
Setelah mendengar permintaan Dimas, kepala sekolah langsung mengumumkan pada seluruh siswa dan siwi untuk berkumpul di lapangan sekolah.
Para guru juga ikutan panik dan ikut berkumpul juga, karena dari mereka juga banyak yang tidak mengetahui identitas dari Sarah.
Setelah beberapa saat kemudiian semuanya sudah berkumpul, Dimas berjalan bersama kepala sekolah menuju lapangan.
Kembali ke lapangan sekolah.
Seluruh siswi dan siswa serta para guru berkumpul di lapangan sedikit takut ketika melihat Dimas dengan muka yang sangat serius.
Dimas tanpa aba-aba langsung berdiri di panggung yang biasanya digunakan oleh pemimpin upacara serta di gunakan untuk kegiatan lainnya.
“Assalamu’alaikum wr.wb” Ucap Dimas sebelum memulai pembicaraannya
“Wa’alaikumussalam wr.wb “ Semuanya menjawab salam dari Dimas
“Saya disini mau menginformasikan bahwa Sarah adalah istri saya dan kami sudah menikah dari sebelum Sarah sekolah disini, jika kalian semuanya baik siswa dan para guru tidak percaya ini ada bukti kartu menikah kami, dan untuk vidio yang tersebar di forum sekolah yang hampir saja membuat istri kecilku dan anak kami celaka” Dimas menjelaskan dengan tegas.
“Mohon bertanya tuan, boleh?” Salah satu siswi pada Dimas
“Silahkan” Dimas langsung mempersilahkan
“Tadi Tuan menjelaskan jika Sarah adalah istri anda, dan mengapa tidak diinformasikan ketika baru masuk dulu?”
“Itu karena Istri Saya ingin menjadi siswi biasa seperti kalian semuanya tanpa ada keistimewaan dikarenakan dia Istri dari Saya” Dimas menjawab nya dengan tenang
“Tuan, kenapa sudah menikah masih sekolah?” Ucap Salah satu siswi lagi
“Untuk pertanyaan ini karena tidak ada larangan bagi yang sudah menikah untuk sekolah, dan peringatan kedepannya jangan pernah membuat istri ku sedih dan untuk kamu Batian Earl Sanders jangan berani lagi mendekati istriku dan untuk yang menyebarkan vidio istriku di forum sekolah tunggu saja kehancuran keluarganya ” Ucap Dimas tegas sambil melihat kearah bastian dan putri dari keluarga Brahtama
Semua yang melihat arah mata Dimas langsung faham jika yang menyebarkan gosip dan membuat Dimas semurka ini, ketika siswi tersebut melihat semuanya memerhatikan nya langsung pucat wajahnya.
Sedangkan Bastian juga langsung memikirkan kembali niatnya untuk mengejar Sarah dan menyatakan cintanya itu.
Para guru langsung diam ketika mendengar ucapan dimas yang mengatkan menunggu kehancuran keluarganya, beruntungnya mereka tidak ikut mengomentari vidio tersebut, karena mereka tau jika selama ini Dimas yang mengantar jemput Sarah sekolah.
Setelah mengetahui siapa yang menyebarkan fitnah, para siswi langsung menjaga jarak terhadapnya.
“Baiklah pak kepala sekolah dan semuanya untuk menghukum orang ynag menyebarkan fitnah terhadap istri ku dan merupakan siswi sekolah ini, Saya serahkan pada phiak sekolah untuk memberikan hukuman pada orang tersebut tapi bukan berarti diluar sekolah kami tidak akan bertindak pada orang tersebut” Ucap Dimas sebelum mengakhir pertemuan itu.
__ADS_1
“Baik Tuan” Jawab kepala sekolah dengan hormat.
Dimas langsung meninggalkan lapangan sekolah dan langsung ke mobil dan meninggalkan sekolah menuju mension
Setelah kepergian Dimas, Vivi langsung menghampiri perempuan yang dijauhui oleh para Siswi.
