Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Belajar merangkak


__ADS_3

Keesokan harinya, Setelah kemarin Brian dan sahabat-sahabatnya mengerjakan misi, Sekarang mereka kembali ke kegiatan masing-masing yaitu kewajiban mereka yaitu sekolah.


Begitupun dengan Sarah juga sudah berada di sekolah sekarang, sedangkan Zain serta Dimas dan Riki tentunya mereka sekarang berada di perusahaan. Hanya ada Cahaya dan kembar di mension serta para maid dan Mafioso yang bertugas menjaga keamanan mension tentunya.


Di perusahaan Zain Group


Zain saat ini sedang duduk bersama kedua saudaranya, ya siapa lagi jika bukan Dimas dan Riki.


"Bos, perusahaan Steven sudah hampir bangkrut" Jelas Riki


"Mmmmm bagus, biar jadi pelajaran Untuk nya karena sudah berani untuk mengusik kita. Dan ternyata tidak sia sia Brian belajar dari kecil " Jelas Zain


"Benar Bos, oh ya Bos jika kembar nanti besar, apakah mereka harus mengikuti jejak Bos di dunia Mafia?" Tanya Riki


"Aku tidak akan memaksa kehendak mereka, tetapi memang salah satu dari keturunan kita akan menggantikan posisi king di black Lion walaupun itu bukan dari kembar " Jelas Zain


"Tapi sepertinya walaupun tidak memaksa salah satu dari kembar untuk memimpin black Lion pun, Aku jamin ada di antara mereka yang menawarkan diri ataupun malah mempunyai Tim sendiri nantinya selain black Lion karena kembar adalah darah daging Bos, bibit unggul. pastinya tidak jauh berbeda dengan Ayah ataupun Bunda nya mereka " Tutur Dimas


Zain hanya tersenyum mendengar penuturan dari Dimas. Seketika mereka sedang asik berbincang bersama. Berbeda dengan Cahaya dan kembar di Mension


Cahaya di temani oleh Tina dan Tiwi serta kembar yang sedang bermain dengan beberapa mainan yang ada di tangan mereka. Sambil tertawa kecil Cahaya melihat tingkah buah hati nya yang sangat aktif dan mulai memajukan tangannya dengan posisi tengkurap. Seakan-akan hendak merangkak.


Terutama Zahid yang sudah terlebih dulu berusaha mengangkat tangannya supaya bisa merangkak cepat.


Seketika Zahid berhasil merangkak Cahaya langsung mengucapkan


"Alhamdulillah, anaknya Bunda sudah bisa merangkak. Selamat ya Sayang semangat" Ucap Cahaya dengan gembira


Tina dan Tiwi yang menyaksikan putra pertama dari sang nyonya Berhasil merangkak sempurna ikut bahagia.


Setelah Zahid berhasil, seakan tak ingin kalah dari sang kakak Ziyad pun juga berusaha membalikkan badannya untuk bisa merangkak seperti sang kakak. Dengan sedikit kesusahan Ziyad akhirnya berhasil membalikkan badannya.


Cahaya dan yang lainnya menyaksikan Ziyad yang berusaha keras untuk bisa menyamai sang kakak hanya bisa tersenyum.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Ziyad pun berhasil merangkak. Sedangkan Syafira melihat ke arah kedua kakaknya hanya tersenyum. Tetapi setelah itu Syafira dengan sangat mudah membalik tubuhnya yang mengemaskan dan merangkak seperti kedua kakaknya.


"Bi, kembar sudah bisa merangkak semua" Ucap Cahaya senang pada Tina dan Tiwi


"Iya nyonya, kembar sangat cerdas dan menggemaskan" Jawab Tina


Cahaya tersenyum mendengar jawaban dari Tina tersebut.


Sedangkan di internasional school 🏫


Sarah dan Vivi sedang di lapangan olahraga. Karena hari ini memang mereka ada mata pelajaran olahraga.


"Sarah, kamu suka olahraga?" Tanya Vivi


"Suka, emang kenapa Vi?"

__ADS_1


"Iya nggak papa, hanya saja Aku tidak terlalu bisa olahraga apalagi nanti olahraga nya voly "


"Oh gitu tidak usah main, kamu lihatin Sarah aja gimana?"


"Oke, tapi kamu tidak apa-apa main bareng mereka?" Vivi menunjuk ke arah teman teman sekelas mereka yang terkenal dengan sok cantik


"Memang nya kenapa mereka?"


"Ya kamu kan anak baru, jadi nggak tau mereka gimana nya. Yang penting kamu harus hati-hati ya" Ujar Vivi


"Oh Oke kamu tenang aja" Jelas Sarah


Setelah beberapa saat kemudian datanglah seorang laki-laki tampan yang cukup dewasa meniup peluit. Agar para siswa berkumpul


" prittttttttttttt" Suara peluit panjang dari sang guru olahraga yang sangat tampan itu


Sarah dan Vivi berlari menuju sang guru dan berdiri tegap di hadapannya.


