
Setelah beberapa saat bermain bersama ketiga cucu-cucunya Nisa dan Anam langsung beristirahat setelah makan siang, kembar juga sudah tidur siang.
Sedangkan di kediaman keluarga Tiara, Tiara tengah membaca iqra setelah selesai shalat Dzuhur.
Putri Ane dan Abraham sudah sangat terbiasa dan senang mendengar putri nya sangat taat akan agama baru nya itu.
Tepat pukul 14:30 di kamar Dimas dan Sarah, Sarah terbangun dari tidurnya dan langsung berlari ke kamar mandi.
Dimas yang tadinya berbaring di samping Sarah mendengar sang istri terburu buru ke kamar mandi langsung terbangun dan mengikutinya dari belakang.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?" Ucap Dimas di depan pintu kamar mandi yang tertutup, karena Dimas sedikit tertinggal ketika Sarah masuk ke dalam mandi Dimas masih di belakang nya.
Di kamar mandi
Hoek hoekk .... Sarah muntah-muntah... Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Sarah membuka pintu kamar mandi dengan muka yang sedikit pucat.
Dimas yang melihat pintu kamar mandi terbuka membuat nya langsung memeluk sang istri dan bertanya
"Sayang kita ke rumah sakit ya" Ucap Dimas dengan sangat mencemaskan keadaan sang istri.
"Ngak usah Chagi, Sarah hanya masuk angin doang" Jawab Sarah
"Tapikan Sayang kamu pucat seperti ini, dan juga Umi juga sudah menyarankan agar membawa mu periksa"
"Ya sudah besok aja periksanya ya"
"baiklah sayang, sekarang lebih baik kamu istirahat ya. Oh ya kamu mau makan apa biar Chagi siapkan, kamu habis muntah-muntah gitu pasti perutnya kosong kembali " Ucap Dimas teringat ketika Cahaya hamil kembar mengalami namanya ngidam walaupun belum tau apakah istri kecilnya itu hamil atau belum tapi Dimas sangat ingin melayani sang istri.
"Chagi benar banget Sarah merasa sangat ingin makan mmmmm apa ya..." ucap Sarah sambil memikirkan sesuatu yang hendak dimakan.
Dimas yang berada di sampingnya tersenyum melihat tingkah sang istri, namun tiba-tiba Sarah berucap sambil tersenyum senang ke arah Dimas.
"Mmmm, Chagi Sarah mau makan makanan Korea" Ucap Sarah
__ADS_1
"Baiklah sayang yuk berangkat" Ucap Dimas
"Mmmm, maunya makan di rumah aja"
"Baiklah sayang, Biar para maid menyiapkan nya segera"
"Oke Chagi, terimakasih ya"
"Sama-sama"
Mendengar permintaan sang istri, Dimas langsung mengambil handphone nya dan mengirim pesan pada kepala maid untuk menyiapkan pesanan sang istri.
Sambil menunggu pesanan siap, Dimas tidak lupa untuk menyuruh maid mengantar berbagai macam irisan buah ke kamar mereka.
Setelah irisan buah sampai ke kamar mereka, Dimas langsung menyuruh sang istri untuk memakannya.
Karena tidak ingin menyantap buah tersebut sendiri, Sarah memaksa Dimas untuk ikut memakan nya.
Itu terbiasa jika memiliki istri yang menyukai drama seperti itu tetapi yakinlah mereka hanya sekedar hiburan semata.
Beberapa saat kemudian akhirnya pesanan mereka telah siap, Dimas dan Sarah langsung keluar dari kamar menuju taman belakang di mana mereka makan di sana.
Karena sudah pada bangun dari tidur siang, akhirnya mereka ikut bergabung dengan Sarah dan Dimas menyantap makanan Korea tersebut dengan didepan mereka kembar yang bermain dengan Lion yang mana Nisa sudah mulai terbiasa melihat kembar bermain bersama kedua binatang buas yang mana hewan kesayangan milik putranya itu.
Perlu di ketahui hewan kesayangan yang betina milik Zain kini tengah mengandung
...****************...
Sore harinya menjelang maqrib, Zain dan Dimas Bersiap untuk ke bandara untuk menjemput Hasan dan Zainab berserta lainnya.
"Sayang, Hubby berangkat dulu ya. ntar Hubby shalat maqrib nya di bandara aja" Ucap Zain pamit pada sang istri
"Iya by, hati-hati di jalan" jawab Cahaya
__ADS_1
kembar yang kini tengah di Gendongan Nisa, Anam dan Cahaya tersenyum melihat ke arah Zain sambil meminta di gendong oleh sang Ayah.
Melihat tingkah laku buah hati nya, Zain tersenyum dan mendekati mereka satu persatu.
"Anak Ayah, Ayah pergi dulu ya mau jemput kakek dan nenek serta uncle Ilham ya" Ucap Zain sambil mengelus kepala buah hati nya satu persatu.
Seakan mengerti apa yang di maksud oleh Zain, ketiga buah hati nya langsung tenang dalam gendongan masing-masing.
Sedangkan Dimas juga berpamitan dengan Sarah.
Setelah berpamitan mereka langsung berangkat ke bandara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Bandara ...
Tepat pukul 18:00, rombongan Ilham dan lainnya tiba di Yogyakarta internasional airport.
Sedangkan Zain dan Dimas Kini sudah berada di pintu keluar dari kedatangan setelah mereka selesai shalat maqrib di mushalla yang berada di bandara tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian, rombongan Ilham dan lainnya sudah terlihat, ketika melihat mereka para Mafioso yang ikut bersama Zain dan Dimas ke sana langsung mengambil alih barang bawaan Ilham dan lainnya.
"Assalamualaikum yah, ibu" Ucap Zain dan menyalami tangan kedua orangtuanya itu di ikuti oleh Dimas setelah nya.
"Wa'alaikumussalam" Jawab Hasan
"langsung pulang ke mension atau Ayah dan ibu mau mampir di mana gitu?" Tanya Zain
"langsung pulang aja nak, Ayah dan ibu sudah tidak sabar mau ketemu cucu-cucu" Ujar Hasan
"Baiklah Ayah, ibu mari" Ucap Zain sambil mempersilahkan mereka masuk ke dalam mobil yang sudah ada di depan mereka.
setelah mereka sudah berada di dalam mobil, mobil melaju meninggalkan bandara menuju Mension.
__ADS_1