Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
H-1


__ADS_3

Kediaman Hasan sudah di siapkan Semua nya untuk hari esok.


Namun di rumah Subki, Dimas masih tidak di perbolehkan untuk kemanapun hanya di rumah saja. Sedangkan Sarah, di kamar nya saja.


Di Jogja


Riki tengah mondar-mandir untuk menyiapkan beberapa hal dan menyemput Pihak KUA yang sudah di bicarakan sebelumnya oleh Anam. Yang siap membantu memperlancar proses pernikahan Sarah dan Dimas tersebut.


Namun, di suatu tempat laki laki tampan beserta sang asisten tengah duduk sambil tersenyum devil melihat layar laptop nya.


"King, Apa yanh harus kita lakukan sekarang?" Tanya asisten nya tersebut


"Kita biarkan Saja mereka bahagia dulu, karena gadis Cantik itu hanya sementara bersama nya"


"King, apa Anda benar-benar akan merebut nona Sarah dari tuan Dimas?"


"Hmmm, Aku tidak merebut nya. Namun memang gadis cantik itu hanya milik ku"


"Baik King, kapan kita mulai beraksi?"


"Tunggu dia sudah di Jogja saja. oh ya untuk Black Lion sudah ada kabar nya?"


"Belum king, karena Black Lion sangat tertutup dan tidak akan mudah untuk bisa menembus keamanan mereka"


"Hmm, semakin menarik. Oh ya kamu suruh mereka ( Beberapa musuh black lion) untuk bergabung bersama kita menghancurkan Black Lion"


"Baik King"


Kembali ke Jogja


Riki sekarang sudah berada di Kantor Urusan Agama bersama Jack


"Assalamualaikum" Ucap Riki


"Wa'alaikumussalam, Tuan Riki. Mari masuk" jawab Ketua kantor urusan agama tersebut


"Baik pak"


Sesampai di dalam ruangan


"Begini pak, Saya datang kesini untuk menyemput bapak dan lainnya untuk berangkat ke Jambi. Karena acara pernikahan nya akan di adakan jam 8:00 besok pagi" ucap Riki


"Baiklah Tuan, karena beberapa berkas sudah kami siapkan juga. dan juga yang lainnya"


"Alhamdulillah jika seperti itu. Baiklah pak karena pesawat sudah menunggu kita di bandara"


"Mari Tuan"


Riki bersama dengan Jack dan di ikuti dua orang dari pihak KUA tersebut langsung bergegas ke bandara Yogyakarta internasional airport.


Kembali ke Jambi


Zain, Ilham dan yang lainnya sudah berada di rumah Subki untuk melihat bagaimana kabar Calon pengantin baru tersebut.


"Dim, bagaimana perasaan nya?" Tanya Zain

__ADS_1


"Gugub bos, oh ya Riki sudah mau berangkat ke Jambi. Dan seperti nya mereka tidak bertindak sekarang bos" Ucap Dimas


"Tidak usah di pikirkan hal itu Dim, sekarang lebih baik pikirkan bagaimana cara nya supaya besok pas ijab Kabul nya lancar"


"Iya bos"


"Oh ya Dim. Nanti malam kamu ajan di pakaikan inai. Jadi tidur nya jangan lasak ya" Ucap Zaki


"Bang, kok Dimas juga di pakaikan?" Tanya Dimas


"iya itu sudah adat istiadat, karena kamu nikahnya di desa makanya gitu. berbeda dengan Zain dan Cahaya kemarin yang nikahnya di Jogja" Jawab Zaki


"Oh gitu ya Bang, nanti para Mafioso melihat tangan ku penuh dengan inai bagaimana bos" Ucap Dimas melirik ke arah Zain


"Sudahlah mereka pasti mengerti." Ucap Zain


Sedangkan Zaki dan yang lainnya hanya tersenyum melihat tingkah Dimas yang tertunduk diam.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya mereka kembali ke rumah masing-masing. Zain kembali ke kediaman Hasan.


Di pesawat


Dua jam perjalanan akhirnya Riki dan yang lainnya sampai di bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi.


