Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Kepulangan Nisa dan Anam ke negara A


__ADS_3

Setelah kesepakatan tadi malam, kini Nisa dan Anam sudah bersiap untuk berangkat ke bandara di ikuti Tika.


"Umi jika sudah sampai kasih kabar ya" Ucap Cahaya pada mertuanya itu


"Iya sayang, oh ya sudah Umi dan Abi berangkat ya"


"Ya Umi, Maaf Cahaya tidak bisa anter ke bandara karena ada mata kuliah hari ini"


"Tidak apa-apa Sayang, "


Setelah beberapa saat kemudian, Nisa Anam beserta Tika berangkat ke bandara di antar dengan Sarah dan Dimas


Sedangkan Zain dan Cahaya bersiap untuk ke kampus.


Seperti biasanya, Kembar ikut bersama dengan Cahaya ke kampus di bantu oleh Tina dan Witri untuk menjaga kembar selagi Cahaya di kelas.


Kembali ke Mobil Dimas


"Tika Sayang kenapa dari tadi kamu murung?" Tanya Nisa


"Tidak apa-apa Umi, Tika hanya tidak menyangka bisa bertemu dengan Abi, Umi dan yang lainnya dan juga bisa melanjutkan pendidikan Tika" Jawab Tika tersenyum


"Umi juga Senang Sayang bisa bertemu dengan anak secantik kamu"


"Tika sangat senang umi"


"Ya sudah tidak usah dipikirkan lagi karena sekarang kita adalah keluarga mu"


"Iya Umi"


Sementara itu, Sarah hanya tersenyum melihat dan mendengar pembicaraan antara anak dan Ibu itu di belakang nya


"Oh ya Dim, jangan lupa ketika kamu ke Jambi sekaligus belanjakan isi kamar Sarah, karena itu bagian dari adat istiadat Jambi" Jelas Nisa


"Baik Umi, " Jawab Dimas


"Hmm, oh ya Sayang Umi sangat senang karena putra Umi bisa mendapatkan kalian sebagai istri dari anak anak Umi" Ucap Nisa


"Sarah juga Senang Umi bisa mengenal Abang, dan Abang mau menerima Saraj yang masih kekanak-kanakan"

__ADS_1


"Tenang saja Sayang, Dimas sudah dewasa pasti bisa memaklumi itu" Jelas Nisa


"Dimas bukan memaklumi Umi, justru Dimas sangat senang bisa mendapatkan kamu yang jika sedang ngambek itu sangat menggemaskan"Tutur Dimas


Sarah mendengar ucapan dari Dimas hanya tersenyum dan merona.


"Dim, jika nanti Abi sudah siap pensiun dalam dunia bisnis, Abi harap di antara kamu dan Riki bisa mengambil alih untuk perusahaan pusat" Terang Anam


"Insyaallah Bi, Dimas dan Riki akan perbincangkan hal itu dengan bos Zain"


"Hmm, Abi berharap pada kalian tapi jika Ilham sudah siap Abi akan membawa nya ke perusahaan pusat sekaligus belajar"


"Dimas yakin Bi jika Ilham bisa, karena Dimas melihat Ilham itu sangat pintar"


Anam mendengar penuturan dari putra nya itu hanya tersenyum.


"Oh ya Tika kamu ingin kuliah di bidang apa?" Tanya Anam


"Tika minat di bidang desainer BI, "


"Bagus, karena salah satu perusahaan keluarga ada bergerak di bidang pakaian jadi nanti bisa kamu kelolah dan selain itu kamu juga harus belajar manajemen bisnis seperti Ilham"


"Bagus"


Setelah beberapa saat kemudian, mobil mereka sampai di Bandara Yogyakarta internasional airport


Mereka turun dari mobil bersama


Sedangkan koper milik Tuan besar dan nyonya besar sudah di bawa oleh para Mafioso.


"Umi, Abi hati hati ya" Ucap Sarah


"Iya sayang, ingat setelah menikah nanti harus sering mengunjungi Abi dan Umi di negara A" Ujar Anam


"Insyaallah bi" Jawab Sarah dan Dimas bersamaan


Setelah berpamitan, kini Anam Tika di ikuti oleh Tika sudah berada di dalam pesawat pribadi milik Anam.


Kembali ke Dimas dan Sarah

__ADS_1


"Sayang, karena kamu di sini tidak lama bagaimana kita menghabiskan hari ini jalan jalan" ucap Dimas


"Boleh Bang"


"Oke sayang,"


Mobil Dimas meninggalkan area Bandara dan menuju salah satu wisata di Yogyakarta.


sedangkan di kampus


Mobil Zain baru saja sampai di depan kampus.


"Sayang apa tidak apa-apa kembar ikut ke kampus?" Tanya Zain


"Tidak apa-apa Ayah, Justru kehadiran kembar membuat Bunda semangat belajar nya, dan juga teman teman Bunda juga sangat senang melihat kembar yang sangat mengemaskan tapi mereka tidak mau di gendong mereka terkecuali Salsa".


"Ya sudah jika seperti itu, Ayah berangkat ya nanti makan siang Ayah jemput"


"Oke Yah, ya sudah Bunda dan anak-anak masuk dulu yah".


"Ya sayang, "


"Assalamualaikum Ayah"


"Wa'alaikumussalam bunda dan anak-anak ayah"


Kedatangan Cahaya bersama ketiga putra dan putri nya membuat kampus riuh.


Cahaya melihat ke arah sahabat nya yang sudah menunggu nya


"Assalamualaikum Sal"


"Wa'alaikumussalam Bunda nya kembar" Jawab Salsa


"Oh Ya bi Tina dan bi Witri Cahaya titip kembar ya karena sudah harus ke kelas"


"Baik nyonya, nyonya tenang saja"


"Ya sudah, Anak-anak Bunda jangan rewel ya sama bi Tina dan bi Witri nya karena Bunda mau belajar dulu" Ucap Cahaya sambil mencium ketiga anaknya bergantian.

__ADS_1


Akhirnya Cahaya dan Salsa bergegas ke ruang kelas, sedangkan kembar di bawa ke ruang khusus tunggu yang ada di kampus tersebut oleh Tina dan Witri.


__ADS_2