Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Berkumpul


__ADS_3

Pinggir jalan


Cahaya dan Zain masih duduk di kursi sambil menunggu pesanan martabak mereka selesai, sudah 5 menit mereka menunggu akhirnya selesai juga ketika mereka sudah duduk 15 menit.


"Neng pesanan nya sudah selesai" Ucap penjual martabak


Cahaya berdiri dari duduknya


"Terimakasih banyak pak, semuanya berapa pak?"


"Semuanya 475 rb neng " Jawab sang penjual martabak


Cahaya mengambil uang cash di dalam tasnya 500 rb


"Ini pak terima kasih banyak ya pak " Ucap Cahaya sambil menyerahkan uang tersebut pada sang penjual martabak


"Ini neng kembalian nya "


"Tidak usah pak, anggap saja uang tips "


"Baiklah neng terimakasih banyak "


"Sama-sama "


Setelah membayar martabak, Cahaya dan Zain serta Syafira langsung kembali ke dalam mobil, sedangkan martabak nya para Mafioso yang pegang.


Setelah masuk ke dalam mobil mereka langsung menuju Mension.


Di dalam perjalanan menuju mension, karena kembar sudah terbangun dari tidur mereka dan kini mereka tengah minum Asi yang sudah Cahaya sediakan di dalam kulkas Asi di dalam mobil tersebut.


Jadi memudahkan untuk kembar dan Cahaya juga tentunya.


Sedangkan di negara lain


Steven tengah duduk di kursi kebesaranya, menatap tablet di tangannya.


"Erik, kenapa Zain dan lainnya sedang mencari orang yang memiliki darah langkah?" Tanya Steven pada sang asisten


"Tidak di ketahui untuk apa nya bos tetapi, Aku rasa di antara keluar Tuan Zain ada yang memilki darah langkah tersebut dan mungkin supaya ada stoks darah langkah makanya mengatasi sebelum datang nya masalah" Jelas Erik


"Seperti nya begitu, Mmmm karena kita sudah menjadi teman Aku bisa menjadi pendonor dan ikatan persahabatan menjadi lebih erat" Ucap Steven tersenyum


"Iya Bos, bagaimana kita ke Indonesia nya pas pernikahan Tuan Riki dua Minggu lagi "


"Baiklah kita ke Indonesia dua Minggu lagi ya hitung-hitung bisa melihat Sarah " Ucap Steven sendu


Erik mengerti jika bos nya itu masih belum bisa move on dari Sarah istrinya Tuan Dimas, namun Erik bersyukur Tuan nya sudah tidak seegois dulu yang mana bisa membunuh hidupnya sendiri.


" Ya sudah Bos, Aku kembali ke ruangan ku dulu" Ucap Erik

__ADS_1


"Hmm"


Erik meninggalkan ruangan Steven, setelah kepergian Erik, Steven merenung sambil melihat ke arah handphone nya yang terdapat foto Sarah ketika di sekolah saat itu.


"Walaupun tidak bisa memiliki mu, asal bisa selalu melihat mu walaupun dari jauh" Ucap Steven sambil memandang foto Sarah.


Kembali ke Indonesia


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di depan gerbang mension, melihat Mobil Bos yang datang Mafioso yang bertugas menjaga keamanan gerbang langsung meng-klik tombol buka di layar laptop nya dan terbukalah pintu gerbang mension.


Mobil mereka langsung menuju depan pintu mension.


Setelah berhenti sempurna, Zain dan Cahaya turun duluan.


"Sayang, mereka sudah tidur lagi" Ucap Zain melihat kembar yang sudah tidur ketika mereka sudah kenyang


"Iya by, memang waktu nya mereka tidur"jawab Cahaya


Zahid dan Ziyad yang berada di dalam gendongan Tina dan Tiwi juga sudah tidur, mereka semua berjalan masuk ke dalam Mension


Ketika Zain ingin membuka pintu mension, dari dalam yang membuka nya lebih dulu.


"Selamat datang kembali ponakan-ponakan ku tercinta " Ucap Sarah dengan semangat.


