
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Dimas dengan lembut membangunkan Sarah dari tidur nya.
"Sayang bangun ya. Sudah mau Maqrib" Ucap Dimas Sambil mengelus kepala Sarah
"Hmm, Chagi sudah mandi ya?"
"Iya sudah, kamu mandi gih. Sebentar lagi sudah mau adzan maqrib"
"Maaf ya chagi, Sarah tadi ketiduran tidak menyiapkan baju ganti nya"
"Tidak apa-apa Sayang, ya sudah. Abang keluar dulu ya gabung dengan yang lainnya"
"Iya"
Selesai berkata seperti itu, Dimas keluar dari kamar meninggalkan Sarah yang sudah beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Di depan TV, semua keluarga lagi berkumpul. dan pelaminan pun juga sudah di bereskan oleh pihak Wo nya sendiri
"Sarah mana Dim?" Tanya Nisa
"Baru bangun tidur Mi, tadi dia ketiduran" Jawab Dimas dengan tersenyum
"Kirain kamu dalam kamar sudah tidak sabar Dim" Ucap Riki
"Nggak gitu juga kali Rik, Sarah kelelahan seharian duduk di pelaminan dan menyambut kedatangan tamu undangan" Jawab Dimas
"Sudah-sudah jangan pada ribut. Sarah dan Dimas juga sudah menikah, tidak salah jika mereka melakukan nya. Lah kamu Rik gimana?" Ucap Zain
Mendengar ucapan dari Zain membuat semuanya melihat ke arah Riki Sambil menahan tawa.
"Sudah-sudah jangan memojokkan Riki lagi" Nisa
Akhirnya mereka diam mendengar penuturan dari Nisa.
Sedangkan di dalam kamar
Sarah baru saja selesai mandi dan kini duduk di meja riasnya
"Ya Allah Sarah sudah menjadi istri sekarang, jadikanlah Sarah istri yang shalihah "Ucap Sarah dalam hati.
Sedangkan di luar
"Ya sudah Dim, Umi dan yang lainnya sudah harus kembali ke rumah Subki. sudah mau maqrib" Ucap Nisa
"Ya Umi" Jawab Dimas tersenyum
Nisa, Anam dan yang lainnya kembali ke rumah Subki, meninggalkan kediaman Hasan.
Tinggallah Zain dan Dimas yang duduk di ruang TV tersebut.
"Bos, kembar mana?" Tanya Dimas
"Ada di kamar dengan Bunda nya"
"Oh gitu, ".
"Hmmm, ya Dim. Aku ke kamar dulu liat anak-anak dan istri dan siap siap ke masjid juga"
"Iya Bos"
__ADS_1
Zain meninggalkan Dimas di ruang tv, dan Dimas pun juga kembali ke kamar nya
"Sayang, rambut mu sangat indah" Ucap Dimas ketika melihat rambut Sarah yang panjang terurai karena basah
"Chagi, " Ucap Sarah terkejut, dan langsung mengambil handuk karena malu
"Sayang jangan di tutupi lagi. Karena mulai dari pagi tadi setelah ijab Kabul kamu sudah sah bagi Abang"
"Iya tapi Sarah masih malu"
"Abang mengerti Sayang, ya sudah Abang siap berangkat ke masjid dulu ya"
"Iya"
Dimas tersenyum melihat tingkah Sarah yang bersembunyi di balik handuk. Namun Dimas sangat mengerti akan apa yang di rasakan oleh istri kecilnya itu.
Setelah beberapa saat kemudian Dimas dan Zain, serta Hasan dan Ilham sudah berangkat ke masjid bersama.
setelah kepergian Dimas ke masjid, Sarah langsung keluar dari balik handuk.
"Malu nya" Ucap Sarah.
********
Setelah shalat Maqrib, Sarah ke dapur untuk membantu menyiapkan makan malam
Di dapur sudah ada Cahaya dan Zainab
"Yuk, kembar tidak apa-apa di tinggal di kamar?" Tanya Sarah
"Tidak apa-apa, mereka di dalam boks bayi. dan juga mereka anak-anak yang pintar"
"Oh ya yuk, Sarah malu banget tadi Chagi ngelihat Sarah nggak pakek jilbab" Ucap Sarah
"Bang Dimas" Jawab Sarah dengan enteng
"Owalah, jadi sekarang panggilan nya berubah." Ejek Cahaya
"ih Ayuk, Malu tau"
"Oke oke, Ya tidak apa-apa kan kalian sudah menikah. Apapun yang ada pada mu itu halal bagi kak Dimas begitupun sebaliknya. Jadi kenapa harus malu" Jelas Cahaya.
