Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Tidak untuk orang tua nya


__ADS_3

Di RS


Sarah belum sadar, Dimas belum memberi tau pada semuanya tentang ini, namun Dimas pasti membicarakan kejadian ini nanti nya apalagi nanti pulang ke mension dengan Sarah yang kepalanya di perban walaupun tidak terlihat mencolok karena menggunakan hijab.


Setelah beberapa saat kemudian Sarah membuka matanya.


"Chagi" Panggil Sarah dengan suara serak


"Alhamdulillah Sayang akhirnya kamu sadar, mana yang sakit?" Tanya Dimas khawatir


"Ngk ada yang sakit Chagi hanya sedikit pusing aja, apa Sarah sudah lama tertidur nya?"


"Kamu tidur dua jam lebih Sayang"


"Chagi bagaimana dengan belanja nya?"


"Setelah kamu sembuh kita belanja lagi ya "


"Baiklah Chagi, tapi Chagi jangan marah ya sama adik tadi yang nabrak Sarah kasihan dia masih kecil "


"Kamu jangan pikirkan itu Sayang, yang penting sekarang kamu sembuh dulu ya "


"Janji ya Chagi jangan marah sama adiknya"


"Baiklah Sayang, Chagi janji tidak akan marah sama dia " ucap Dimas


Namun di lanjutkan dalam hatinya,"tidak untuk orang tua yang lalai " itulah ucapan lanjutannya.


Vivi yang berada di sana melihat Sarah yang sudah bangun merasa bersyukur dan ikut senang, namun Vivi tau jika Dimas tidak akan memaafkan seseorang yang sudah mencelakai orang yang dicintai itu.


"Baiklah Tuan Dimas, Sarah aku harus pulang karena sudah siang semoga cepat sembuh " Ucap Vivi


"Terimakasih Vi, kamu pulang sama siapa?" Ucap Sarah pelan


"Aku udah di jemput supir kok"


"Ya sudah hati-hati "


"Ya kamu juga istirahat lah "


"Mmm "

__ADS_1


Vivi akhirnya meninggalkan ruang rawat Sarah.


Setelah kepergian Vivi, Dimas menatap ke arah Sarah dan berkata


"Sayang, kamu makan siang apa?" Tanya Dimas


"Mau makan ayam bakar utuh dan jus buah naga" Jawab Sarah


"Baiklah Chagi pesan dulu ya, tunggu sebentar kamu istirahatlah dulu Chagi mau memerintahkan Mafioso dulu untuk membelinya"


"Baiklah Chagi"


Dimas keluar dari ruang rawat Sarah, dan langsung menelpon Jack terlebih dulu


Drrt telpon tersambung, setelah beberapa saat telpon terhubung


"Halo Bos " ucap Jack di seberang telepon


"Kamu dimana?"


"Di markas Bos, ada perintah Bos?"


"Baik Bos, ada dia sedang di ruang latihan "


"Suruh dia ke rumah sakit milik king sekarang, Namun sebelum ke rumah sakit beli Ayam bakar utuh dan nasi nya jangan lupa jus buah naga juga " Ucap Dimas


"Baik Bos, siapa yang sakit Bos?"


"Nanti kami akan tau cepat kerjakan tugas itu "


"siap Bos "


Telpon langsung berakhir.


Setelah menelpon Dimas langsung kembali masuk ke dalam ruangan rawat Sarah.


Sedangkan di markas black Lion


Jack yang mendapat perintah dari Dimas langsung mengerjakan tugas nya, namun sebelum itu dia menghampiri Vani diruang latihan terlebih dulu.


Sesampai di ruang latihan

__ADS_1


"Van, kamu diperintahkan oleh bos untuk ke rumah sakit king sekarang tapi sebelum itu kamu beli ayam bakar utuh dan nasi serta jus buah naga dan di bawa ke rumah sakit" Jelas Jack


"siapa yang sakit?"


"Mana aku tau, aku juga tanya ke bos tadi tapi bos bilang ntar juga tau gitu"


"Ya sudah bersiap dulu"


"Hmm, Aku juga ada tugas lain yang harus di lakukan"


Sedangkan di rumah yang berada di lokasi KKN, Zain sedang duduk dan bermain bersama kembar mendapat informasi dari salah satu Mafioso yang bertugas menjadi pengawal bayangan Sarah bahwa Sarah sekarang di RS.


Zain langsung berhenti bermain dengan kembar dan melirik ke arah Cahaya yang berada di depannya


"Ada apa Hubby?" Tanya Cahaya


"Sayang, apa Sarah pernah terluka dan mengakibatkan kekurangan darah?"


"Tidak pernah sebelumnya Hubby, memang nya kenapa?"


"Alhamdulillah, ih ya sayang apa kamu tau jika Sarah memiliki darah yang langkah?"


"Tidak, Hubby kok ngomong darah Sarah, apa terjadi sesuatu pada Sarah?"


"Iya sayang, sekarang Sarah berada di RS, tapi Alhamdulillah nya Sarah tidak terluka parah "


"Alhamdulillah jika tidak parah, memang kenapa kok bisa terluka?"


Zain langsung menceritakan kejadian nya pada Cahaya.


"Oh gitu, apa orang tua nya tidak ada di sana by?"


"Ada sayang tapi tidak memerhatikan anaknya, dan sekarang Dimas sudah menyelidiki identitas anak tersebut"


"Apa Hubby tidak membantu kak Dimas?"


"Dimas bisa menangani nya Sayang, jadi kamu tenang saja yang harus di perhatikan sekarang kita harus mencari orang yang memilik golongan darah yang sama dengan Sarah, supaya kedepannya tidak terlalu sulit untuk mencarinya"


"Iya Hubby, tapi semoga saja kedepannya Sarah tidak terjadi apa-apa padanya "


"Aamiin "

__ADS_1


__ADS_2