Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Durian


__ADS_3

Di Jogja


Dimas baru saja keluar dari kamar nya menuju lantai bawah karena ingin berkumpul bersama dengan yang lainnya.


Cahaya yang melihat Dimas berjalan ke arah mereka langsung berkaucap


"Kak Dimas kapan nyampe nya?"


"Tadi,"


"Oh walah kok Cahaya nggak tau ya"


"Tadi itu Kamu bersama dengan kembar lagi di kamar, jadi ya gitu " Jawab Dimas setelah duduk di kursi samping Riki


"Bagaimana kabar Ayah dan Ibu kak?"


"Alhamdulillah semuanya sehat"


"Alhamdulillah"


Setelah beberapa percakapan antara Dimas dan Cahaya kini mereka semua hanya bercengkrama biasa sambil bermain dengan kembar.


"Oh ya Cahaya di Jambi sudah mau mulai Musim buah lo" Ucap Dimas


"Beneran kak?"


"Beneran, Tadi Sarah kasih Abang duku cuma karena memang belum banyak yang masak jadinya cukup untuk Abang sendiri, tapi yang belum masak banyak di pohon nya"


"Ya Allah jadi pengen pulang, apalagi di musim duren" Ucap Cahaya dengan berbinar


Dimas hanya tersenyum melihat tingkah Cahaya yang memang sangat menggemari raja buah tersebut yang mana tidak semua orang suka terhadap buah yang berduri tersebut.


Sedangkan Riki hanya fokus mendengar tanpa ada respons apapun. Dan Zain melihat Cahaya seperti itu langsung berkata


"Sayang, jika kamu ingin durian biar hubby beli sekarang" Ucap Zain


"Beneran by, Cahaya sudah lama tidak makan durian. Apalagi kan di Jogja harganya mahal banget" Ucap Cahaya


"Beneran dong sayang, jadi jika kamu ingin sesuatu langsung bilang saja ke Hubby ya"


"Oke by"


Setelah mengatakan tersebut, Zain langsung mengambil Hp nya yang berada di atas meja dan menelpon Jack yang sedang berada di Markas


Di Markas


Jack tengah sibuk mengerjakan beberapa tugas langsung berhenti dari pekerjaannya karena mendengar suara handphone nya berdering.


Drrtt drrrttt


Jack langsung terdiam karena melihat siapa yang menelpon


"Iya king" Jawab Jack langsung ketika mendengar suara dari sang King


... "Kamu beli buah durian sekarang, ingat harus yang enak dan berkualitas" Ucap Zain di seberang telpon...


"Siap king"

__ADS_1


"Hmm, Jangan lama 15 menit sudah ada di mension"


"Baik King"


Akhirnya telponpun di akhiri Zain dengan sekejap.


Setelah telpon berakhir, Jack langsung bergegas keluar dari Markas.


Vivi yang melihat Jack tergesa-gesa, langsung bertanya


"Ada apa?" Tanya Vivi


"Mau beli durian, King nyuruh"


"Oh gitu ya sudah cepatlah, jangan sampai kamu telat"


"Hmm" Jawab Jack meninggalkan Vivi sendirian dan berlalu keluar Markas.


Sedangkan di mension


Setelah menelpon Jack,. kini Zain kembali melihat ke tiga buah hati nya yang sedang berada di gendongan Cahaya dan kedua saudaranya.


"Sayang seperti nya mereka sudah kurang nyaman" Ucap Zain ketika melihat ke tiga buah hati seperti nya sudah tidak nyaman dengan bedongan


"Iya Seperti nya by, tapi bagaimana lagi mereka habis mandi harus di bedong dulu biar besarnya nanti mereka tidak bungkuk dan lainnya"


"Ya sudah deh sayang jika seperti itu"


Setelah beberapa saat kemudian


Jack berjalan masuk ke dalam mension Zain dengan tergesa-gesa karena takut ia terlambat.


"Assalamualaikum King," Ucap Jack ketika sudah berada di ruang tamu


"Wa'alaikumussalam kamu telat Jack" Ucap Zain


"Maaf king,"


"Hmm" Jawab Zain


Cahaya yang melihat Jack ketakutan dengan Zain langsung berkata dengan halus.


