Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Malam Minggu


__ADS_3

Sesuai kesepakatan malam ini Sarah dan Dimas berniat untuk jalan jalan ke Malioboro.


Di ruang keluarga


Semuanya sedang berkumpul di ruang Keluarga


"Umi, Abi Dimas izin ke Malioboro ajak Sarah ya" Ucap Dimas di sela sela semua orang berfokus pada kembar.


"Iya, Tapi ingat pulang jangan malam malam jam 22:00 sudah berada di Mension" Ucap Anam


"Baik Bi, Oh ya ada yang ingin nitip sesuatu ngak?" Tanya Dimas


"Hmm nggak deh, ingat kak jaga Sarah ya" Cahaya berkata pada Dimas


"Tentu itu, ya sudah kami jalan ya"


"Hmmm" Deheman dari Zain .


Kini Dimas dan Sarah sudah berada di dalam mobil menuju Malioboro.


Setelah keberangkatan Dimas dan Sarah, Zain teringat sesuatu.


"Sayang, apa kamu ingat nggak dulu ketika kita berdua jalan ke Malioboro di ikuti dengan Aisyah?" Tanya Zain


"Ingatlah by, lucu ya by jalan jalan sama tunangan tapi tidak berdua melainkan bertiga" Ucap Cahaya sambil tersenyum.


"Iya sayang, dan juga kita bulan madu pun, Dimas dan Riki juga ikut, kapan kita bisa pergi hanya bedua ya Sayang" Ucap Zain


Nisa yang mendengar keluhan dari sang putra hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Besok besok aja by jika kembar sudah berusia 4-5 tahun kita berlibur bersama" Ucap Cahaya


"Masih lama dong sayang, "Ucap Zain sambil merenggut sambil memeluk Cahaya dengan manja. Zain tidak malu bersikap manja di depan keluarga nya.


"Umi, kok Cahaya sekarang bingung dengan sikap hubby. Apa memang dari dulu manja seperti ini?" Tanya Cahaya pada Nisa


"Iya begitulah Sayang, Laki laki dari keluarga Anam memang sangat manja jika bersama orang yang dicintai nya, Abi mu juga seperti itu saat hanya bersama Umi" Jelas Nisa


"Oh gitu ya Umi, Cahaya hanya merasa lucu saja jika para musuhnya Black Lion tau sikap king nya begini bagaimana ya" Ucap Cahaya menahan tawa.


"Sayang, hubby seperti ini hanya bersama mu Oke" Ucap Zain


"Iya hubby, Cahaya tau itu" Jawab Cahaya


Kembali ke Dimas dan Sarah


Di Mobil


"Abang setelah kita menikah apakah kita akan tinggal bersama di mension bang Zain?" Tanya Sarah


"Seperti nya begitu Sayang sampai kamu tamat SMA, dan usia kembar sudah 3 sampai 4 tahun, kenapa Sayang?" Tanya Dimas


"Tidak apa-apa Bang, Sarah hanya ingin tinggal di rumah kita sendiri dan membangun keluarga kecil kita nantinya"


"Abang juga memikirkan itu Sayang, tapi untuk saat ini kita tinggal di mension dulu tidak apa-apa kan Sayang?"


"Tidak apa-apa bang, Sarah juga kan ingin merawat kembar dan belajar banyak dari Ayuk supaya nantinya jika kita sudah memiliki Anak kan Sarah tidak takut lagi"


"Iya Sayang, Abang selalu mendukung apapun itu demi kebahagiaan dan kebaikan keluarga kita nantinya"


"Terimakasih bang"


"Sama sama"

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian akhirnya mobil yang di kendarai oleh Dimas sampai juga di parkiran Malioboro.


"Ayo sayang" Ucap Dimas setelah membuka pintu mobil untuk Sarah.


"Terimakasih Bang"


"Sama sama Sayang"


Sarah dan Dimas berjalan bersama, Sarah berjalan Memegang lengan baju baju Dimas, karena mereka belum menikah jadi tanpa ada kata pegangan tangan di antara mereka.


"Sayang kamu mau sesuatu?" Tanya Dimas


"Bang kita makan sate itu bagaimana?" Tanya Sarah menunjuk ibu penjual sate di pinggir jalan Malioboro.


