
Di perusahaan Zain Group
Setelah selesai shalat Dzuhur, Zain dan Riki serta Dimas kembali ke ruang kerja mereka masing-masing.
Sedangkan di sebuah restoran mewah, Tiara dan kedua kakaknya baru saja menyelesaikan makan mereka.
"Kak, apa papa tau jika Ica di Indonesia?" Tanya Tiara pada Gavin
"Sebenarnya papa yang ingin menjemput mu langsung, tapi kami cegah. Jika itu terjadi mungkin kamu akan di kurung di mension" Jawab Gavin
"Apa benar begitu kak Gab?" Tanya Tiara lagi pada Gabriel
"Hmm, jadi beruntung kamu ada kami jika tidak bagaimana" Ucap Gabriel
"Iya kak, Ica merasa beruntung memiliki kakak-kakak seperti kalian, sudah tampan, baik lagi tapi sayangnya masih jomblo... hehehe"
"Sebenarnya banyak yang mendekati kami Ca, hanya saja mereka hanya menyukai materi dari keluarga kita saja, kakak belum menemukan perempuan yang tulus saja" Tambah Gavin
"Bener apa yang Gavin ucapkan itu, lebih baik sekarang kita kembali ke apartemen mu dan memikirkan bagaimana cara nya kamu bisa keluar dari perjodohan menjijikkan ini" Ujar Gabriel
"Iya kak, Ica sudah tidak tahan dengan sifat dari laki-laki itu. Ingin rasanya membunuhnya supaya terbebas dari perjodohan ini"
"Udah jangan pernah berpikiran sempit seperti itu, Yok pulang. kami juga ada janji nanti" Ujar Gavin
"Oke deh" Akhirnya Tiara pasrah.
Kini mereka bertiga keluar dari restoran tersebut dan memasuki mobil menuju apartemen milik Tiara.
Sedangkan di Mension mewah Zain
Di kamar Sarah sedang sibuk menyelesaikan beberapa tugas sekolah nya.
Sedangkan Cahaya sedang di kamarnya bersama kembar yang tidur di boks mereka dengan tenang. Cahaya menyiapkan beberapa persyaratan untuk KKN nya yang akan di adakan bulan depan, dan Minggu depan waktu untuk survey lokasi yang mana Cahaya harus hadir.
Berbeda dengan di sebuah perusahaan terkenal dan terkemuka di negara Prancis, Stevan tengah sibuk untuk menyelesaikan perkara yang membuat perusahaan nya menurun drastis yang mana hampir bangkrut. Tetapi tidak membuat seorang Steven kalah, karena
ia masih memiliki pekerjaan di dunia bawah yang bisa membantunya untuk menstabilkan kembali perusahaan nya.
Dalam ruang kerjanya
"Bagaimana Erik, apa sudah bisa memperbaiki sistem keamanan perusahaan?" Tanya Steven pada Erik sang asisten sekaligus kaki tangan nya di dunia bawah
"Sudah kembali aman bos, hanya saja beberapa persen saham milik perusahaan sudah berpindah tangan dan itu tidak di ketahui milik siapa" jelas Erik
__ADS_1
"Kenapa bisa seperti itu, bukannya kita tidak pernah menjual saham perusahaan pada siapapun" Tutur Steven
"Benar bos, tetapi dari yang kami lihat seperti nya Tuan Dimas yang merencanakan ini dan kemungkinan juga saham yang hilang juga di pegang oleh mereka"
"Hmm, semakin menarik. Biarkan lah saham tersebut. hitung-hitung bayaran untuk bisa mendapatkan gadis manis itu" Ucap Steven dengan tersenyum licik
"Tapi Bos, menurut saya lebih baik bos tidak kembali menyinggung Tuan Dimas dengan cara mendekati istrinya. Karena dari hasil informasi yang Saya terima di belakang Tuan Dimas ada orang yang sangat kuat mendukung nya"
"Apa kamu tidak percaya lagi dengan kemampuan ku Erik?" Tanya Steven dengan tatapan tajam pada asisten nya itu
"Bukan seperti itu Bos, hanya saja lebih baik menghindari masalah dari pada menyelesaikan nya "
"Sudah lah Rik, Aku tau apa yang kamu katakan. Hanya saja Aku tidak bisa melupakan gadis manis itu "
"Bagaimana jika Bos mencari perempuan asli Indonesia juga. Mana Taukan ada yang sesuai seperti nona Sarah " Usul Erik
"Bagaimana cara nya?"
