Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Pulang


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu pun datang, kini Dimas dan Sarah sudah bersiap untuk berpamitan dengan keluarga. Para Mafioso juga sudah standby di depan kediaman Hasan.


"Ayah, Ibu Sarah pamit ya" Ucap Sarah pada kedua orang tua nya


"Iya nak kalian hati-hati dan ingat ya nak, karena kamu sudah menjadi istri taatilah perintah Suami mu selama itu baik dan ingat jika nanti kamu sudah mulai kembali sekolah jaga batasan mu karena kamu bukanlah perempuan lajang lagi ya" Nasehat Hasan pada putrinya itu


"Baik Yah, Sarah akan mengingat nya"


"Bagus jika seperti itu, Nak Dimas Ayah dan Ibu titipkan Sarah Bimbing dia, jika ia salah ingatkan dengan cara yang lembut. Ayah dan ibu percaya jika kamu benar-benar mencintai anak kami dan mohon selalu menjaga nya karena walaupun anak kami itu tidak peminin seperti perempuan biasanya tapi kamu harus tau jika itu adalah daya tarik tersendiri dari nya"


"Baik Yah, Dimas juga tidak akan membiarkan orang lain memikirkan untuk memiliki perempuan yang sudah menjadi istri kecil ku ini" Ucap Dimas


"Alhamdulillah jika seperti itu. Ya sudah berangkat lah, nanti malah kesiangan"


"Baik Yah, Ibu Dimas dan Sarah pamit" Ucap Dimas


"Iya nak" Jawab Hasan dan Zainab bersamaan


Setelah berpamitan dengan kedua orang tua, kini Dimas dan Sarah mendekati Abang-abang nya.


"Bang, Kami pamit ya, dan untuk pusat perbelanjaan nya akan di bantu oleh anak buah nantinya, bulan depan insyaallah pusat perbelanjaan tersebut bisa di resmikan dan insyaallah juga salah satu dari kami bertiga akan hadir " Jelas Dimas


"Iya Dim, kalian hati-hati. Baguslah jika ada yang membantu kami karena kami belum terlalu tau Cara berbisnis di bidang ini"


"Abang semuanya tenang saja karena isi dari pusat perbelanjaan tersebut ajan di sediakan oleh pihak kami dan nanti akan di bicarakan lagi kedepannya bagaimana kerjasama nya yang penting sekarang warga yang kurang mampu bisa sedikit terbantu dengan adanya pekerjaan yang di sediakan di pusat perbelanjaan tersebut"


"Iya Dim, Alhamdulillah " Jawab Zaki


"Baiklah Abang-abang semuanya kami pamit"


"Baiklah hati-hati, dan ingat jaga lah adik kami itu dengan Sayang"


"Tentu itu Bang" Jawab Dimas sebelum berjalan menjauh dari kediaman Hasan tersebut bersama Sarah di samping nya di ikuti oleh para Mafioso.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian setelah menyebrang, kini Sarah dan Dimas sudah berada di dalam mobil menuju ke Bandara


Di dalam mobil


Sarah hanya menunduk kepala nya tanpa ada mengeluarkan suara apapun. Hal itu tidak luput dari pandangan Dimas yang sedari tadi memerhatikan Sarah yang membuat Dimas sedikit khawatir.


"Sayang, kamu kenapa hm?" Tanya Dimas pelan


Sarah belum juga merespon pertanyaan dari Dimas, tetapi Dimas tidak menyerah untuk membuat Sarah berbicara.


