
Tailand
Malam harinya, Riki berserta Brian dan beberapa Mafioso yang sudah berdatangan di markas di Thailand sudah bersiap untuk melakukan misi mereka kali ini.
Sekitar 150 orang yang berangkat mengerjakan misi kali ini, karena Markas musuh berada di hutan pinggir kota Tailand yang berlawanan sisi dengan markas black Lion akhirnya mereka berangkat dengan cara berpencar supaya semua sisi Markas musuh terkepung.
Karena ini misi pertama bagi Brian, maka daripada itu dia ikut di rombongan Riki, setiap kelompok terdiri dari 25 orang bersenjata lengkap dan menggunakan kostum pelindung Black Lion tentunya.
Semuanya menggunakan handset di telinga mereka untuk berkomunikasi.
"Bos kita sudah berada di 15 meter dari target" lapor Kim pada Riki
"Bagaimana situasi di sana?"
"Ada sekitar 10 orang yang di sisi ini yang menjaganya"
"Lakukan peryergapan dengan tenang, gunakan senjata bius terlebih dulu" Ucap Riki memberikan perintah pada semua bawahannya.
"Baik Bos" Jawab mereka serempak.
"Hitungan mundur sergap, 3,2,1 " Ucap Riki
Riki diikuti oleh seluruh Mafioso yang ikut dengan kelompok nya langsung menyergap di bagian depan markas.
"Mu Su h " Ucap anak buah dari lawan dengan terputus karena sudah di tembak bius oleh Mafioso black Lion.
"Bius semuanya dan gabungkan di satu tempat" Ucap Riki
"Baik Bos"
"Yang lainnya ikut Aku masuk"
"Siap bos"
Kini Riki sudah berada dalam Markas musuh.
Sedangkan kelompok lainnya juga mulai masuk ke dalam Markas musuh, karena ini waktu nya istirahat yang nyenyak, Markas musuh sedikit longgar tetapi di sebuah kamar di dalam Markas musuh seseorang duduk di kursi sambil melihat ke arah CCTV.
"Ternyata benar pihak pemerintah meminta bantuan kalian, tapi ini memang sebagian rencana ku untuk mengetahui siapa pemimpin dari black Lion" Ucap laki-laki itu tersenyum Devils.
Riki sedikit merasa juriga karena mereka masuk dengan sangat gampang.
Ketika itu Riki langsung memerintahkan kepada yang lainnya untuk berhati-hati, takutnya ada jebakan.
"Kita berpencar, kalian ikut aku dan yang lainnya berpencar " Ucap Riki di balik handset nya.
__ADS_1
Mendengar perintah, black Lion langsung berpencar.
Tiba-tiba salah satu kelompok melapor
"Bos di ruang bawah tanah ada dua penjara dan isinya anak-anak dan perempuan " Ucap ketua kelompok itu.
"Amankan mereka, dan bawa mereka keluar dari markas ini " Ucap Riki
"Baik Bos "
Riki berjalan diikuti Brian di belakang nya tibalah mereka di depan sebuah ruangan yang mana Riki yakin di sinilah tempatnya dari ketua mafia ini.
"Kalian buka pintunya" Ucap Riki pada Mafioso yang berada di dalam kelompok nya.
Sedangkan di dalam ruangan tersebut, seorang laki-laki muda dan beberapa anak buahnya sudah keluar dari ruangan tersebut beberapa saat sebelum Riki sampai di depan ruangan ini.
"Bos, apa kita pergi begitu saja?" Tanya anak buahnya
"Mmm, iya ini adalah permulaan dan juga kita sudah tidak butuh anak-anak dan para perempuan itu lagi karena stok organ tubuh yang kita butuhkan sudah mencukupi. Jika kehabisan akan kita cari lagi "
"Baik Bos "
Mereka berjalan menuju jalan rahasia yang menjadi jalur keluar dari Markas mereka menuju laut.
Sedangkan Riki dan lainnya baru saja membobol pintu ruangan tersebut.
"Benar, dan juga mereka seperti nya sengaja menunggu kedatangan kita baru pergi, terlihat dari bekas rokok yang masih terlihat baru "
"Jadi bagaimana kak kita kejar atau bagaimana?"