Semua siswa dan siswi kelas X berkumpul dengan rapi.


"Baiklah semuanya, pagi ini kita akan olahraga. Dan bagi siswa di perkenankan olahraga basket dan untuk siswi di perkenankan olahraga voly. Dan ingat permainan ini menentukan siapa yang akan maju di ajang olahraga ulang tahun sekolah nantinya " Jelas sang guru tampan itu


"Baik pak" Jawab mereka kompak


Setelah beberapa saat kemudian, kelompok yang berminat untuk bermain voly sudah di berkumpul bersama. Ada sarah di antara nya.


"Iya bisalah, jika nggak bisa ngapain juga Sarah ikut daftar voly" Jawab Sarah dengan Santai nya.


"Wih belagu juga loh ya, jangan mentang-mentang kamu itu dekat sama kak Brian ya. Kamu harus ingat jika kamu itu tidak pantas ada di sekolah elite ini. Tampang aja kampungan. apalagi itu dengan kain penutup kepala mu, oh no norak banget" Ucap nya lagi.


Sarah bukanlah perempuan yang peminim seperti Cahaya, Sarah yang jiwa bar-bar nya seakan mengamuk. Namun Sarah masih bisa menahannya dan berkata.


"Ingat ya, kamu juga bukan siapa-siapa hanya orang tua mu yg kaya makanya bisa sekolah di sini. Dan ingat ya ini bukan norak tetapi kewajiban bagi kita seorang perempuan menutupi auratnya. Jika kamu masih banyak ocehan lebih baik kamu tidak usah ikut bermain voly" Jelas Sarah


"Jadi kenapa jika orang tua ku kaya, jangan bilang kamu iri?"


"Aduh iri, ngak akan. karena harta itu adalah titipan dari Allah SWT. Hakikat nya orang tua mu adalah meminjam begitupun dengan Aku" Jelas Sarah sambil meninggalkan perempuan tersebut dan berjalan menuju lapangan voly


"Awas kamu ya, Aku akan balas perbuatan mu di permainan" Ujar nya


Sedangkan temannya juga ikut tersenyum licik mendengar penuturan dari sang ketua nya itu.


Sesampai di lapangan voly


Banyak dari kelas X berkumpul untuk menyaksikan pertandingan tersebut ada Vivi di antara nya.


Sarah masuk Tim yang satu kelas dengan nya, dan mereka semua tau jika Sarah adalah adiknya Brian karena itu tidak ada yang berani mengusik Sarah. Sarah pun cukup mudah bergaul dengan yang lainnya.


Sedangkan Lawan mereka adalah kelas X sebelah, yang mana ada perempuan tadi bersama geng nya.

__ADS_1


Bola pertama di bawa oleh lawan, Sarah dengan merenggangkan kedua tangannya sambil tersenyum pada Vivi di luar lapangan.


Seakan-akan mengerti jika lawannya menargetkan nya, Sarah dengan santai menangkis bola tersebut.


Para penonton termasuk sang guru tampan terkagum kagum melihat tingkah Sarah yang sangat energik dalam bermain dan Tim Sarah sangat kompak dengan tugas masing-masing.


Pada saat giliran Sarah yang serpis bola... tiba-tiba Sarah tidak menepis bola nya dengan gaya biasa melainkan dengan cara yang biasa di gunakan oleh atlet voly. Serpis yang di lancarkan Sarah sangat tajam dan kuat yang mana membuat pihak lawan tak bisa membalas nya.


Hal tersebut membuat para penonton bersorak ria..


"Sarah hebat......" Suara para penonton menyoraki Sarah.


Mendengar para penonton menyoraki Sarah, Tim lawan memandang ke arah Sarah dengan tatapan dendam penuh amarah.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya pertandingan selesai. Permainan di menangkan oleh Tim Sarah.


"Sarah kamu sangat keren banget bermain nya" Ucap salah satu dari teman satu Tim


"Biasa aja, kalian juga pada bagus mainnya" Ucap Sarah


"Oh ya Sarah, kamu itu atlet voly ya?"


"Nggak kok hanya sebatas hobi aja"


"Tapi kamu keren banget tadi, jika kamu benar-benar mau jadi atlet pasti kami akan mendukung mu" Ucap mereka


"Terimakasih tapi Sarah tidak mau jadi atlet"


"Ya sudah Yok ganti pakaian"Ucap yang lainnya


"Duluan aja, Sarah mau ketemu Vivi dulu"


"Oke kami duluan ya"


"Ya"


Tim Sarah akhirnya meninggalkan Sarah sendiri, sedangkan Sarah berjalan menuju tempat duduk Vivi


"Vi, gimana Sarah tadi?" Tanya Sarah pada sahabatnya itu


"Kamu keren banget Sarah"


"Sarah gitu" Jawab Sarah dengan tersenyum


"Ya sudah lebih baik kamu cepat ganti pakaian dulu setelah itu baru ke kantin"


"Oke"


Akhirnya Sarah di temani Vivi berganti pakaian di ruang ganti.

__ADS_1


__ADS_2