Akhirnya Dimas berinisiatif untuk memeluk Sarah sambil berkata


"Sayang, Abang tau jika berpisah dengan orang tua itu sangat lah berat tapi hal ini memang akan terjadi jika seorang anak perempuan yang telah menikah ikut bersama dengan suaminya berada, tetapi Sayang kamu yakin lah bahwa Abang tidak akan pernah memisahkan kalian, karena orang tua mu juga orang tua Abang sekarang. Ayah Ibu, pasti bersedih jika mereka tau anak perempuan mereka yang telah menikah tetapi ingin selalu di samping mereka tanpa ada Suami di samping nya. sebaliknya jika sekarang mereka pasti merasa bahagia karena tugas mereka sekarang sudah ada Abang yang menggantikan mereka walaupun tidak sama seperti apa yang mereka lakukan terhadap mu, tetapi Abang janji akan senantiasa membahagiakanmu, menjagamu dan menyayangi mu" Ucap Dimas lembut


Mendengar penuturan Dimas panjang lebar, Sarah akhirnya sadar bahwa tidak ada gunanya bersedih karena pergi bersama dengan suami dan meninggalkan orang tua, nyata nya mereka juga bisa saling berkomunikasi dan bertemu nantinya.


"Maaf ya Chagi, atas sikap Sarah barusan" Ucap Sarah


"Hehehe, nggak kok Sarah tidak murung lagi" Ucap Sarah dengan cepat


"Nah gitu dong"


Setelah beberapa percakapan tadi, kini tidak ada lagi pembicaraan di sana hingga mereka sampai di bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi.


Dimas bergandengan tangan dengan Sarah berjalan menuju pesawat berada setelah turun dari mobil, sedangkan barang bawaan Dimas dan Sarah sudah di bawa oleh para Mafioso yang mengikuti mereka.


Sesampai di dalam pesawat.


Dimas menyuruh Sarah untuk duduk di kursi terlebih dulu, karena Dimas harus menyampaikan sesuatu pada para Mafioso yang bertugas di Jambi.


"Sayang, kamu tunggu di sini dulu ya, Abang mau berbicara dengan para Mafioso sebentar"


"Iya Chagi"

__ADS_1


Dimas turun dari pesawat dan berjalan menuju arah Mafioso berada.


"A,B,C pesan dari king, kalian bertiga selain bertugas untuk menjaga keamanan keluarga di sini kalian harus membantu bang Subki dan lainnya prihal pusat perbelanjaan, dan untuk Mafioso yang ada di pembangunan asrama mahasiswa itu untuk berkumpul dan kembali ke Markas sebagian, dan ingat kalian bertiga harus memilih antara mereka yang bisa tinggal di Jambi dan membantu kalian dalam bertindak" Jelas Dimas


"Baik bos," Ucap A,B, dan C bersamaan


"Bagus, ya sudah kami juga sudah akan take-off jadi setelah kamu lepas landas kalian sudah harus meninggalkan bandara"


"Baik bos"


Setelah mengatakan hal tersebut Dimas kembali menaiki tangga pesawat. Dan berjalan menuju kursi di mana Sarah berada.


Setelah beberapa saat kemudian Dimas sudah duduk di kursi samping Sarah.


"Bagaimana Sayang sudah siap berangkat?"


"Sudah chagi"


"Baiklah karena kamu sudah siap, sebentar lagi kita akan take-off"


Akhirnya pesawat benar-benar lepas landas, dan para Mafioso meninggalkan bandara.


Di pesawat, Sarah hanya menonton film yang ada di tv depan nya, sedangkan Dimas sedang memeriksa beberapa email masuk di laptop nya.


Dimas akhirnya tau ternyata besok pagi, ada dinas ke japan Zain dan Riki yang mana pekerjaan tersebut harus Zain yang datang di karena kan itu proyek besar.


Tetapi yang Dimas tau jika pemilik dari Perusahaan di Japan tersebut sangat memuja seorang Zain, hal itu membuat Dimas merasa cemas, walaupun Dimas yakin bahwa Bos bisa menjaga dirinya dari rayuan perempuan manapun tetapi tetap saja harus selalu waspada.


Setelah memikirkan hal itu, Akhirnya Dimas mengirimkan pesan pada Mafioso yang ada di Japan untuk mengawasi perempuan tersebut


Setelah menbaca beberapa email, Dimas menyimpan laptopnya kembali dan kini ia fokus melihat ke arah Sarah yang sedang asik nonton film kesukaan nya itu.


"Tidak menyangka sekarang sudah ada perempuan cantin di samping ku dan itu istri kecilku yang merupakan adik dari Kakak ipar ku" Ucap Dimas dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2