"Tidak usah karena misi kita untuk membebaskan para sandera dulu "
Para Mafioso menggeledah ruangan tersebut dan mereka menemukan sesuatu.
"Bos, kami menemukan ini di pojok ruangan" Ucap seorang Mafioso menyerahkan beberapa foto
Riki mengambil foto tersebut dan melihatnya...
"Kenapa foto tidak asing" Ucap Riki dalam hati dan segera menyimpan nya.
"Baiklah sekarang kita keluar dulu dari markas ini dan juga bakar semuanya jangan sampai tertinggal sedikitpun" Ucap Riki
"Baik Bos" Ucap para Mafioso.
Riki dan lainnya langsung keluar dari Markas musuh tersebut, sesampai di luar Markas terlihatlah banyak dari para Sandera ketakutan dan menangis.
__ADS_1
Sedangkan para musuh yang masih belum terjaga karena bius sudah di ikat.
"Bakar markas dan isinya jangan sampai ada yang tersisa" Ucap Riki
"Baik Bos " Jawab Kim
"Hmm, sebagian dari kalian bawa para musuh ke pihak kepolisian Tailand untuk di adili dan sebagiannya bawa para sandera ke kantor kepresidenan " Ucap Riki
"Baik bos "
Setelah Riki mengatakan itu ada seorang anak laki-laki yang mungkin berumur 10 tahun berjalan ke arahnya dengan sedikit ketakutan.
"Tuan bawa Aku bersama mu, aku akan mengikuti semua perintah mu, Aku sudah tidak memiliki keluarga jangan tinggalkan Aku di kantor kepresidenan " Ucap nya sambil menangis
Kim yang melihat itu langsung ingin menjauhkan anak kecil itu dari Riki, tetapi Riki menahannya supaya anak kecil itu tetap berdiri di depannya walaupun dengan sedikit ketakutan.
"Siapa nama kamu?" Tanya Riki
"Aku tidak memiliki nama Tuan"
"Baiklah jika memang kamu mau ikut Aku tetapi kamu tau jika aku bukan orang kalangan dunia yang bebas" Ucap Riki
"Aku janji berlatih dengan giat untuk bisa mengikuti Anda terus" Ucap anak kecil itu
"Baiklah, Kim bawa dia ke Markas, dan untuk lainnnya serahkan ke kantor kepresidenan"
"Baik Bos"
Setelah mengatakan itu tiba-tiba markas musuh sudah penuh dengan kobaran api 🔥...
Dan Bummmmmm, suara bom yang menghabiskan Markas musuh.
Riki tersenyum mendengar dentuman walaupun tidak mengetahui siapa dalang di balik ini semua.
Riki dan Brian berserta beberapa Mafioso yang ikut bersamanya kembali ke Markas black Lion sedangkan yang lainnya mengurus semua sandera dan tahanan.
Anak kecil juga ikut bersama Riki ke markas, dan Brian menyuruh anak kecil itu untuk membersihkan diri.
Sedangkan Riki di dalam ruangan istirahat nya sedang mencari informasi tentang asal usul dari anak kecil tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian Riki akhirnya tersenyum ternyata anak kecil tersebut merupakan putra mahkota kerajaan Brunei Darussalam yang di tukar ketika masih bayi dan di bawa ke Tailand oleh musuh kerajaan Brunei Darussalam tetapi ketika di Tailand di tinggal kan di jalanan ketika berumur 3 tahun tanpa memiliki identitas.
"Sepertinya dia akan menjadi laki-laki yang tangguh kedepannya seperti ayahandanya " Ucap Riki dalam hati
Setelah mendapatkan informasi tersebut Riki langsung berdiri dari duduknya dan membersihkan diri karena tugasnya di sini sudah selesai besok pagi-pagi sudah harus kembali ke Indonesia.
__ADS_1
Riki keluar dari ruangan istirahat nya selesai bersih-bersih dan melihat Brian yang duduk bersama anak kecil tersebut yang sudah berganti pakaian dengan yang bersih