"Hubby, kasihan kak Jack sudah bersusah payah membeli nya" Bujuk Cahaya


"Baiklah Sayang karena kamu hubby maafkan Jack tapi ingat disiplin" Ucap Zain


"Terimakasih King, queen" Ucap Jack


"Sama sama kak" Jawab Cahaya dengan tersenyum ramah


Zain yang melihat Cahaya tersenyum pada jack langsung memuncak rasa cemburunya


"Sayang, jangan tersenyum pada nya" Ucap Zain


Cahaya yang mendengar keposesif seorang Zain langsung tersenyum ke arah Zain dengan sangat manis.


"Ingat sayang, kamu hanya boleh tersenyum pada hubby" Ucap Zain

__ADS_1


"Tidak boleh begitu by, Cahaya tidak mungkin tidak tersenyum jika bersama dengan kak Dimas, kak Riki, bang Subki, Bang Rafa, bang Zaki"Ucap Cahaya


"Sayang itukan Abang kandung mu itu di perbolehkan tapi untuk Dimas jangan karena dia sudah punya Sarah, dan untuk Riki salah sendiri masih sendiri" Ucap Zain panjang lebar.


Mendengar penuturan dari Zain. Dimas dan Riki langsung bertatapan Sambil menahan tawa.


"Ya sudah maafkan Cahaya ya by" Ucap Cahaya akhirnya


"Tidak salah kamu sayang, mereka yang salah sudah tau kamu milik hubby seorang masih saja ganjen"


"Ya sudah, durian nya di tarok kak Jack. Cahaya mau makan sekarang"


"Baik queen" Jack langsung meletakkan buah durian di samping meja di depan Semua orang.


Setelah meletakkan nya, Jack kedapur mencari pisau untuk membuka buah berduri tersebut


Setelah beberapa saat kemudian pisau sudah berada di atas meja


"Hubby minta tolong bukain dong" Ucap Cahaya


"Bagaimana cara nya sayang?" tanya Zain. karena menang Zain tidak pernah berhubungan membukakan buah durian, Zain memang suka namun tidak pernah membuka buah tersebut langsung


"Apa hubby tidak pernah buka durian?"


"Tidak pernah Sayang" Jawab Zain sedikit Pelan


"Oh gitu jack bisa?"


"Maaf queen, Saya juga tidak tau Cara membuka nya" Jawab Jack langsung


Mendengar penuturan dari Zain dan Jack, Cahaya melihat ke arah Dimas dan Riki. Namun Dimas dan Riki hanya menggelengkan kepala mereka.


"Ya sudah Cahaya buka sendiri, hubby lihat ya bagaimana cara membuka nya. kan lucu seorang king Mafia tidak bisa membuka buah durian. nanti jika anak buah hubby tau bagaimana. atau mungkin musuhnya hubby tau" Ucap Cahaya


Zain mendengar penuturan dari sang istri langsung terdiam karena sedikit malu karena memang benar apa yang di ucapkan oleh sang istri.


Cahaya dengan sangat cepat membuka buah durian tersebut.


"Nah sudah by, kak begini caranya mudahkan" Ucap Cahaya


Zain, Dimas Riki dan Jack hanya mengangguk kan kepala mereka bersamaan.


Setelah buah durian nya terbelah semua, Cahaya langsung memberikan kepada semuanya untuk memakan nya bersama-sama.


Karena mereka semua ingin makan, jadi kembar di masukkan ke dalam troler mereka.


Cahaya makan durian dengan sangat lahap karena memang buah tersebut kesukaan nya.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya buah durian yang di beli oleh Jack sudah habis tanpa sisa hanya ada kulit nya yang berserakan.


"Alhamdulillah nikmatnya" Ucap Cahaya


Zain melihat Cahaya yang begitu senang hanya tersenyum melihat tingkah Cahaya saat itu.


Setelah selesai makan, Sampah nya di bersihkan oleh para maid, dan kini mereka sudah kembali ke kamar masing-masing. sedangkan Jack juga sudah kembali ke markas


Karena hari sudah Sore, jadi mereka memutuskan untuk kembali ke kamar masing-masing

__ADS_1


__ADS_2