"Ya yuk"
"Sudah sudah, lebih baik cepat siapkan makanan nya. karena Ayah dan lainnya bentar lagi pulang dari masjid" Ujar Zainab
"Baik Bu" Jawab Cahaya dan Sarah kompak
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya semua hidangan selesai tertata di meja makan. Cahaya kembali ke kamar melihat kembar, sedangkan Sarah pun juga kembali ke kamar nya.
"Assalamualaikum" Ucap Hasan
"Wa'alaikumussalam" Jawab Zainab dan membukakan pintu
"Anak-anak pada mana Bu?" Tanya Hasan
"Di kamar Yah, setelah menata makanan"
"Oh gitu, "
__ADS_1
"Iya yah"
"Bu, Ayah Dimas ke kamar dulu mau ganti sarung" Ucap Dimas
"Iya Dim, setelah itu langsung ajak sarah makan ya " jawab Hasan
"Baik Yah"
Dimas menuju kamar, begitupun dengan Zain.
Kini mereka semua sudah duduk di kursi makan.
Sarah menyiapkan makanan untuk Dimas, begitupun dengan Cahaya menyiapkan makanan untuk Zain.
Setelah selesai makan, mereka semua duduk di ruang TV
"Aisyah sudah mau tamat SD, mau sekolah di mana?" Tanya Zain
"Pondok pesantren tempat Ayuk dulu bang" Jawab Aisyah mantap
"Baguslah jika seperti itu. Kapan mulai mondoknya?"
"Bulan depan bang insyaallah"
"Alhamdulillah, untuk biaya pesantren nya biar Abang yang bayarin serta uang bulanan nya" Ucap Zain
"Tidak usah nak, biar Ayah saja yang bayarin biaya pesantren Aisyah" Ucap Hasan
"Tidak apa-apa Yah, Aisyah juga adiknya Zain. Sudah kewajiban Zain untuk membiayai sekolah adik-adik Zain"
"Terimakasih banyak nak, " Ucap Hasan
"Sama sama Yah"
Setelah beberapa saat kemudian mereka kini sudah berada di kamar masing-masing setelah masuknya waktu shalat isya.
Di kamar Sarah
Untuk pertama kalinya Dimas dan Sarah shalat isya berjamaah. Ada rasa bahagia tersendiri ketika shalat berjamaah bersama dengan orang yang kita cintai dan halal bagi kita. itulah yang di rasakan Dimas dan Sarah saat ini.
Dimas mencium puncak kepala Sarah dengan Sayang, serta membacakan doa supaya keluarga mereka di berikan keberkahan menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah.
Setelah selesai shalat, karena memang sudah malam. Sarah dan Dimas juga lelah seharian berdiri di pelaminan, Dimas dan Sarah langsung berniat tidur tanpa ada yang lainnya.
"Sayang, kamu buka jilbab nya ya jika tidur." Ucap Dimas lembut
mendengar penuturan dari Dimas, Sarah langsung membukakan jilbab nya. terlihat lah rambut panjang Sarah.
"Terimakasih ya sayang sudah mau menerima Abang" Ucap Dimas
"Sama sama Chagi, Sarah juga mohon bimbingannya nya. jika Sarah ada salah nantinya mohon chagi tegur, karena Sarah masih kekanak-kanakan"
"Iya sayang, mulai sekarang dan seterusnya kita saling terbuka ya sati sama lain nya"
"Iya Chagi"
"Ya sudah Sayang tidurlah kamu pasti lelah"
"Iya"
__ADS_1
Setelah beberapa saat kemudian Sarah benar-benar terlelap tidur. Dimas melihat nya hanya tersenyum dan merangkul Sarah dalam pelukan nya. Walaupun sebenarnya Dimas bersusah payah menahan hasrat nya bersentuhan dengan Wanita yang baru saja menjadi istri nya itu.
Setelah kurang dari 30 menit akhirnya Dimas juga tertidur sambil memeluk Sarah .