terlalu di pikirkan kita makan siang dulu "
Mereka sudah sampai di restoran steak
Sarah dan Dimas makan siang bersama dengan sangat damai ada sedikit canda tawa ketika mengenang pertama kali mereka bertemu dan setelah itu langsung di lamar ada sedikit tidak percaya bahwa jodoh nya sangat tidak jauh.
Setelah selesai makan akhirnya mereka langsung menuju Mension.
Karena Sore nanti setelah shalat Asar, Sarah dan Cahaya akan berbelanja untuk kebutuhan dari Zean walaupun ada sebagian yang sudah di beli oleh Riki tetapi setelah Cahaya lihat ada kekurangan.
Sesampai di mension sepi karena pada istirahat siang.
Dimas dan Sarah juga istirahat di kamar mereka, Sarah juga mengantikan seragam sekolah nya sesampai di kamarnya begitu dengan Dimas berganti pakaian santai.
Sarah tidur siang, sedangkan Dimas juga ikut berbaring di samping sang istri karena beberapa waktu kedepannya akan sangat sibuk untuk mencari informasi terkait nya identitasnya dan Riki apa keterkaitan nya dengan foto yang mereka bawa waktu keluar dari panti dulu hal tersebut membuat pikiran Dimas sedikit menjadi beban namun ada kelegaan yang membuat nya akan mengetahui sebenarnya siapa dirinya dan Riki.
sedangkan di kamar Cahaya dan Zain
Zain kini tengah duduk di depan nya ada laptop yang sedang menyala, sedangkan Cahaya sedang mengerjakan skripsi nya uang akan di sidangkan setelah selesai KKN dan inn syaa Allah akan selesai dan wisuda di akhir tahun ini.
Ketiga buah hati mereka tengah tidur siang setelah mereka kenyang.
"Sayang, apa ada yang bisa hubby bantu?" Tanya Zain pada Cahaya ketika pekerjaan nya telah selesai
"Terimakasih by tapi tidak ada kok, Cahaya bisa menyelesaikan sendiri hanya tinggal finishing aja lagi setelah itu baru mengumpulkan nya"
"Baiklah jika seperti itu, Ayo tidur siang"
"Hubby duluan aja, ntar Cahaya ngikut gabung setelah ini selesai"
"oke "
Zain akhirnya berdiri dari duduknya dan langsung naik ke atas kasur untuk tidur siang, Sedangkan Cahaya menyelesaikan tugas nya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat kemudian Zain yang awalnya ingin tidurnya menunggu Cahaya tetapi tidak terasa dia sudah terlelap dan Cahaya baru saja ikut berbaring di samping Zain untuk tidur siang