"Tapi apakah bersih Sayang?" Tanya Dimas


"Bersih insyaallah Bang, dan juga enak tentunya"


"Ya sudah boleh deh" Jawab Dimas pasrah


"Terimakasih Bang"


"Sama sama Sayang"


Dimas dan Sarah akhirnya membeli sate ayam satu porsi saja dan makan berdua.



Di awalnya Dimas tidak ingin makan sate tersebut, apalagi di pinggir jalan yang tidak higenis menurut nya, namun karena Sarah menyuapinya Dimas dengan pasrah menerima suapan tersebut


"Bagaimana bang, enakkan" Ucap Sarah


"Hmm lumayan" Jawab Dimas


"Iya sayang,"


"Abang sering kesini?"


"Tidak Sayang, Abang itu jika di waktu libur Abang dan Riki begitupun dengan bos seringnya kami habiskan waktu di markas" Ucap Dimas


"Benarkah?"


"Benar dong sayang, Abang tidak pernah berbohong sama mu"


"Oke deh Sarah percaya, oh ya Bang Sarah mau tanya sesuatu tapi abang Jawab jujur ya"


"Tentu sayang"


"Abang dulu suka dengan Ayuk ya?"


"Hmm, kagum Sayang lebih tepatnya, Abang hanya kagum pertama kali melihat seorang gadis cantik yang tertidur di bandara Soekarno-Hatta Jakarta waktu itu" Jelas Dimas


"Oh gitu, "


"Iya sayang jadi jangan pernah ragukan cinta Abang ya"


"Tentu Bang, Sarah percaya Abang"


"Terimakasih Sayang, mau kemana lagi?"


"Hmm bang, Sarah ingin beli baju itu boleh?" Tanya sarah menunjukkan banyak baju yang tertata rapi di pinggir jalan Malioboro


"Boleh dong sayang, apapun keinginan mu bilang ke Abang"

__ADS_1


"Terimakasih Bang"


"Sama sama Sayang"


Setelah selesai makan sate, Dimas dan Sarah menuju lapak penjual pakaian.



Sarah mengabadikan momen di sekitar nya.


Kini Sarah dan Dimas sudah berada di depan penjual pakaian.


"Mari mbak mau yang mana pilih saja" Ucap penjual


"Iya Bu, Sarah mau yang ini dan ini Bu" Ucap Sarah sambil menunjuk dua pakaian yang di pilihnya.


"Ada lagi mbak?" Tanya penjual tersebut


"Ini saja Bu, berapa?" Tanya Sarah


"160 rb Mba, "


Dimas mengeluarkan uang 200 rb dan memberikan pada Sarah


"Ini sayang" Ucap Dimas


"Terimakasih Bang"


"Sama sama Sayang" Ucap Dimas


Sarah memberikan uang tersebut pada penjual pakaian tersebut.


"Ambil saja Bu kembaliannya" Ucap Sarah


"Terimakasih mba, itu Mas nya ya"


"Bukan Bu, tapi tunangan Saya" Ucap Dimas yang menjawab pertanyaan dari Sang penjual


"Oh maaf, Saya kira kakak adik" Ucap Ibu itu merasa bersalah


"Tidak apa-apa Bu, kami memang terpaut jauh tapi kami memang tunangan Bu dan bulan depan akan menikah" Jelas Sarah


"Oh gitu, selamat ya mbak, mas semoga langgeng menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah"


"Aamiin" Jawab Sarah


Setelah dari penjual pakaian tadi Dimas dan Sarah memutuskan untuk duduk di sebuah cafe di sebuah Mall di Malioboro, Sambil memandangi keramaian Malioboro malam itu.


"Sayang mau pesan apa?" Tanya Dimas


"Hmm es krim dan kentang goreng aja Bang"


"Baiklah Sayang nya Abang"


"Terimakasih Bang"


"Sama sama Sayang"


Dimas dan Sarah hanya duduk santai di cafe Sambil memandangi keramaian Malioboro malam itu.


Tepat pukul, 21:00, Sarah sudah merasa cukup ngantuk akhirnya Dimas dan Sarah memutuskan untuk langsung pulang ke mension, karena besok harus mempersiapkan segala sesuatu nya untuk keperluan pernikahan mereka.


Sesampai di mension, Kembar, juga Cahaya dan Zain sudah di kamar begitupun dengan yang lainnya termasuk Riki.

__ADS_1


__ADS_2