Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Pengantin Baru


__ADS_3

Suara Adzan Subuh berkumandang dengan sangat indah, sepasang pengantin baru terbangun dari tidur mereka, setelah mendengar suara adzan Subuh berkumandang.


"Sayang, sudah bangun hm" Ucap Dimas lembut


"Sudah, Alhamdulillah Chagi mau shalat Subuh di masjid ?" Tanya Sarah dengan suara khas bangun tidur


"Iya sayang, Ya Sudah Abang langsung siap-siap dulu ya"


"Iya"


Dimas akhirnya turun dari kasur dan bergegas ke kamar mandi, Dimas tidak mandi Namun hanya sikat gigi dan lainnya serta ambil air wudhu. Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Dimas sudah siap dengan kain sarung serta baju kokoh dan kopiah nya.


Dimas tersenyum melihat Sarah yang sangat terlihat masih mengantuk.


Dimas berpamitan dengan Sarah dan keluar dari kamar dan melihat Zain serta Ayah sudah siap untuk berangkat ke masjid bersama. Tentunya ada Ilham juga disana.


Mereka berangkat ke masjid bersama.


Setelah Dimas berangkat ke masjid, Sarah juga bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu serta melaksanakan shalat Subuh.


Seperti biasanya, setelah selesai shalat Subuh, Sarah ke dapur untuk membantu sang ibu menyiapkan sarapan pagi.


Sekitar pukul 6:00 pagi, Zain dan yang lainnya baru saja pulang dari masjid.


Sarah saat ini tengah duduk di depan meja rias nya karena habis mandi.


Dimas masuk ke dalam kamar langsung memeluk Sarah dari belakang.


"Hmm, Sayang kamu sangat wangi" Ucap Dimas Sambil mengendus leher Sarah


"Chagi, oh geli. Kok Sarah tidak tau Chagi sudah ada di dalam kamar"


"Kamu sangat fokus dengan rambut mu sayang"


"Maaf ya, Sarah tidak tau Chagi sudah pulang dari masjid"


"Tidak apa-apa Sayang, Abang ganti dulu ya, setelah itu mau mandi juga"

__ADS_1


"Iya Chagi biar Sarah siapkan baju ganti nya"


"Oke Sayang"


Dimas melepaskan pelukannya pada Sarah dan bergegas untuk ke kamar mandi setelah selesai mengantikan pakaian untuk shalat nya.


Sarah juga sudah menyiapkan pakaian ganti untuk Dimas tentunya.


Walaupun awalnya Sarah, sangat ragu untuk mengambil pakaian dalam untuk Sang Suami, tapi karena Sarah mempunyai tiga Abang dan satu Adik laki-laki, jadi hal itu bukanlah tabu baginya tapi tetap saja berbeda.


Di dapur


Semuanya sudah duduk di di depan meja makan, dan mereka kini sarapan pagi bersama.


Seperti biasanya setelah selesai makan mereka semua berkumpul di depan tv.


"Dim, nanti kalian dengan Sarah ke rumah Subki untuk melihat bagaimana kabar Abi dan Umi, walau bagaimanapun juga kalian harus mendatangi kedua orang tua terlebih dulu sebelum ke keluarga besar lainnya" Ucap Hasan


"Baik Yah, " Jawab Dimas dan Sarah bersama.


"Oh ya Dim, sekaligus mau membicarakan perihal proyek dan para pendaftar pekerjaan yang kemarin juga dengan Bang Sak" Ucap Zain


"Besok insyaallah Ayah, Ibu. Kami sudah harus kembali ke Jogja karena banyak pekerjaan yang harus di kerjakan dan juga Cahaya juga sudah harus kembali kuliah, Serta Ilham dan Tika juga sudah harus kembali kuliah " Jelas Zain


"Tidak apa-apa nak, Ayah dan Ibu mengerti kesibukan Kalian dan juga kalian sudah seminggu di sini. pesan Ayah jaga kesehatan dan jaga keluarga mu" Ujar Hasan


"Baik Yah, ya sudah lebih baik kita ke rumah bensak sekarang, biar nanti bisa lama ngobrol nya" Ajak Ilham


"Ya sudah berangkat lah, oh ya bawa kembar juga. Umi dan Abi pasti merindukan cucu-cucu mereka" Tambah Zainab


"Baik Bu" Jawab Cahaya


Setelah kesepakatan tadi akhirnya, Mereka berjalan menuju rumah Subki. Karena masih pagi. Jadi kembar di dorong dengan troler mereka sambil di buka penutup atasnya. Agar


panas pagi sampai pada kembar.


Setelah beberapa saat kemudian berjalan, mereka semua akhirnya sampai di rumah Subki

__ADS_1


"Assalamualaikum" Ucap Zain


"Wa'alaikumussalam" Jawab Riki yang membukakan pintu


Zain masuk dan diikuti dengan yang lainnya. Serta kembar tentunya.


"Wah, sudah nempel aja tu pengantin baru" Ucap Riki yang menyindir Dimas dan Sarah yang bergandengan tangan


"Iya dong" Jawab Dimas Sambil tersenyum


Cahaya serta Zain hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Dimas dan Riki yang menurun mereka itu sangat kekanak-kanakan.


"Wah ada cucu-cucu Oma dan Opa" Ucap Nisa dan Anam yang baru keluar dari kamar


"Iya dong Oma, kami kangen sama Oma dan opa" Ucap Cahaya yang mewakili anak-anak nya


Nisa dan Anam hanya tersenyum dan duduk di samping kembar berada.


"Umi, apa benar besok sudah harus kembali ke Negara A?" Tanya Sarah


"Iya Sayang, Ilham dan Tika sudah harus kembali kuliah. Dan juga Abi juga ada pekerjaan yang harus di kerjakan"


"Yah, jadi sepi dong "


"Kamu tenang saja Sayang, nanti jika kamu sudah liburan sekolah nya bisa liburan bersama Dimas ke Negara A untuk bertemu Umi dan Abi di sana".


"Beneran Mi?"


"Beneran dong sayang" Jawab Nisa sambil tersenyum


"Tapi masih lama "Ucap Sarah manja pada Dimas


"Sabar ya Sayang, Abang janji akan bawa kamu berlibur ke Negara A, dan mungkin pas kamu sudah liburan sekolah nya kembar juga sudah di perbolehkan berpergian jauh" Tutur Dimas


"Iya deh, biar liburan rame-rame" Ucap Sarah


"Nah Gitu dong" Ucap Dimas yang mengelus kepala Sarah dengan Sayang.

__ADS_1


Setelah mendengar Sarah yang sudah mengerti akhirnya Nisa, Cahaya Tika dan Sarah fokus dengan kembar, sedangkan Dimas, Riki Zain dan Anam berbincang bersama dengan Subki.


__ADS_2