“Kenapa Kamu menyebarkan vidio itu Siera?” Ucap Vivi dengan Marah
“Aku tidak suka dengan Sarah yang bisa-bisanya di sukai oleh Bastian” Seira menjawab dengan sedikit takut
“Oh, hanya karena itu kamu... Ini jadi peajaran untuk mu kedepannya dan kamu ingat apa yang tadi tuan Dimas sangat marah dan karena kamu anak dari Sarah dan tuan Dimas hampir sajacelaka” Ucap Vivi
“Terus aku harus bagaimana?”
“Kamu pkir aja sendiri, apalagi jika seandainya Sarah tidak mau memaafkan mu” Ucap Vivi dan langsung meninggalkan Seira yang masih termenung di tempat
Teman-temannya yang biasanya dekat denganya pun sudah meninggalkan nya, karena mereka tidak ingin mendapat masalah apalagi sampai keluarganya ikut dapat masalah juga karena nya.
Setelah semuanya bubar, vivi langsung menuju kelasnya kembali.
Sesampai dikelas
“Vi, sejak kapan kamu tau jika Sarah adalah istri dari Tuan Dimas?”
“Beberapa bulan yang lalu, karena kamu sudah tau status Sarah jadi mundurlah supaya kamu tetap aman, Kamu juga tau jika Sarah dan Tuan Dimas saling mencintai, apa kamu tega mau menghancurkan rumah tangga orang yang kamu cintai” Vivi menejelaskan
Bastian langsung terdiam ketika nasihat dari Vivi.
Sedangkan Seira kini berada di ruang kepala sekolah.
“Apa kamu tau jika perbuatan mu itu salah?” kepala sekolah bertanya pada Seira
“Tau, pak Cuma aku sudah sangat cemburu pada Sarah karena disukai banyak laki-laki termasuk Bastian” Seira menjawab apa yang dirasakannya dan menyebabkan dia berani menyebarkan vidio fitnah tersebut
“karena perbuatan mu ini dan menyebabkan Tuan Dimas sangat marah, dan kamu kami skor selama Dua minggu namun kamu harus mendapat maaf dari Sarah” Ucap Kepala sekolah
“Baik Pak”
Setelah mendapatkan hukuman dari seklah Seira langsung pulang tanpa kembali kekelasnya, karena tau semua temannya tidak lagi mau berteman denganya dan menemuinya.
__ADS_1
Sedangkan di lain tempat, Stevan dan Erik tengah berada dalam pesawat menuju indonesia.
“Sudah ngak sabar mau bertemu dengan manis” Ucap Stevan
“Bos, ingat jangan macam-macam” Ucap Erik memperingatkan Stevan
“Iya, aku tau. Aku Cuma nganggap Sarah itu adik ngak lebih kok dan juga aku ngak mau menjadi musuh dari Dimas dan Zain”
“Bagus deh, oh ya bos kita langsung datang ke mension nya tuan Zain atau bagaimana?”
“Memang kamu tau letak mension mereka?”
“Ngak tau bos”
“Ya sudah kita bertemu dengan mereka di acara pernikahan Riki saja”
“Baiklah bos”
“Hmmm”
Kembali ke mension.
Sarah dan Cahaya sekarang tengah duduk bersama di taman, tadinya ada Zain beserta kembar namun kembar sudah ikut bersama nenek dan oma nya, sedangkan Zain juga ke ruang kerjanya.
“Sar, kamu benaran mau lanjut sekolah di sekolah ?” Tanya Cahaya pada sang adik
“Pengennya begitu yuk, Cuma lihat kedepannya sih” Jawab Sarah dengan tersenyum
“Ya sudah itu terserah kamu. Cuma pesan ayuk pelan-pelan berubahlah karena kamu udah menikah dan sebentarlagi akan menjadi ibu” Cahaya menasihati Sarah dengan pelan serta lembut
“Iya Yuk, oh ya yuk bukannya Kuliah ayuk sudah mau selesai, kapan sidangnya?”
“Rencanyanya bulan depan, nunggu jadwal aja lagi”
“Cepat amat yuk,”
“Alhamdulillah”
Setelah pembicaraan tersebut, Cahaya dan Sarah meninggalkan taman ke raung tamu.
__ADS_1