
Di mension (Kamar Dimas dan Sarah)
"Bagaimana Sayang, kamu ingin ke mana?"tanya Dimas penasaran
"Hmm, bagaimana jika ke Bali atau ke raja Ampat gimana Chagi?"
"Apa tidak mau ke luar negeri Sayang?"
"Mau juga sih, tapi kan di Indonesia saja belum pernah di kunjungi semuanya"
"Baiklah Sayang, di waktu liburan semester kamu nanti kita akan ke sana dan mungkin bisa liburan ke luar negeri bareng kembar nanti nya"
"Iya tuh seru rame-rame"
"Iya Sayang"
Sedangkan di lantai satu, Riki baru saja sampai ke mension dengan wajah cerah serta senyum yang menawan.
Riki berjalan masuk ke dalam mension Sambil melihat ke kanan kiri, karena tidak ada siapapun di sana.
"Ini mension sepi amat ya" Ucap Riki
"Bukannya Dimas sudah pulang ya, atau ada di kamar nya. mentang-mentang udah nikah ya" Tambah Riki lagi.
Namun setelah beberapa saat kemudian Riki langsung menuju ruang makan karena memang dianya Belun makan siang.
Sedangkan di perusahaan Zain Group
Zain berjalan dengan tersenyum Sambil mendorong troler kembar, sedangkan Cahaya berjalan di samping Zain serta mengandeng tangan Zain.
"Sayang, kita langsung pulang ke mension atau bagaimana?" Tanya Zain
"Pulang aja by, oh ya kok Cahaya tidak ada lihat kak Vani ya"
"Ada dia nya, cuma memang hari ini dia nya tidak ada pekerjaan di kantor melainkan di luar ya ada beberapa proyek yang sedang di pegang nya"
"Owalah"
"Iya sayang"
Sepanjang perjalanan ke luar perusahaan, para karyawan Zain group pada ingin menatap kembar lebih dekat lagi, namun mereka tidak bisa karena takut dan juga Zain memang tidak mengizinkan orang luar untuk bermain bersama kembar untuk saat ini, karena kembar masih baby.
Sesampai di lobi perusahaan, mobil milik Zain sudah menunggu mereka ada seorang Mafioso yang menunggu mereka yang mana bertugas sebagai supir mereka.
"Ayo Sayang, kamu masuk duluan bersama Syafira biar Zahid dan Ziyad Hubby yang gendong "
"Baiklah by "
Cahaya masuk ke dalam mobil dengan Syafira di gendongan nya, sedangkan Zain menggendong Zahid dan Ziyad bersamaan. Hal itu sudah biasa karena bagi Zain selagi mereka masih bisa, mereka tidak ingin selalu tergantung pada Tina dan Tika untuk membantu Cahaya menggendong kembar.
Setelah di dalam mobil
"Langsung pulang aja pak " Ucap Cahaya pada sang supir
"Baik queen " Jawab sang supir
Mobil yang membawa Cahaya dan Zain serta kembar perlahan meninggalkan perusahaan Zain Group.
Sedangkan di sekolah
__ADS_1
Brian dan sahabat-sahabatnya baru saja keluar dari kelas dan hendak pulang ke rumah masing-masing.
"Bro apa jadi mengerjakan tugas dari Tuan Dimas hari ini?" Tanya Evan pada Brian
"Jadi, kalian ikut Aku pulang ke mension, karena di sana kita mengerjakan nya "
"Oh oke, mumpung di rumah juga nggak ada kerjaan " Jelas Harry
"Ya sudah Ayo " Jawab Brian
Brian dan sahabat-sahabatnya berjalan menuju parkiran tempat Mobil mereka masing-masing diparkirkan. Namun sebelum berangkat meninggalkan sekolah, Brian memberikan kabar pada Zain terlebih dulu untuk membawa sahabatnya pulang ke mension.
Di lain tempat (dalam mobil)
Zain mendengar handphone nya berdering, karena sedikit kesusahan untuk mengambil nya dari saku jas nya, Cahaya dengan tersenyum membantu sang Suami
"Biar Cahaya yang ambil by"
"Terimakasih sayang"
"Sama sama, pesan dari siapa?"
"Dari Brian by, dia minta izin untuk menggunakan ruang rahasia, agar bisa menyelesaikan tugas dari kak Dimas bersama sahabatnya" Jawab Cahaya sambil membaca pesan yang di kirim oleh Brian tersebut
"Owalah, bilangan aja boleh" Ucap Zain
"Baik by"
Cahaya akhirnya membantu Zain untuk membalas pesan Brian tersebut. Setelah itu Cahaya melihat ke arah Zain sambil mengisyaratkan bahwa ia tidak tau ruang rahasia apa itu.
