
Di kediaman Hasan
Sebelum shalat Dzuhur Sarah sudah kembali di dandani oleh MUA.
"Sar, nanti setelah adzan Dzuhur berkumandang kamu langsung shalat Dzuhur ya, karena setelah itu pihak laki-laki sudah akan arak-arakan" Ucap Kinan pada Adik iparnya
"Iya Sak, oh ya Yuk Cahaya dan kembar di mana?" Tanya Sarah
"Oh itu Cahaya lagi di luar bersama dengan yang lainnya"
"Oh gitu, oh ya Sak. Sarah boleh makan dulu?"
"Kamu belum makan siang?"
"Belum Sak, soalnya tadi tidak kepengen"
"Ya sudah, kamu tunggu di sini dulu, biar sak ambilkan makan nya"
"Baik Sak"
Kinan keluar dari kamar Sarah menuju dapur untuk mengambil makanan untuk Sarah
Sesampai di dapur
"Kinan, kamu belum makan?" Tanya Makte (Adik Hasan)
"Alhamdulillah sudah Makte, hanya saja Sarah yang belum makan"
"Ya Allah kok bisa belum makan. ya sudah buruan suruh makan ntar di pelaminan malah pingsan lagi"
"Iya Makte,"
Kinan kembali ke kamar Sarah dengan makanan di tangan nya
Sedangkan di kediaman Subki
__ADS_1
"Bro, nanti kamu menggunakan pakaian adat Jambi ya?" Tanya Riki pada Dimas
"Ya gitu katanya, oh ya Rik. Umi dan yang lainnya mana?"
"Ada di depan, lagi berbincang dengan keluarga besar Ayah Hasan"
"Oh gitu."
"Oh ya Dim, kamu sudah tidak gugup lagi?"
"Alhamdulillah sudah tidak lagi. Malah sudah lega rasanya. Apalagi ketika mendengar penuturan dari para saksi pernikahan tadi pagi, Itu tidak akan pernah terlupakan " Dimas Sambil tersenyum bahagia
"Kamu bikin orang iri aja Dim"
"Lah, kamu juga ada Ana, Salsa. Malah tidak ada yang kamu pilih,. Salah sendiri"
"Ya tidak juga gitu Dim. Emang belum jodohnya mungkin"
"Ya ya deh terserah kamu saja".
Setelah shalat Dzuhur
Dimas juga sudah selesai menggunakan pakaian yang di siapkan untuk nya. Yang bernuansa warna merah
Di luar kediaman Subki, Sudah ramai oleh para tamu dan warga yang ingin mendampingi arakan pengantin serta beberapa orang yang bertugas sebagai penabuh rebana.
Nisa dan Kinan masuk ke dalam kamar Dimas berada
"Dim, sudah siap belum?" Tanya Nisa
"Alhamdulillah sudah Mi"
"Alhamdulillah jika seperti itu, Ayo keluar karena arakan pengantin sudah pada siap hanya menunggu saja lagi"
"Baik Mi"
__ADS_1
Dimas keluar kamar di dampingi Riki dan Zain
"Alhamdulillah karena pengantin laki-laki nya sudah siap, mari kita mulai arak-arakan nya" Ucap Seorang sesepuh di desa tersebut
"Baik Tuan" Jawab Anam dengan ramah
Arakan pengantin dari kediaman Subki menuju kediaman Hasan tidak terlalu jauh.
Dimas yang di dampingi oleh Anam dan Nisa Serta ada dua saudara nya di tambah Adik perempuan nya membuat Dimas sangat terharu bahagia.
Para Mafioso yang bertugas sebagai keamanan di acara tersebut dengan pakaian serba hitam. Walaupun sebenarnya para warga masyarakat desa sedikit takut, namun mereka akhirnya tau jika keluarga besar Anam bukanlah keluarga sembarang. Yang mana keamanan mereka sangat di perhatikan.
"Dim, kamu bersyukur bisa merasakan kehangatan seperti ini" Ucap Zain Sambil berjalan di samping Dimas yang menyaksikan arakan pengantin di iringi dengan tabuhan rabana serta lantunan shalawat.
"Benar Bos, Aku sangat bersyukur"
Anam dan Nisa yang mendengar pembicaraan antara Dimas dan Zain hanya tersenyum senang. karena mereka juga merasakan hal yang sama seperti yang mereka rasakan.
Sedangkan Riki dia hanya fokus dengan beberapa orang yang sedang mengiringi arakan pengantin tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya arakan pengantin memasuki halaman kediaman Hasan.
Kedatangan mereka di sambut dengan tabuhan rebana Serta shalawat.
Setelah selesai shalawat, Mc langsung membuka acara resepsi tersebut. Namun sebelum pengantin laki-laki menjemput pengantin perempuan di dalam rumah, Dimas di ambil alih oleh ibu dari pihak perempuan terlebih dulu sambil Dimas di tarik ke dalam rumah oleh Zainab dengan kain sarung, serta Ada sesepuh keluarga yang menyirami Dimas dengan beras kuning dan beberapa uang recehan.
Dimas sangat terkejut serta bahagia ketika pertama mendapatkan kejutan beras kuning yang di lemparkan pada nya.
Setelah acara penyiraman beras kuning, Dimas sekarang sudah berada di depan pintu kamar Sarah. Tapi sebelum itu Dimas harus memberi bayaran (Biasanya berupa perhiasan) supaya bisa masuk ke dalam kamar pengantin tersebut . Beruntung nya Dimas sudah di beri tau oleh Subki sebelum nya akan ada di mana hal ini akan terjadi, Dimas sudah menyiapkan sebuah kalung berlian untuk di serahkan pada Sarah sebelum masuk ke dalam kamar pengantin.
"Assalamualaikum" Ucap Dimas sebelum masuk ke dalam kamar
"Wa'alaikumussalam, masuk" Jawab dari dalam kamar.
Cekrekk.....
__ADS_1