
Di perusahaan Zain Group
"Kamu mau apa lagi?" Ucap Dimas dengan nada tegasnya
Steven dan Erik menatap Dimas dengan tersenyum, namun mereka sudah menyangka jika ini akan terjadi mengingat apa yang sudah dilakukan nya terhadap istri nya Dimas.
Zain yang tidak jauh dari Dimas dan yang lainnya berada langsung mendekat ke arah Dimas berada.
"Ada apa Dim?" Tanya Zain
"Bos"jawab Dimas sambil melihat ke arah Zain
Zain melihat ke arah Steven dan Erik berada, langsung mengerti kenapa Dimas langsung marah.
"Kamu tenang dulu Dim, kita tidak tau apa yang membuat mereka datang ke perusahaan ini, jika dia masih berani Macam-macam baru kita urus" Ucap Zain menenangkan Dimas
"Tapikan bos" Ucap Dimas terputus
"Sudahlah, kamu lihat banyak karyawan yang melihat itu"
Dimas akhirnya pasrah tetapi tetap saja dia masih membenci dua orang yang ada dihadapannya itu terutama Steven.
"Lebih baik kita bicarakan di ruangan ku" Ucap Zain
"Baik Bos, Ayo" Ucap Dimas sambil menyuruh Steven dan Erik mengikuti mereka
Setelah kepergian mereka, para karyawan semakin penasaran dengan sikap Bos nya barusan, yang sangat terlihat jika sang bos sangat membenci dua laki-laki asing itu.
Setelah beberapa saat kemudian mereka kini sudah berada di ruangan Zain
Zain duduk di kursi yang ada di ruang kerjanya, serta di ikuti Dimas, Steven dan Erik di sana.
"Apa tujuan sebenarnya kalian datang hari ini?" Tanya Zain
"Begini, Tuan Zain Saya sebenarnya hanya ingin meminta maaf terhadap Tuan Dimas setelah apa yang Saya lakukan. Tapi jujur Saya memang sangat mengagumi Sarah. Karena itu Saya datang ke Indonesia untuk bertemu dengan Tuan Dimas dan Tuan Zain untuk meminta maaf akan ketidak sopan Saya itu" Jelas Steven
"Karena kamu sudah menyadari kesalahan yang telah kamu lakukan, Saya sebagai kakak dari Dimas serta Sarah akan memaafkan mu. Dan akan menarik kembali virus di perusahaan mu " Ucap Zain
"Terimakasih Tuan Zain, Saya benar benar berterima kasih banyak atas kebaikan nya " Ucap Erik dan Steven mengangguk kepalanya pertanda menyetujui nya
Zain menatap ke arah Dimas untuk meminta pendapat.
"Bagaimana dengan mu Dim?" Tanya Zain
"Baiklah karena kamu benar menyesalinya, Aku akan maafkan mu tetapi jika kamu masih beraninya mengusik istri ku awas aja " Ucap Dimas
"Kamu tenang saja Dim, Aku sudah tidak ada maksud lain hanya ingin meminta maaf kepada kalian semua " Ucap Steven
"Ya sudah, karena permasalahan nya sudah selesai, dan sekarang tidak ada lagi dendam di antara kita jadi lebih baik kita saling berteman " Ucap Zain
__ADS_1
"Apa benar Tuan Zain memperkenankan Saya berteman dengan Anda?" Tanya Steven tak percaya
"Kenapa tidak " Ucap Zain tersenyum
Steven akhirnya mengerti jika orang-orang yang ada di hadapannya memang sangat baik, pantas saja mereka memiliki bidadari di sampingnya. Siapa lagi jika bukan istri Dimas dan Zain tersebut.
"Terimakasih banyak atas kebaikan nya Tuan, Dan mohon maaf sebelumnya kami mendadak datang ke perusahaan ini yang membuat Anda tidak nyaman" Ucap Erik
"Tidak apa-apa, yang penting sekarang permasalahan nya sudah selesai" Ucap Zain
Erik dan Steven tersenyum mengiyakan perkataan Zain.
"Kalian berapa lama di Indonesia?" Tanya Dimas
"Kami akan langsung pulang kembali karena masih menyelesaikan perusahaan" Ucap Steven
"Kamu tenang saja perusahaan mu sudah kembali stabil" Ucap Dimas
Erik dan Steven mendengar ucapan dari Dimas langsung memeriksa di handphone nya dan menyaksikan saham perusahaan nya kembali stabil.
Erik dan Steven lagi-lagi di buat kagum dengan apa yang terjadi pada nya dan perusahaan nya di tangan seorang pebisnis handal di depannya ini.