Zain tersenyum melihat tingkah Cahaya yang memang belum pernah masuk ke dalam ruangan tersebut yang hanya bisa di masuki Zain, Dimas dan Riki itu
"Nanti Hubby ajak kamu masuk ke ruangan itu ya, "
"Di dalam ruangan yang ada di ruang olahraga itu Sayang"
"Memang ruangan itu untuk apa by, jangan jangan Hubby ada rahasia ya?"
"Tidak ada rahasia apa apa sayang, ruangan tersebut hanya ruang IT khusus yang Hubby ciptakan sendiri, jauh lebih bagus dari yang ada di Markas maupun di perusahaan "
"Owalah, Cahaya jadi semakin penasaran dan juga semakin bangga memiliki suami yang multitalent seperti Hubby "
Zain tersenyum mendengar ucapan dari Cahaya.
"Anak-anak nya Bunda semoga dari kalian memiliki kemampuan seperti Ayah kalian ya, " Ucap Cahaya sambil mengelus puncak kepala kembar bergantian.
"aamiin, dan juga semoga kalian memiliki hati yang penuh kasih sayang seperti Bunda kalian ya " Ucap Zain
Cahaya tersebut mendengar penuturan dari Zain.
Kembali ke Brian the geng
Brian dan sahabat-sahabatnya sudah berada di depan Mension.
Brian dan sahabat-sahabatnya keluar dari mobilnya masing-masing bersamaan. Brian membawa ketiga sahabat nya untuk masuk ke dalam Mension.
Sesampai di ruang tamu, Ada Dimas serta Sarah dan Riki di sana.
Brian beserta ketiga sahabat nya duduk bersama dengan mereka.
__ADS_1
"Assalamualaikum kak" Ucap Brian
"Wa'alaikumussalam" Jawab Dimas
"Bagaimana Brian, mau mengerjakan tugas nya hari ini?" Tanya Riki
"Iya kak, dan mengerjakan nya di ruang rahasia milik kak Zain" Jelas Brian
"Sudah bilang ke kak Zain?" Tanya Riki
"Alhamdulillah sudah kak "
"Ya sudah jika seperti itu, tapi sebelum itu lebih baik kalian makan siang dulu setelah shalat Dzuhur baru mulai mengerjakan nya " Ucap Riki. Karena memang hari sudah siang dan sebentar lagi akan masuk waktu shalat Dzuhur.
"Baik kak"Jawab Brian
Setelah beberapa saat kemudian Brian bersama ketiga sahabat nya sudah berada di ruang makan, sedangkan Dimas dan Riki serta Sarah masih berada di ruang tamu.
"Rik, kamu sepertinya lagi senang banget. ada apa?" Tanya Dimas
"Hmm, ya Dim Aku lagi Senang soalnya perempuan yang ku cari informasi nya sudah Aku ketahui walaupun masih sedikit" Jelas Riki
"Gadis kelinci yang mu bilang itu?, "
"Iya siapa lagi"
"Siapa dia?"
"Dia adalah putri dari Ellison Dim" jawab Riki
"Wah wah, akan Sulit nantinya. Kamu tau kan jika keluarga Ellison itu terkenal sangat menjaga Putri nya itu" Ucap Dimas
"Iya Dim, Tapi tidak membuat ku takut, dan malahan semakin membuat ku ingin menaklukkan nya"
"Ya sudah semangat ya, "
"Terimakasih Dim"
"Sama-sama"
"Pasti mereka tau jika ada yang melacak gadis itu Rik"
"Pasti itu tapi untuk sementara tidak Aku tinggalkan jejak ku tapi Aku ingin mereka tau jika itu Aku Dim, Menurut mu bagaimana?"
"Begini aja, lebih baik jangan jika dari hak itu. lebih baik kamu deketin anak nya langsung, dan juga bukannya bulan depan ada proyek yang akan di negosiasikan di negara Inggris tempat keluarga Ellison berada?"
"Benar juga, tapi yang aku tidak habis pikir kenapa dia bisa ada di Indonesia saat itu" Ucap Riki
Sedangkan di luar mension, Zain dan Cahaya sudah berada di sana sambil mendorong troler kembar.
Zain bersama Cahaya masuk ke dalam mension dengan perlahan hingga Riki dan yang lainnya tidak menyadari kepulangan mereka.
"Karena memang putri nya di tinggal di Indonesia" Ucap Zain sambil tersenyum pada Riki
Riki dan yang lainnya melihat ke arah Zain.
"Maksudnya bos, Ica memang tinggal di Indonesia saat ini atau bagaimana?"
Sebelum menjawab, Zain duduk bersama dengan yang lainnya di ruang tamu tersebut terlebih dulu.
__ADS_1
"Mmmm ya, dia tinggal di Indonesia saat ini baru beberapa bulan ini di karenakan menghindari dari perjodohan orang tua nya" Jelas Zain
"Maksudnya?.......