"Menurut ku Bos lebih baik jika kita bisa berteman baik dengan Tuan Dimas, Tuan Zain dan juga Tuan Riki mungkin dengan itu bos bisa melupakan nona Sarah. Karena jika kita bos berteman baik dengan mereka otomatis perusahaan juga akan semakin terkenal di dunia bisnis. Dan mungkin bisa minta tolong sama Tuan Dimas atau yang lainnya untuk mencari Bos istri yang baik seperti nona Sarah. Bagaimana Bos?"
"Hmm, bagus juga sih.. tapi bagaimana caranya bisa berteman dengan mereka. Kamu tau sendiri mereka sudah membenci ku "
"Bos tenang saja, jika Bos benar-benar tulus ingin berteman baik dan berjanji tidak akan menggangu nona Sarah lagi pasti Tuan Dimas dan yang lainnya akan menerima Bos dengan baik "
"Siap Bos "
Kembali ke Indonesia
Hari sudah sore dan waktu shalat Asar sudah masuk, Zain keluar dari ruang kerja nya dan menuju lantas 4 untuk shalat Asar di sana. Sedangkan Dimas dan Riki juga sudah di mushallah ternyata.
Sesampai nya Zain di mushallah dan sudah berwudhu, Dimas dan Riki mendekati Zain untuk shalat Asar berjamaah.
Setelah beberapa menit kemudian, Akhirnya Zain, Dimas dan Riki selesai melaksanakan shalat Asar berjamaah.
"Bos, kita berangkat ke hotel nya bareng aja satu mobil gimana?" usul Dimas
"Mobil masing-masing saja, biar nanti setelah dari itu bisa langsung pulang dan juga nanti Aku mau ke markas untuk cek hasil penelitian yang baru" Jawab Zain
"Oh gitu, Oke deh Bos. Aku juga ingin membelikan sesuatu untuk Sarah setelah pulang" Ujar Dimas
"Hmm" Jawab Zain
Sedangkan Riki hanya menyimak percakapan antara Dimas dan Zain.
__ADS_1
Setelah itu, mereka langsung kembali ke ruang kerja mereka sebelum berangkat ke hotel tempat mereka bertemu dengan Gavin dan Gabriel nantinya.
Setelah beberapa saat kemudian, kini mereka sudah di perjalanan ke hotel dengan mengendarai mobil masing-masing.
Sedangkan di sebuah hotel mewah, Gavin dan Gabriel baru saja sampai di sana.
"Vin, beneran ini hotelnya?" Tanya Gabriel pada saudaranya itu
"Iya, tadi Zain ngabarin nya disini, kita tunggu aja " Jawab Gabriel
"Oh "
Kedatangan Gabriel dan Gavin sudah di sambut oleh pihak hotel.
"Maaf Tuan -tuan, Saya manager hotel yang di tugas untuk menyambut kedatangan tuan-tuan. Mari Mr Gavin dan Mr Gabriel. Tuan Zain sudah menyiapkan ruangan untuk Anda. Mari Tuan-tuan" Ucap manager hotel tersebut
"Baik" Jawab Gavin
Gavin dan Gabriel mengikuti manager hotel ke sebuah ruangan yang cukup besar dan mewah.
"Silahkan Tuan-tuan" Ucap manager hotel tersebut mempersilahkan Gavin dan Gabriel untuk menunggu di ruangan tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian, Datanglah beberapa pramusaji hotel membawa beberapa makanan untuk Gabriel dan Gavin.
"Silahkan Tuan di nikmati, jika Tuan-tuan butuh sesuatu panggil saja Saya" Ucap manager hotel
"Hmmm" Jawab Gabriel.
Setelah itu manager hotel langsung meninggalkan ruangan tersebut. Sedangkan di luar hotel, Zain Dimas dan Riki baru saja sampai dan mereka langsung menuju ruangan yang sudah di siapkan untuk mereka.
Setelah beberapa saat kemudian, Zain Dimas dan Riki tiba di depan pintu ruangan dan mereka langsung membukanya.
"Hallo brothers, apa kabarnya" Ucap Zain pada Gavin dan Gabriel
"Wah, Zain kamu semakin tampan dan mapan saja " Ucap Gavin
"Siapa yang tidak mapan Seorang Tuan Zain Khairul Anam yang mana pembisnis no 1 " Tambah Gabriel dengan senyuman
"Hehehe, biasa aja bro. Oh ya maaf ya kami telat. Apa sudah lama menunggu nya?" Ucap Zain
"Santai saja Bro, baru juga sampai" Jawab Gabriel
"Bagus lah jika seperti itu. Ayo duduk " Ucap Zain mempersilahkan
__ADS_1
Mereka akhirnya duduk bersama.