Kedatangan Riki bersama kedua orang dari pihak KUA sudah di sambut oleh para Mafioso untuk menjaga keamanan mereka.


"Selamat datang di Jambi kembali Bos" Ucap A


"Hmm, oh ya A. Nanti mampir di tempat bakso langganan dulu ya. karena kemarin pada makan bakso mereka. Untuk hari ini kita yang makan" Ucap Riki. karena ia tau bahwa kemarin pada makan bakso bersama di kediaman Hasan tanpa ada ia disana.


Riki dan yang lainnya akhirnya masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan untuk mereka.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka bergegas keluar dari area Bandara.


Di kediaman Hasan


Zain sudah kembali ke rumah dan masuk ke dalam kamar nya untuk menemui istrinya dan ketiga anaknya.


"Sayang, apa pernikahan di desa itu seperti ini?" Tanya Zain pada Cahaya


"Iya by, kenapa by?"


"Tidak apa-apa Sayang, hubby hanya terharu melihat kekompakan warga yang membantu mempersiapkan segala sesuatu nya. Baik makana untuk besok ataupun panggung resepsi nya"


"Oh ya by, apa hubby sudah makan?"


"Belum Sayang, hubby malah tidak ingat dengan makan. karena asik membantu yang lainnya"


"Baiklah by, Cahaya ambilkan makan untuk hubby dulu ya. atau mau makan di dapur?"


"Sayang hubby makan di kamar saja ya. karena di luar ramai"


"Baiklah hubby, Cahaya ke luar dulu ya"


"Iya sayang"

__ADS_1


Cahaya ke luar dari kamar menuju panggung lauk pauk yang khusus menyimpan banyak lauk pauk yang sudah dah tadi di masak bersama-sama


"Cahaya, kamu belum makan nak?" Tanya Ibu yang bertugas menjadi panggung lauk di acara pernikahan Sarah dan Dimas itu


"kak Zain Bu belum makan, karena sibuk jadi nggak ingat makan. Makanya Cahaya ambilkan makan sekarang Bu"


"Owalah nak, ya sudah Suami mu mau makan dengan lauk apa?"


"Rendang daging, sama semur dan sambal kentang ati aja Bu"


"Baiklah nak, ambillah. Kasihan Suami mu sampai belum makan"


"Iya Bu"


Setelah beberapa saat memilih lauk untuk Zain. Cahaya akhirnya kembali ke kamar nya dengan nampan di tangannya.


"Assalamualaikum by, " Ucap Cahaya sebelum masuk kamar nya


"Wa'alaikumussalam Sayang" Jawab Zain dari dalam kamar


Cahaya masuk ke dalam kamar


"Hubby, ini makanan nya" Ucap Cahaya sambil tersenyum


"Terimakasih sayang, oh ya Sayang ini banyak banget"


"Sengaja by, biar hubby makan nya berdua sama Cahaya"


"Romantis banget kamu sayang, makin cinta"


Cahaya hanya tersenyum. Akhirnya mereka berdua makan bersama dengan satu piring.


Sedangkan di kamar Sarah.


Sarah tengah telponan dengan Dimas


"Sayang, Rindu" Ucap Dimas


"Bang, kan besok ketemu"


"Iya Sayang, tapi abang rindu dan sudah tidak sabar menunggu esok"


"Sabar bang, oh ya bang. Bang Riki sudah sampai di Jambi ya?"


"Seperti nya sudah Sayang, karena dua jam yang lalu berangkat dari Jogja nya"


"Oh gitu. Oh ya Bang setelah menikah besok apa langsung berangkat ke Jogja kita?"


"Tidak Sayang, kata bang Subki kita harus keliling ke rumah saudara dulu untuk silahturahmi pertama sebagai suami istri gitu"


"Iya Bang, biasa emang seperti itu di sini jika baru menikah maka harus silaturrahmi dengan sanak saudara"


"Ya sudah Sayang, sudah sore juga. Assalamualaikum Calon istri"


"Wa'alaikumussalam Calon Suami"

__ADS_1


Dimas tersenyum melihat ke arah handphone nya yang tertera gambar Sarah yang sedang tersenyum.


__ADS_2