
Hotel
Di luar pintu aula Barak, Tio dan Sean sudah berdiri di sana tinggal menunggu waktu nya mereka di panggil untuk masuk.
Setelah beberapa saat kemudian MC langsung mempersilahkan mereka masuk.
Ilham yang sedang duduk di kursi samping cahaya dan Zain langsung menatap ke arah pintu masuk aula.
"Me Mereka.. " Ucap Ilham terbata bata karena terkejut melihat kedatangan ketiga sahabatnya.
Zain tersenyum melihat ke arah Ilham.
"Samperin aja" Ucap Zain
"Terimakasih bang"
"Sama-sama"
Ilham berdiri dari duduknya dan berlari ke arah ketiga sahabatnya.
"Happy birthday 🎊🎉🎉🎉 teman" Ucap Sean dan yang lainnya bersamaan
"Terimakasih, maaf kan Aku" Ucap Ilham yang masih tidak enak hati karena meninggalkan mereka
"Kenapa harus minta maaf,jika itu terjadi kami belum tentu bisa menjadi suprise untuk mu" Jawab Sean
"Eh iya, ya" Jawab Ilham
"Udah yuk duduk bareng lainya" Ucap Barak
"Iya"
__ADS_1
Mereka berempat akhirnya duduk di kursi bersama, setelah kejutan tersebut, acara akhirnya selesai.
Ilham masih tidak percaya dengan kedatangan ketiga sahabatnya itu.
Karena sudah dinihari mereka semua langsung pulang ke mension, kembar juga sudah tidur dengan nyaman di gendongan Zain dan Anam serta Cahaya.
Sedangkan di kamar hotel
Vani masih berjaga-jaga di sana menunggu seorang perempuan entah siapa itu karena Vani belum sempat mencari informasi tentang perempuan tersebut.
Para keluarga sudah sampai dimension dan kembali ke kamar masing-masing.
begitupun dengan Ilham dan lainnya.
sedangkan di hotel tepat pada pukul 3:00 subuh, Perempuan yang tertidur pulas tersebut bangun dan sedikit meringkuk tubuhnya karena dia berada ditempat yang asing baginya.
Vani yang melihat perempuan tersebut bangun langsung mendekati nya.
"Siapa kamu?"
"Oh Aku Vani, kamu tenang saja Aku bukan orang jahat"
"Benarkah?"
"Iya"
Perempuan tersebut menghela nafas panjang.
haaaaaa.
Vani mendekati lebih dekat lagi dari sebelumnya pada perempuan tersebut
__ADS_1
"Nama kamu siapa?" Tanya Vani
"Supartini, biasa di panggil Tini" Jawab perempuan tersebut sudah mulai tidak ketakutan lagi seperti sebelumnya.
"Oh Tini kenapa kamu bisa sampai di hotel ini?" Tanya Vani
"Aku tidak tau.. tapi sebelum itu Tini ke Jakarta untuk kerja tapi tidak tau bisa berakhir di sini" Jawab Tini
"Apa kamu tau di sini Yogyakarta bukan Jakarta?" Tanya Vani lagi
Tini langsung menggeleng kepalanya dengan cepat karena memang tidak mengetahui saat ini dia berada di Yogyakarta bukan di Jakarta.
"Ya sudah tidak usah di pikirkan lagi itu, apa kamu datang ke Jakarta hanya sendiri?"
"Iya, soalnya orang tua Tini di kampung bersama adik" Jawab Tini
"Baiklah sekarang kamu tenang saja, karena kamu sudah aman"
"Terimakasih atas pertolongan nya"
"Sama-sama, kamu harusnya berterima kasih pada tuan Sean dan lainnya karena mereka yang membantu mu dari laki-laki brengsek itu "
"Sekarang Tuan Sean dan lainnya di mana?" Tanya Tini dengan polosnya
"Mereka sekarang sudah kembali ke mension, besok pagi-pagi kamu bisa bertemu dengan mereka lagi, tapi apa kamu kenal dengan laki-laki yang membawa mu ke hotel ini?"
"Dia adalah Tuan muda dari majikan saya" Jelas Tini
"Siapa namanya?" Vani ingin mengorek informasi dari perempuan itu karena hotel milik king mereka di jadikan tempat tidak senonoh oleh bajingan itu.
"Dia .......
__ADS_1