Sambil membuka pintu mension


Seakan mengerti, Sarah langsung menutup mulutnya.


"Hehehe, maaf Sarah terlalu bersemangat soalnya " Ucap Sarah


"Sudahlah tidak apa-apa kembar juga tidak bangun, yuk masuk " Jawab Cahaya


Mereka akhirnya masuk ke dalam Mension.


"Hubby, Cahaya ke kamar dulu untuk menidurkan kembar di boks mereka ya " Ucap Cahaya


"Baiklah Sayang " Jawab Zain


Sebelum pergi, Cahaya meminta Jack untuk membagikan martabak nya pada para Mafioso.


"Kak Jack martabak nya di sisa in Untuk Mafioso lainnya 6 kotak masing-masing manis 3 dam telor nya 3 biar makan bareng " Ucap Cahaya


"Baik nyonya " Jawab Jack


Setelah membagikan martabak ke para Mafioso, hanya tinggal 2 kotak martabak manis dan 2 kotak martabak telur dan itulah untuk keluarga mereka makan.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Cahaya kembali berkumpul dengan mereka di ruang tamu setelah kembar nyaman di dalam boks mereka.


"Lah martabak nya kenapa ngga di makan Sarah, ajak adiknya makan" Ucap Cahaya pada Sarah

__ADS_1


"Siap... untuk soal makan mah" Jawab Sarah.


Dimas melihat tingkah sang istri hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis.


Cahaya duduk di samping Zain.


"Ayo Zean makan , dan ini namanya martabak ada yang dari tepung dan ada yang dari telur mau yang mana?" ucap Sarah pada Zean


Zean melihat ke arah Riki untuk bertanya apa dia boleh makan


Riki yang mengerti arti dari tatapan mata zean langsung berkata.


"Makan lah itu sangat enak" Ucap Riki menjadi jawaban dari tatapan Zean padanya.


Setelah mendengar ucapan dari Riki, Zean langsung mengambil martabak manis di depannya dan langsung memakan nya.


Sarah menatap Zean dengan tersenyum.


"Masih malu-malu" Ucap Sarah


"Sayang" Ucap Dimas


Sarah melihat ke arah Dimas dan Diam dan lanjut makan martabak nya karena memang Sarah sangat menggemari martabak.


"Brian bagaimana rasanya ikut misi kemarin?" Tanya Cahaya yang penasaran.


"Tegang kak, hanya saja ketika kami sampai di markas mereka sudah pergi" Jawab Brian


"Yah berarti mereka masih berkeliaran dong" Ucap Cahaya


"Iya benar Cahaya, oh ya Bos ini foto yang di temukan di Markas mereka. Aku rasa ini tidak asing tapi aku lupa mungkin Bos ingat sesuatu" Ucap Riki menyerahkan foto yang di temukan di markas musuh di Tailand pada Zain.


Zain langsung menerima foto tersebut dan mengamatinya. Cahaya yang di samping Zain pun ikut penasaran dan ikut melihat nya.


"Hubby kenal mereka?" Tanya Cahaya pada Zain


"Iya seperti nya Hubby juga memiliki foto yang sama dengan yang ini ketika dulu Dimas dan Riki masuk ke dalam keluarga Anam " Ucap Zain


" Tapi apa hubungannya kak Dimas dan kak Riki dengan foto ini?" Tanya Cahaya


"Hubby juga tidak tau, dan belum mencari tau informasi ini karena dulu menurut Hubby tidak penting apalagi di saat itu umur Hubby masih 10 tahun "


"Apa mungkin sebenarnya keluarga kak Dimas dan kak Riki itu masih ada?" Ucap Cahaya


Dimas dan Riki mendengar ucapan dari Cahaya langsung mengingat sesuatu yang selama ini mereka tutupi.


Zain melihat ke arah Dimas dan Riki mencari kebenaran yang sebenarnya.


Sarah yang tadinya sibuk makan martabak bersama dengan Zean langsung menyudahinya dan menatap ke arah sang suami.

__ADS_1


__ADS_2