"Ya sudah sekarang kami masih ada meeting, kalian mau langsung ke hotel atau tunggu di ruang ini?" Tanya Zain
"Terimakasih Tuan, kami langsung ke hotel saja, karena sehabis dari bandara kami langsung ke sini jadi belum istirahat" Jawab Erik
"Baiklah jika seperti itu, jika kalian butuh sesuatu ataupun ada permasalahan yang butuh bantuan jangan sungkan. karena Sekarang kita adalah teman" Ucap Zain
"Sekarang panggil saja Zain, tidak usah ada kata tuannya"
"Baiklah Zain" Ucap Steven.
Setelah permasalahan selesai, Zain memutuskan untuk menjadikan Steven sebagai teman, karena Zain tau sifat asli dari seorang Steven tidaklah jahat hanya karena keinginan sesaat saja membuat nya salah langkah.
Steven dan Erik keluar dari perusahaan Zain Group menuju hotel untuk istirahat, sedangkan Dimas dan Zain menuju ruang meeting.
Sedangkan Riki sekarang berada di apartemen milik Ica bersama Gavin dan Gabriel juga tentunya.
"Ica, sekarang Saya tanya kembali tentang keputusan mu untuk menjadi mualaf. Jika memang kamu tidak yakin dan terpaksa lebih baik jangan" Ucap Riki
"Tidak Om, Ica yakin dengan keputusan Ica. Dari yang Ica lihat di sini terutama kak Cahaya itu sangat cantik dengan kerudung yang menutupi rambutnya. Jadi Ica sudah sangat yakin dengan keputusan ini" Jawab Ica
"Baiklah jika kamu sudah benar-benar yakin" Ucap Riki sambil tersenyum pada Ica.
Sedangkan di sekolah Sarah
Sarah sudah menyelesaikan pelajaran pertama nya. Kini Sarah dan Vivi sedang duduk di atap sekolah tersebut yang terdapat taman kecil.
"Oh ya Sar, sebentar lagi kan udah mau ujian kelulusan untuk kak Brian, kita kan ada libur seminggu tuh. Kamu mau liburan ke mana?" Tanya Vivi
__ADS_1
"Nggak tau juga Sarah, mungkin di mension aja. Chagi juga sibuk kerja " Jawab Sarah
"Oh ya Sar, Aku tuh penasaran tentang nikah muda, Bagaimana rasanya Sar nikah muda?"
"Gimana ya, itu tergantung kamu memilih menikah dengan orang yang tepat atau bukannya, karena setiap orang yang menjalaninya berbeda-beda, jika Sarah sih Alhmadulillah memilik suami yang sangat perhatian dan Sayang sama Sarah"
"Apa kalian sudah tidur bersama?"
"Iya tidur bersama lah tiap malam nya, kan Suami istri"
"Bukan itu yang Aku maksud Sar, hubungan Suami istri?"
"Oh itu, prihal itu tidak boleh di bicarakan Vi, karena di haramkan dalam Islam. Biarlah hanya Suami istri saja yang tau"
"Oh gitu, Aku sih rencananya mau liburan ke Korea bareng papa dan Mama" jelas Vivi
"Kamu sudah sering ke luar negeri ya Vi?"
"Sering sih, kamu juga bisa kok ajak aja Tuan Dimas"
"Gimana ya,Sarah tidak terlalu pandai bahasa Inggris. Kan repot jika keluar negeri nggak bisa bahasa Inggris"
"Lah ngak papa, kan ada Tuan Dimas yang bisa dan jagain kamu"
"Iya juga sih, ntar aja di bicarakan dengan Chagi"
"Oh ya, Kamu punya kakak cowok Sar?"
"Punya, Emang kenapa?"
"Ya bisa kali di kenali"
"Iya elah, kirain apa. Kakak Sarah itu di Amerika kuliah menetap bareng Abi dan Umi "
"Wahhh Abi dan Umi itu orang tua nya Tuan Dimas kan?"
"Iya, Alhmadulillah nya Kakak ku di kuliah kan oleh Bang Zain di sana. Sekaligus nemanin Abi dan Umi gitu"
"Luar biasa ya, baik banget mereka."
"Iya Alhamdulillah, Sarah juga awalnya tidak menyangka"
"Aku yakin Sar jika kita baik insyaallah akan di balas dengan kebaikan pula"
"Oh ya Vi, balik kelas yuk ntar telat"
"Ya Sar, keenakan cerita jadi lupa hehee"
"Ya sudah yok"
__ADS_1
Sarah dan Vivi memutuskan untuk kembali ke kelasnya karena sudah waktunya untuk ke kelas.