Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
peringatan


__ADS_3

Di villa Bali


Brian, Wiliam Evan dan Harry hari ini hari terakhir di Bali.


"Brian, mau kemana hari ini?" Tanya Wiliam


"Aku mau beliin oleh-oleh untuk Abi dan umi serta kembar" Jawab Brian


"Oh ya ya, Abi dan umi mu ada di Indonesia" Ucap Wiliam lagi.


"Iya, kalian bagaimana?"


"Ya sama mau beli oleh-oleh juga kalian tau sendiri mama kami pasti nitip banyak banget" tambah Evan


Brian hanya tersenyum karena memang dari ketiga sahabat nya itu Mama mereka sangat rempong nitip inilah dan itulah, walaupun sebenarnya mereka itu sangat sering datang ke Bali untuk liburan tetapi tetap saja jiwa belanja nya semangat walaupun hanya nitip pada anak bujang mereka itu.


Setelah sarapan pagi di restoran terdekat dengan villa, mereka berempat langsung menuju pusat pembelanjaan oleh-oleh khas Bali.


Kembali ke Jogja


Setelah selesai olahraga, Ilham dan lainnya langsung kembali ke kamar mereka untuk membersihkan diri karena sudah waktunya mereka untuk sarapan pagi.


Tepat pukul 7:30 mereka semuanya berkumpul untuk sarapan di ruang makan bersama termasuk kedua orang tua Tiara.


Setelah selesai sarapan pagi mereka kembali ke kesibukan masing-masing.


Cahaya hari ini ke lokasi KKN tidak membawa kembar nanti, karena Cahaya tau jika Opa dan Oma mereka sangatlah merindukan kembar. Dan juga besok lusa Abi dan umi sudah harus kembali ke negara A karena Tika hanya sendiri di sana dan juga Abi tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya terlalu lama.

__ADS_1


Begitupun dengan Orang tua Tiara yang harus kembali ke negaranya bersamaan dengan pulang nya Nisa dan Anam.


Dan untuk Tiara, sehari setelah kepulangan kedua orang tua nya Tiara akan di antar untuk pesantren kilat sebelum menikah hanya 3 Minggu.


Karena Sarah hari ini Sarah harus berangkat sekolah dan ada beberapa kegiatan dari pihak sekolah, jadi hari ini Sarah mungkin akan pulang telat yaitu setelah jam 16:00 sore.


Seperti biasanya Dimas sebelum berangkat ke kantor, Dimas mengantar istri tercintanya ke sekolah.


Karena Cahaya ke lokasi KKN nya jam 9, Zain langsung berangkat ke kantor bersama Riki.


Ilham dan Sean serta lainnya hari ini hanya menghabiskan waktu di mension sambil bermain bersama kembar.


Anam dan Nisa sangat baik pada Sean serta lainnya karena tiga pemuda tersebut sahabat dari Ilham, Nisa dan Anam pun mengenal orang tua dari mereka masing-masing.


Di Bali


Rian ke bingung milih baju baby untuk kembar karena dia kurang faham ukurannya, sudah bolak-balik dari satu toko ke toko lainnya karena bingung.


"Jadilah, tapi takutnya salah ukuran" Jawab Brian


"memang umur kembar sekarang berapa?"


tanya Evan


"7 bulan kalau nggak salah ya" Jawab Brian


"Ya sudah beli yang ukurannya agak besaran aja umur setahun gitu" Ucap Harry

__ADS_1


"Ya sudah deh"


Brian akhirnya selesai membeli beberapa pasang pakaian baby untuk kembar.


Sedangkan di Perusahaan


Vani sekarang sudah berada di ruangan Zain di sana sudah ada Riki dan Dimas serta Jack juga tentunya.


Sedangkan Tini di jaga oleh beberapa Mafioso dan ada dua Mafioso perempuan.


kembali ke kantor ( ruangan Zain)


"Bagaimana Vani dengan identitas nya?" Tanya Riki


"Sudah di ketahui bos, dia adalah Dion Aditya Bangkasara putra nya putra Bangkasara" Jelas Vani


"Mmmmmm, apa kejadian ini pertama kali terjadi di hotel kita?" Zain memastikan


"Iya King" Jawab Vani lagi


"Apa rencana kalian selanjutnya?" Tanya Zain melirik ke arah Vani, Dimas dan Riki


"Menurut Saya, lebih baik kita peringatkan keluarga Bangkasara dulu Bos" Dimas berpendapat


"Menurut mu Rik?" Tanya Zain


"menurutku apa yang Dimas katakan boleh Bos, karena yang kita tau tuan putra Bangkasara adalah orang yang baik dan juga bisnisnya bersih " Jelas Riki

__ADS_1


"Mm, baiklah Kalian kasih peringatan pada mereka tapi jika sekali lagi berbuat demikian di daerah kita jangan kasih ampun " Ucap Zain


"Baik Bos " Jawab Riki dan Dimas


__ADS_2